JawaPos.com - Komisi B Bidang Perekonomian DPRD DKI Jakarta mengatakan, BUMD PT MRT Jakarta berencana mengakuisisi saham PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) pada 2023.
Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Ismail mengatakan, PT MRT Jakarta berencana menjadi pemilik saham mayoritas di perusahaan jasa kereta listrik tersebut.
"Karena dengan akuisisi tersebut, paling tidak 51 persen saham dari PT KCI itu dimiliki oleh MRT," ujarnya di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (14/9).
Oleh karena itu, lanjut Ismail, PT MRT Jakarta mengajukan penyertaan modal daerah (PMD) untuk 2023 sebesar Rp 1,71 triliun untuk akuisisi saham KCI.
Sehingga, berdasarkan data dari paparan PT MRT, total PMD yang diusulkan untuk tahun 2023 adalah sekitar Rp 6,2 triliun, di mana selain akuisisi saham KCI, sisanya merupakan modal untuk pekerjaan proyek MRT Fase 1 dan MRT Fase 2.
Terkait akuisisi saham KCI itu, politikus PKS itu mengatakan bahwa hal itu dimaksudkan untuk melancarkan proses integrasi rute dan moda oleh PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ).
Di mana jumlah penumpang atau ridership KRL yang dikelola PT KCI, mencapai 1,7 juta orang per harinya.
"Kalau saham kita dominan di sana, maka nanti kita bisa membuat kebijakan itu lebih lancar," ujar Ismail.
Proses pembahasan akuisisi PT KCI oleh PT MRT Jakarta ini sendiri, dinilai Ismail, masih panjang. BUMD DKI itu masih perlu melakukan kajian dan menunggu respon ataupun itikad dari PT KCI.
"Jikapun jadi, tak akan banyak perubahan operasional kereta rel listrik (KRL) atau kereta commuter pasca akuisisi," pungkasnya.