JawaPos.com - Keluarga dan kerabat korban serangan di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi, menyampaikan duka mendalam setelah insiden tersebut menewaskan 12 orang dan melukai 309 lainnya. Ungkapan belasungkawa, pengumuman pemakaman, serta doa untuk para korban luka ramai dibagikan melalui media sosial.
Dilansir dari Arab News, Senin (12/10), Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi menyatakan korban tewas terdiri atas empat warga Arab Saudi, dua warga Bangladesh, serta masing-masing satu warga Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan. Sejumlah korban luka dilaporkan berada dalam kondisi kritis.
Taqwa Radwan
Salah satu korban asal Arab Saudi diidentifikasi oleh kerabatnya sebagai Taqwa Radwan melalui unggahan di media sosial X.
“Dengan hati yang menerima ketetapan Allah, kami berduka atas meninggalnya sepupuku, Taqwa Radwan, yang wafat kemarin setelah serangan Houthi di Bandara Riyadh,” tulis kerabatnya.
Kerabat tersebut juga memanjatkan doa agar Taqwa diterima sebagai syahid, diampuni dosa-dosanya, mendapat rahmat, dan ditempatkan di surga.
“Innalillahi wa inna ilaihi rajiun,” tulisnya.
Lamis Saad Al-Tihani
Korban lainnya, Lamis Saad Al-Tihani, diidentifikasi oleh Abdullah Ahmed Asiri sebagai putri dari keponakannya.
Asiri mengatakan Lamis meninggal dunia setelah serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid. Sementara itu, ibu Lamis, Iman Al-Tihani, mengalami luka akibat serpihan dan sedang menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Riyadh.
“Putri keponakan saya meninggal dunia setelah serangan brutal kemarin di Bandara Internasional King Khalid di Riyadh,” tulis Asiri.
Dia menyebut Lamis sedang menjalani tahun terakhir kuliahnya di universitas. Asiri juga mendoakan agar Lamis mendapat rahmat, sementara ibunya segera pulih dari luka-lukanya.
Munira Al-Anazi
Seorang teman bernama Ghada mengumumkan jadwal salat jenazah Munira Al-Anazi melalui unggahan di X.
“Salat jenazah untuk sahabat tersayang saya, Munira, semoga Allah merahmatinya, akan dilaksanakan hari ini setelah salat Asar di Masjid Al-Rajhi di Riyadh,” tulisnya.
Maryam Ibrahim Sulaiman Al-Namlah
Sulaiman Al-Namlah juga menyampaikan duka atas meninggalnya bibinya, Maryam Ibrahim Sulaiman Al-Namlah.
Dalam unggahannya, dia menyebut sang bibi meninggal akibat serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid.
“Semoga Allah mengampuninya, merahmatinya, menerimanya sebagai syahid, memberinya tempat di surga, dan menghibur hati kami,” tulisnya.
Dia menyampaikan bahwa salat jenazah Maryam dijadwalkan berlangsung pada Senin setelah salat Asar di Masjid Al-Rajhi.
Azza Ramzi, pramugari asal Mesir
Korban lainnya adalah Azza Ramzi, pramugari asal Mesir berusia 28 tahun yang sedang bertugas di Bandara Internasional King Khalid ketika serangan terjadi.
Menurut laporan Al Arabiya, Ramzi bekerja untuk maskapai Arab Saudi, Flynas. Dia meninggal akibat luka parah yang dideritanya dalam serangan tersebut.
Kabar kematiannya memicu kesedihan di kampung halamannya, Mahmoudiya, di Provinsi Beheira, Mesir. Kerabat, teman, dan warga setempat menyampaikan belasungkawa melalui media sosial.
Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty juga menyampaikan penghormatan kepada Ramzi melalui unggahan di X.
“Dengan kesedihan mendalam, saya berduka atas Azza Ramzi, yang meninggal dalam serangan di Bandara Riyadh,” tulis Abdelatty.
Dia mengatakan sedang memantau kondisi lima warga yang terluka atas arahan presiden Mesir untuk memastikan mereka mendapatkan perawatan yang diperlukan. Abdelatty juga menegaskan solidaritas penuh Mesir terhadap Arab Saudi dan mengecam serangan tersebut.
Presenter Al Hadath, Doha Al-Zohairy, turut mengenang pertemuannya dengan Ramzi dalam penerbangan antara Riyadh dan Kairo.
Dia bercerita pernah duduk bersebelahan dengan dua pramugari asal Mesir yang ditemuinya dalam salah satu perjalanan rutinnya. Percakapan mereka berlangsung menyenangkan hingga akhirnya membentuk grup WhatsApp untuk tetap berkomunikasi dan saling menanyakan kabar.
“Saya tidak pernah membayangkan bahwa hari ini saya akan mengetahui salah satu dari mereka adalah perempuan yang meninggal kemarin,” tulis Al-Zohairy.
Dia mengaku sulit mempercayai kabar tersebut setelah melihat kembali foto di grup WhatsApp mereka. Al-Zohairy kemudian menyampaikan doa bagi Ramzi dan keluarga yang ditinggalkan.
Korban warga Amerika Serikat belum diidentifikasi
Identitas korban berkewarganegaraan Amerika Serikat hingga kini belum diumumkan kepada publik.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengonfirmasi bahwa seorang warga negara AS termasuk di antara korban tewas dalam serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid.
“Amerika Serikat mengecam keras serangan terbaru kelompok teroris Houthi terhadap Arab Saudi, termasuk serangan hari ini di Bandara Internasional King Khalid di Riyadh yang merenggut nyawa sejumlah warga sipil tak bersalah, termasuk seorang warga negara Amerika,” tulis Rubio.
Dia menegaskan serangan tersebut menunjukkan pengabaian terhadap keselamatan warga sipil dan harus segera dihentikan. Rubio juga menyatakan dukungan AS kepada Arab Saudi serta menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan keluarga mereka.