← Beranda
Ada Demo di Monas dan DPR, Pengendara Diimbau cari Jalur Alternatif
Ryandi Zahdomo• Jumat, 18 Oktober 2024 | 23.45 WIB
Aksi bertajuk Adili Presiden Jokowi yang di gelar oleh BEM SI yang berisikan kritik terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Ryandi Zahdomo/ JawaPos.com)
 
JawaPos.com - Masyarakat diminta untuk menghindari lalu lintas di sekitar Monas dan gedung DPR/MPR RI. Pasalnya, akan terdapat sejumlah aksi yang digelar di dua lokasi tersebut. 
 
Untuk di patung kuda Monas, akan terdapat ksi bertajuk Adili Presiden Jokowi yang di gelar oleh BEM SI yang berisikan kritik terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kemudian ada pula dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Aliansi Mahasiswa Banten Peduli Demokrasi. 
 
Selain itu, juga akan ada masa aksi Kongres Rakyat Indonesia, yang berisikan Apresiasi Capaian Pemerintahan Jokowi , Ma'ruf Amin dan Menatap Masa Depan Yang Berkelanjutan Bersama Prabowo Gibran Menuju Indonesia Maju".
 
Sedangkan aksi di depan gedung DPR/MPR RI rencananya akan digelar oleh Aliansi Rakyat Menggugat, BEM UMT dan lainnya. 
 
Baca Juga: Prediksi PSM Makassar vs Madura United, Demi Wujudkan Kemenangan Perdana di Liga 1 Indonesia
 
"Untuk para pengendara yang akan melewati patung kuda dan DPR RI agar mencari jalan alternatif lainnya untuk menghindari kemacetan dan penumpukan kendaraan di sekitar Monas dan DPR RI," ujar Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Ruslan Basuki kepada JawaPos.com, Jumat (18/10/2024). 
 
Ia juga menjelaskan, rekayasa lalu-lintas bersifat situasional. Jika dibutuhkan, barulah petugas akan melakukan pengalihan lalu lintas 
 
"Untuk sementara belum ada, masih normal. Melihat ekskalasi dilapangan kalau meningkatkan arus lalulintas di alihkan," terangnya.
 
Baca Juga: Mendagri Tito Ungkap Alasan Heru Tidak Diusulkan Lagi Sebagai Pj Gubernur DKI Jakarta
 
Sebelumnya, sebanyak 1.929 personel gabungan Polri dikerahkan guna mengamankan kegiatan masyarakat di Patung Kuda dan DPR RI, Jumat (18/10/2024). Petugas gabungan tersebut berasal dari TNI, Polri, Pemda dan instansi terkait lainnya.
 
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengimbau agar warga menyampaikan aspirasinya dengan damai dan sesuai aturan yang berlaku.
 
"Silakan sampaikan aspirasi secara sejuk dan damai, tidak ada kebencian dan provokatif yang dapat mengganggu stabilitas kamtibmas," ungkap Susatyo.
 
 
EDITOR: Bintang Pradewo