← Beranda
Rusia Siapkan Pinjaman USD 1 Miliar, Sinyal Hubungan dengan Iran Makin Mesra
Rian Alfianto• Rabu, 7 Oktober 2026 | 06.27 WIB
Ilustrasi bendera Iran dan Rusia. (Pajhwok Afghan News).

JawaPos.com - Hubungan Rusia dan Iran semakin erat, salah satunya terlihat dari kesiapan Moskwa menyalurkan pinjaman USD 1 miliar kepada Tehran.

Dana tersebut bahkan disebut sudah siap ditransfer, meski pencairannya masih tertahan karena pemerintah Iran belum menentukan penggunaan dan rekening penerima.

Laporan media Iran, Fars News Agency, menyebut proses pembayaran dari pihak Rusia telah diselesaikan. Transfer tinggal menunggu Tehran memberikan detail rekening bank yang diperlukan.

Namun, pemerintah Iran masih berdebat mengenai penggunaan dana tersebut.

Organisasi Perencanaan dan Anggaran menginginkan uang itu dipakai untuk impor kendaraan, sementara Kementerian Perminyakan mendorong pembelian peralatan untuk industri minyak.

Kementerian Pertanian memiliki kepentingan berbeda. Institusi tersebut mengusulkan agar dana pinjaman digunakan untuk mendatangkan barang-barang kebutuhan pokok.

Perbedaan kepentingan itu membuat pemerintah Iran belum memberikan informasi rekening yang dibutuhkan Rusia untuk mengirimkan dana.

Bagian dari Rencana Pinjaman USD 20 Miliar

Meski pencairan USD 1 miliar masih tertunda, nilai pinjaman tersebut menunjukkan skala hubungan ekonomi yang tengah dibangun kedua negara.

Pinjaman itu merupakan tahap pertama dari rencana fasilitas kredit Rusia senilai USD 20 miliar untuk Iran yang pertama kali dilaporkan pada Juni.

Pada periode yang sama, Tehran juga mengumumkan rencana membentuk papan perdagangan rubel untuk memperkuat kerja sama perbankan dengan Moskwa.

Seorang anggota parlemen Iran saat itu menyebut Rusia diperkirakan memberikan pinjaman USD 20 miliar dengan bunga tahunan 6 persen.

Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya Rusia dan Iran meningkatkan penggunaan mata uang nasional dalam perdagangan bilateral.

Dengan cara itu, kedua negara berupaya mengurangi ketergantungan terhadap sistem keuangan internasional yang didominasi dolar dan berada di bawah pengaruh negara-negara Barat.

Rusia Jadi Makin Penting bagi Iran

Kedekatan ekonomi tersebut berlangsung ketika Iran menghadapi tekanan berat dari sanksi Amerika Serikat yang membatasi sektor minyak, perbankan dan akses Tehran terhadap sistem keuangan internasional.

Dalam kondisi tersebut, hubungan dengan Rusia memberikan jalur alternatif bagi Iran untuk memperoleh pembiayaan sekaligus mempertahankan aktivitas perdagangan.

Washington bahkan memperluas tekanan terhadap pihak-pihak yang dianggap membantu transaksi Iran.

Salah satunya dengan menjatuhkan sanksi terhadap VTB Bank Rusia karena hubungan correspondent banking dengan lembaga keuangan Iran yang telah masuk daftar sanksi.

Tekanan tersebut membuat kerja sama keuangan antara Moskwa dan Tehran memiliki arti strategis bagi kedua negara.

Bagi Rusia, hubungan ekonomi dengan Iran memperluas kerja sama bilateral di luar perdagangan biasa. 

Sementara bagi Iran, dukungan pembiayaan dari Rusia menjadi salah satu cara untuk tetap mendapatkan akses terhadap modal ketika hubungan dengan sistem keuangan Barat semakin terbatas.

Dengan demikian, rencana pencairan USD 1 miliar bukan sekadar persoalan pinjaman.

Dana tersebut menjadi salah satu gambaran semakin dekatnya hubungan Rusia-Iran, terutama ketika kedua negara sama-sama berupaya memperkuat transaksi di luar sistem keuangan yang didominasi Barat.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra