JawaPos.com - Aksi penutupan akses Exit Tol Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat menggunakan rantai sempat memicu kegaduhan di media sosial. Banyak netizen mengira penutupan tersebut merupakan aksi premanisme oleh "Pak Ogah". Namun, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta akhirnya memberikan klarifikasi resmi.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menegaskan, penutupan jalan tersebut adalah bagian dari prosedur manajemen lalu lintas untuk mengurai kemacetan, bukan tindakan liar.
Kebijakan ini diambil bukan tanpa alasan. Volume kendaraan yang keluar dari tol pada jam sibuk kerap mengunci arus lalu lintas di arteri.
"Penutupan pintu keluar tol Rawa Buaya pada jam sibuk pagi hari karena exit tol tersebut menyebabkan kemacetan yang parah di Jl. Outer Ring Road," ujar Syafrin, Kamis (15/1).
Selama ini, akses tersebut rutin ditutup mulai pukul 06.00 hingga 11.00 WIB. Namun, melihat dinamika di lapangan, Dishub berencana melakukan penyesuaian durasi agar lebih efektif bagi pengendara.
"Kami akan berkoordinasi dengan Sudishub Jakbar untuk mengubah jam penutupan menjadi pukul 07.00 WIB hingga 10.00 WIB," ucap Syafrin.
Rantai dan Atribut Resmi Milik Dishub
Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah pun meninjau langsung lokasi penutupan. Ia memastikan bahwa rantai dan water barrier yang terlihat dalam video viral adalah aset negara.
"Betul, memang itu kemarin itu ditutup oleh Sudishub," ujar Iin.
Untuk menghindari klaim sepihak dari pengatur lalu lintas liar atau Pak Ogah, pihak Pemkot dan Dishub akan memperketat pengamanan di lokasi tersebut.
"Nanti akan ditutup dengan rantai dan dengan kendaraan Dishub, sehingga meminimalisir Pak Ogah kembali di lokasi ini," tambah Iin.
Kondisi Terkini di Lapangan
Berdasarkan pantauan pada Kamis sore, suasana di Exit Tol Rawa Buaya sudah dijaga ketat oleh personel Sudishub dan Satpol PP Jakarta Barat. Meski jalan sudah dibuka kembali untuk kendaraan dari arah Kembangan menuju Cengkareng, kemacetan panjang tetap tak terhindarkan.
Arus lalu lintas di Jalan Outer Ring Road terpantau mengular hingga 1 kilometer, mulai dari lampu merah perempatan Cengkareng hingga area flyover Duri Kosambi.
Polisi Amankan Pak Ogah untuk Pemeriksaan
Sebelumnya, sempat terjadi salah paham yang berujung pada pengamanan tiga orang Pak Ogah oleh kepolisian pada Rabu (14/1). Mereka dituding sengaja menutup jalan demi meminta uang. Namun, hasil pemeriksaan polisi berkata lain.
Kanit Reskrim Polsek Cengkareng Iptu Aang Kaharudin menegaskan, rantai dan gembok yang digunakan adalah milik Dinas Perhubungan.
"Jadi penutupan jalan itu memang dari Dishub, dan Dishub sudah menyatakan bahwa gembok penutupan itu dari Dishub," jelas Aang.