JawaPos.com - Koalisi untuk Memulihkan Legitimasi di Yaman menyatakan berhasil mencegat rudal balistik yang diluncurkan kelompok Houthi menuju Riyadh, ibu kota Arab Saudi, pada Senin (12/10). Pencegatan tersebut terjadi di tengah rentetan serangan Houthi terhadap bandara dan fasilitas minyak Arab Saudi sejak pekan lalu.
Dilansir dari Arab News, Selasa (13/10), juru bicara koalisi Mayor Jenderal Turki Al-Maliki mengumumkan keberhasilan pencegatan tersebut melalui media sosial X. Dia menyebut rudal balistik yang diluncurkan milisi Houthi berhasil dihancurkan sebelum mencapai sasaran.
Tak lama setelah tengah malam pada Selasa (13/10), koalisi kembali mengumumkan telah mencegat dan menghancurkan dua rudal balistik yang ditembakkan pemberontak Houthi menuju Khamis Mushayt.
Sebelumnya, pada Senin, koalisi menyatakan sedang merespons serangan yang melibatkan pesawat nirawak dan rudal jelajah.
Houthi telah melancarkan serangan terhadap bandara dan fasilitas minyak Arab Saudi sejak pekan lalu. Serangan pada Sabtu (10/10) menewaskan sedikitnya 13 orang dan melukai ratusan lainnya di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh.
Empat orang juga tewas dalam serangan sebelumnya pada Rabu dan Kamis, sementara satu korban lainnya meninggal dunia pada Minggu (11/10).
Operasional Bandara Internasional King Khalid yang berada di pinggiran Riyadh masih dihentikan pada Senin. Rekaman kamera pengawas yang dirilis otoritas Arab Saudi memperlihatkan para jemaah umrah mengenakan pakaian ihram dan menunggu di ruang keberangkatan sebelum kilatan ledakan muncul secara tiba-tiba. Puing-puing yang terbakar kemudian berjatuhan di dalam bangunan.
Serangan beruntun tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap keselamatan warga sipil dan jemaah umrah yang menggunakan fasilitas penerbangan di Arab Saudi.
Arab Saudi Minta Warga Tak Sebarkan Video Serangan Houthi
Terpisah, pemerintah Arab Saudi meminta masyarakat mengandalkan sumber informasi resmi dan tidak menyebarkan foto, video, maupun informasi mengenai operasi keamanan dan militer dari sumber yang tidak dikenal atau tidak dapat dipercaya. Imbauan itu disampaikan setelah serangan Houthi terhadap Bandara Riyadh menewaskan sedikitnya 13 orang dan melukai ratusan lainnya.
Dilansir dari Arab News, Selasa (13/10), Menteri Media Arab Saudi Salman Al-Dossary menyampaikan imbauan tersebut dalam konferensi pers pemerintah pada Senin (12/10). Dia menegaskan bahwa informasi yang akurat merupakan bagian penting dari upaya menjaga keamanan.
Al-Dossary mengatakan Arab Saudi siap mempertahankan wilayahnya serta melindungi warga negara dan penduduk dari ancaman mana pun. Dia juga menegaskan bahwa kehidupan di kerajaan tersebut tetap berjalan normal.
Menurut dia, peningkatan kesiapsiagaan tidak berarti masyarakat perlu merasa cemas. Langkah tersebut merupakan bentuk persiapan negara untuk menghadapi berbagai kemungkinan, terlepas dari seberapa besar peluang terjadinya skenario tersebut.
Al-Dossary menyebut Houthi sebagai milisi teroris yang berulang kali menunjukkan pengabaian terhadap hukum internasional serta prinsip moral dan agama.
Dia mengatakan serangan kelompok tersebut terhadap dua masjid paling suci dalam Islam, warga sipil, dan fasilitas vital mempertegas pentingnya kewaspadaan serta kesiapan bersama.
Serangan Bandara Riyadh Tewaskan Belasan Orang
Menurut Kantor Berita Saudi (SPA), serangan milisi Houthi pada Sabtu (10/10) menyasar terminal penumpang di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh. Serangan itu menewaskan sedikitnya 13 orang dan melukai lebih dari 300 lainnya.
Pada Minggu (11/10), seorang warga negara Pakistan tewas dan 11 orang lainnya terluka setelah proyektil yang belum diketahui jenisnya menghantam Terminal 4 hingga memicu kebakaran.
Dalam konferensi pers yang sama, pemerintah juga memaparkan sejumlah perkembangan di luar sektor keamanan, termasuk perumahan, layanan pemerintahan digital, eksplorasi mineral, dan pengembangan jaringan transportasi Riyadh.
Al-Dossary menyatakan lebih dari 63.000 keluarga Arab Saudi menjadi pemilik rumah untuk pertama kalinya pada paruh pertama 2026.
Arab Saudi juga mempertahankan posisi teratas di kawasan dalam Indeks Kematangan Layanan Pemerintahan Digital untuk keempat kalinya secara berturut-turut, dengan skor keseluruhan 99 persen.
Di sektor pertambangan, eksplorasi di proyek Jabal Sayid mengidentifikasi sekitar 114 juta ton bijih yang mengandung konsentrasi tinggi unsur tanah jarang. Proyek tersebut juga menunjukkan indikasi keberadaan uranium.
Riyadh Perluas Jaringan Transportasi
Al-Dossary mengatakan transformasi Riyadh terlihat dari perkembangan aktivitas transportasi, perluasan kawasan perkotaan, dan bertambahnya proyek pembangunan. Ibu kota Arab Saudi itu juga terus memperkuat posisinya sebagai pusat bisnis dan investasi internasional.
CEO Komisi Kerajaan untuk Kota Riyadh, Ibrahim Al-Sultan, memaparkan investasi transportasi yang disiapkan untuk mengimbangi pertumbuhan kota.
Menurut Al-Sultan, Riyadh memiliki perekonomian besar dan menawarkan banyak peluang. Jumlah penduduknya juga bertambah ratusan ribu orang setiap tahun.
Pertumbuhan tersebut meningkatkan kebutuhan perjalanan harian untuk bekerja, bersekolah, mengakses layanan, dan beraktivitas pada waktu luang. Karena itu, Riyadh membutuhkan jaringan transportasi dengan kapasitas lebih besar, jangkauan lebih luas, dan efisiensi operasional yang lebih baik.
Komisi Kerajaan untuk Kota Riyadh telah menandatangani kontrak pembelian 94 kereta tambahan. Dengan pengadaan tersebut, jumlah armada kereta akan meningkat dari 183 menjadi 277 unit.
Penambahan armada diharapkan meningkatkan kapasitas angkut sekaligus menambah layanan pada jalur-jalur tersibuk.
Sejak mulai beroperasi, jaringan transportasi umum Riyadh telah mendekati 500 juta perjalanan penumpang. Lebih dari 300 juta perjalanan di antaranya tercatat menggunakan Metro Riyadh. Sementara itu, perjalanan yang dilakukan mahasiswa dan pelajar telah melampaui 20 juta.
Selain pengembangan jaringan kereta, sejumlah jembatan dan terowongan akan dibuka secara bertahap dalam empat tahun mendatang. Pembangunan tersebut merupakan bagian dari program pengembangan jalan lingkar dan koridor jalan utama Riyadh.
Program yang diluncurkan Putra Mahkota Arab Saudi itu mencakup sekitar 700 kilometer jalur utama dan lebih dari 330 persimpangan besar. Rencana tersebut juga meliputi pembangunan lebih dari 300 jembatan dan 80 terowongan di berbagai kawasan kota.