← Beranda
Houthi Serang 2 Bandara Arab Saudi, 3 Warga Tewas, 36 Terluka
Rian Alfianto• Kamis, 8 Oktober 2026 | 20.24 WIB
Kepulan besar asap hitam membubung dari area penyimpanan bahan bakar di Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, pada 19 September 2026. (Reuters)

JawaPos.com - Tiga warga sipil tewas dan 36 orang lainnya terluka, setelah dua bandara di Arab Saudi menjadi sasaran serangan yang diklaim dilakukan kelompok Houthi.

Serangan tersebut menyasar Bandara Internasional Abha dan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dalam dua insiden terpisah pada Selasa dan Rabu.

Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi atau General Authority of Civil Aviation (GACA) mengatakan, serangan di Bandara Internasional Abha menewaskan dua perempuan, masing-masing warga Maroko dan Aljazair.

Selain itu, sebanyak 28 orang lainnya dilaporkan terluka dalam serangan di bandara tersebut.

Baca Juga: Yaman: Serangan Houthi ke Bandara Aden Eskalasi bBerbahaya

Sementara itu, serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh menewaskan seorang warga Sudan. Delapan orang lainnya terluka, termasuk lima warga negara Arab Saudi.

Melansir Al-Jazeera, serangkaian serangan ini menambah tekanan terhadap keamanan fasilitas penerbangan di Arab Saudi.

Bandara Riyadh sebelumnya juga menjadi sasaran ancaman rudal yang diluncurkan dari wilayah Yaman.

Arab Saudi Intersep Rudal Menuju Riyadh

Juru bicara koalisi pimpinan Arab Saudi, Mayor Jenderal Turki al-Maliki, mengatakan pasukan pertahanan Saudi berhasil mencegat sebuah rudal balistik di wilayah utara Riyadh.

Pasukan Saudi juga menghancurkan sebuah platform peluncuran di ibu kota Yaman, Sanaa, yang disebut digunakan untuk melancarkan serangan menuju Riyadh.

Baca Juga: Houthi Serang Kilang Minyak Arab Saudi, Ekonom Ingatkan Potensi Kenaikan BBM

GACA mengatakan pihaknya tengah berkoordinasi dengan otoritas keamanan untuk mengevaluasi dampak serangan serta memastikan keselamatan penumpang dan pekerja di bandara.

GACA menyatakan langkah tersebut dilakukan dalam "integrasi penuh dan koordinasi berkelanjutan dengan otoritas keamanan terkait", untuk menilai kerusakan dan mengambil seluruh tindakan yang diperlukan demi menjamin keselamatan penumpang serta pekerja.

Serangan ke Bandara Riyadh Bukan yang Pertama

Ancaman terhadap Bandara Internasional King Khalid bukan baru terjadi dalam serangkaian serangan terbaru.

Pada 18 September, pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi menyatakan telah mencegat dan menghancurkan rudal balistik yang diduga ditembakkan dari Yaman menuju Riyadh.

Sehari kemudian, pada 19 September, setidaknya satu ledakan terdengar di sekitar bandara.

Baca Juga: Arab Saudi Siapkan Pasukan Pakistan-Turki Hadapi Serangan Houthi

Kepulan asap hitam dalam jumlah besar juga terlihat membumbung dari area penyimpanan bahan bakar di Bandara Internasional King Khalid.

Sebagai langkah pengamanan, pagar baru berbentuk seperti sangkar juga didirikan di sekitar tangki bahan bakar dan sejumlah peralatan milik perusahaan minyak negara Saudi, Aramco, yang berada di dekat bandara Riyadh.

Situasi tersebut menunjukkan bahwa fasilitas penerbangan dan infrastruktur energi di sekitar ibu kota Saudi menghadapi risiko keamanan yang semakin besar di tengah konflik yang melibatkan kelompok Houthi di Yaman.

Konflik Yaman Terus Memanas

Serangan terbaru tersebut terjadi di tengah konflik berkepanjangan antara pasukan Yaman yang didukung Arab Saudi dan kelompok Houthi yang berafiliasi dengan Iran.

Pasukan yang mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional masih terlibat dalam pertempuran dengan Houthi.

Baca Juga: Eskalasi Memanas, Yaman Lakukan Operasi Militer Untuk Rebut Kembali Wilayah Dari Houthi

Kelompok tersebut menguasai wilayah luas di Yaman yang berada di sekitar Bab al-Mandeb, jalur strategis yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden.

Konflik di kawasan itu juga berpotensi mengganggu jalur penerbangan, pelayaran, serta infrastruktur strategis negara-negara di sekitar Laut Merah dan Teluk.

Di Yaman, pemerintah yang diakui secara internasional mengatakan Houthi juga meluncurkan rudal balistik dan drone ke arah Bandara Aden pada Rabu pagi. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam serangan tersebut.

Amerika Serikat Keluarkan Peringatan Keamanan

Meningkatnya serangan turut mendorong Amerika Serikat memperbarui peringatan keamanan bagi warganya yang berada di Arab Saudi.

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Riyadh mengeluarkan security alert dan meminta warga negaranya meningkatkan kewaspadaan di tengah situasi keamanan yang masih berlangsung.

Baca Juga: Arab Saudi Didesak Berdamai dengan Uni Emirat Arab untuk Memperkuat Perlawanan Terhadap Houthi

Kondisi ini membuat ancaman serangan rudal dan drone tidak hanya menjadi persoalan militer, tetapi juga berpotensi berdampak langsung terhadap aktivitas penerbangan dan keselamatan warga sipil di Arab Saudi.

EDITOR: Bayu Putra