← Beranda
Arab Saudi Murka 2 Bandara Diserang Houthi, Balas Serang 82 Target
Rian Alfianto• Kamis, 8 Oktober 2026 | 20.42 WIB
Ilustrasi milisi bersenjata di Yaman, Houthi, yang didukung Iran. (Dok Al-Jazeera).

JawaPos.com - Arab Saudi memastikan serangan Houthi terhadap dua bandara internasional di Riyadh dan Abha tidak akan dibiarkan tanpa balasan.

Koalisi militer pimpinan Saudi mengklaim telah menghancurkan 82 target militer Houthi, sebagai balasan atas serangkaian serangan rudal dan drone yang menewaskan tiga orang serta melukai 36 lainnya.

Serangan Houthi menyasar Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dan Bandara Internasional Abha.

Otoritas penerbangan sipil Saudi mengatakan kedua fasilitas tersebut menjadi sasaran serangan pada Selasa dan Rabu.

Baca Juga: Houthi Serang 2 Bandara Arab Saudi, 3 Warga Tewas, 36 Terluka

"Pada hari Selasa dan Rabu... Bandara Abha International dan Bandara King Khalid International menjadi sasaran serangan yang menargetkan fasilitas mereka," kata otoritas penerbangan sipil Saudi dalam pernyataannya.

Korban tewas terdiri dari seorang warga Mesir dan seorang warga Aljazair di Bandara Abha, serta seorang warga Sudan di Bandara King Khalid, Riyadh.

Bagi Saudi, serangan terhadap bandara menjadi persoalan serius karena menyasar fasilitas sipil sekaligus mengancam keselamatan penumpang dan aktivitas penerbangan internasional.

Saudi Janji Serangan Houthi Tak Akan Berlalu

Koalisi militer pimpinan Saudi secara langsung menyalahkan Houthi atas serangan tersebut. Kelompok yang didukung Iran itu sebelumnya mengaku menembakkan rudal balistik ke Bandara King Khalid di Riyadh.

Koalisi Saudi mengatakan rudal yang mengarah ke Riyadh berhasil dicegat. Mereka juga mengklaim telah menghancurkan platform peluncuran rudal yang digunakan untuk melancarkan serangan tersebut.

Baca Juga: Ancaman Houthi Meningkat, AS Ingatkan Warga soal Penerbangan di Saudi

Namun, respons Saudi tidak berhenti pada upaya mencegat rudal, melainkan juga membalas serangan tersebut.

"Serangan brutal oleh Milisi Teroris Houthi terhadap objek sipil dan sipil di Kerajaan, yang paling baru menargetkan (dua bandara) tidak akan dibiarkan tanpa hukuman," kata koalisi Saudi melalui tanggapan di platform X.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa Riyadh memilih meningkatkan tekanan militer terhadap Houthi setelah fasilitas sipil di wilayahnya menjadi sasaran.

82 Target Houthi Jadi Sasaran Balasan

Tak lama setelah serangan ke bandara, koalisi pimpinan Saudi menyatakan telah melancarkan serangan terhadap 82 target yang disebut sebagai sasaran militer yang sah.

Target yang diklaim dihancurkan mencakup fasilitas rudal balistik Houthi di kawasan pegunungan, pusat komando dan kendali, sistem komunikasi, serta lokasi berkumpulnya pasukan Houthi.

Baca Juga: Houthi Serang Kilang Minyak Arab Saudi, Ekonom Ingatkan Potensi Kenaikan BBM

Langkah tersebut berpotensi memperlebar eskalasi konflik yang kembali memanas di Yaman.

Serangan udara dan rudal kini tidak hanya terjadi di medan perang, tetapi juga mulai berdampak langsung terhadap fasilitas penerbangan dan kawasan perkotaan.

Houthi sendiri mengklaim serangan ke Riyadh menggunakan rudal balistik menyebabkan gangguan terhadap lalu lintas udara.

"Angkatan bersenjata kami baru saja menargetkan bandara King Khalid International di Riyadh dengan rudal balistik. Serangan itu akurat, karena kasih karunia Tuhan, dan mengakibatkan gangguan lalu lintas udara," kata juru bicara militer Houthi Yahya Saree juga melalui X.

Koalisi Saudi membantah keberhasilan serangan tersebut dengan menyatakan rudal berhasil dicegat.

Baca Juga: Yaman: Serangan Houthi ke Bandara Aden Eskalasi bBerbahaya

Bandara Aden Diserang, Penerbangan Dialihkan

Sementara itu, mengutip France24, dampak serangan juga dirasakan di Yaman. Kantor berita pemerintah Saba melaporkan rudal dan drone menargetkan Bandara Aden, yang menjadi pusat pemerintahan sementara Yaman.

Salah satu rudal dilaporkan jatuh di dekat landasan pacu hanya beberapa menit sebelum sebuah penerbangan dari Kairo dijadwalkan tiba. Pesawat tersebut kemudian dialihkan ke Jeddah, Arab Saudi.

Houthi juga mengklaim menyerang konvoi pasokan militer di sekitar Bandara Aden.

Di sisi lain, juru bicara Houthi mengatakan kelompok tersebut turut melancarkan serangan terhadap Bandara Abha dan Pangkalan Udara King Khalid di Khamis Mushait. 

Houthi mengklaim rudal dan drone mereka mengenai sasaran, meski klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Baca Juga: Arab Saudi Siapkan Pasukan Pakistan-Turki Hadapi Serangan Houthi

Konflik Yaman Terancam Makin Meluas

Rangkaian serangan dan pembalasan ini terjadi ketika perang di Yaman kembali memasuki fase yang lebih intens.

Houthi menguasai sebagian besar wilayah barat laut Yaman dan tengah bertempur melawan pasukan yang didukung Saudi.

Pertempuran kembali meningkat sejak perang saudara pecah lagi pada Juli, dengan kedua pihak saling mengklaim keberhasilan di sejumlah wilayah strategis.

Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional sebelumnya mengumumkan serangan balasan besar-besaran dan mengklaim berhasil mendorong Houthi keluar dari sejumlah kawasan di sepanjang Laut Merah, termasuk wilayah sekitar pelabuhan Mocha.

Houthi membantah klaim tersebut dan menyatakan masih mempertahankan wilayahnya.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Variatif Usai Serangan Rudal Houthi di Arab Saudi, Brent Tembus USD 106

Situasi di lapangan belum dapat diverifikasi secara independen. Sumber militer dari kedua kubu yang dihubungi AFP juga belum melaporkan perubahan besar dalam garis depan.

Namun, dampak kemanusiaan dari pertempuran terus membesar. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan lebih dari 200.000 orang telah mengungsi di dalam Yaman akibat kembali pecahnya konflik.

Dengan Saudi kini secara terbuka menyatakan serangan Houthi ke fasilitas sipil “tidak akan dibiarkan”, risiko aksi balasan lanjutan menjadi perhatian utama. 

Serangan terhadap bandara menunjukkan bahwa eskalasi konflik Yaman berpotensi semakin menjangkau pusat-pusat sipil dan jalur transportasi udara di kawasan.

Baca Juga: Harga Minyak Mentah Dunia Turun Lagi di Tengah Serangan Rudal Houthi ke Riyadh

EDITOR: Bayu Putra