← Beranda
Orang Tua Jauh dan Kakak Sakit, Petugas Damkar Bantu Siswi di Bekasi Ambil Rapor
Ryandi Zahdomo• Senin, 29 Juni 2026 | 15.04 WIB
Komandan Regu Pleton 9 Kompi B Pos Damkar Pondokgede, Cahyo Dwi Kartika, mendampingi seorang siswi SMAN 5 Kota Bekasi yang meminta bantuan mengambil rapor semester genap, Sabtu (27/6). (Istimewa)

JawaPos.com - Sebuah momen tidak biasa terjadi di Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Pondok Gede, Kota Bekasi, akhir pekan kemarin. Bukan untuk melaporkan kebakaran atau meminta evakuasi hewan liar, dua siswi SMA mendatangi petugas dengan raut wajah cemas demi meminta bantuan mendampingi pengambilan rapor semester genap di SMAN 5 Kota Bekasi.

Langkah nekat ini diambil karena salah satu siswi tersebut, Rahel, tidak memiliki wali yang bisa hadir ke sekolah. Orang tuanya saat ini berada di Surabaya, sementara sang kakak yang tinggal di Depok sedang jatuh sakit.

Komandan Regu Pleton 9 Kompi B Pos Damkar Pondok Gede, Cahyo Dwi Kartika, menyatakan bahwa pihaknya langsung bergerak tanpa berpikir panjang setelah mendengar cerita remaja tersebut.

Baca Juga: 3 Oknum Pejabat Ditjenpas terkait Jaringan Narkoba Ditangkap Polda Jambi

"Melihat kondisinya, kami langsung merespons untuk membantu mengantarnya mengambil rapor," ujar Cahyo dikutip dari Radar Bekasi (JawaPos Group), Senin (29/6).

Kejutan di Ruang Kelas: Masuk 10 Besar

Sesampainya di sekolah, Cahyo yang mengenakan seragam dinas langsung menemui wali kelas Rahel. Dalam kesempatan tersebut, Cahyo baru mengetahui bahwa Rahel selama ini tinggal sendiri di kawasan Cileungsi dan jauh dari keluarga.

Meski hidup mandiri dengan segala keterbatasan, Rahel membuktikan diri lewat prestasi akademik yang gemilang. Di hadapan petugas Damkar, wali kelas menunjukkan hasil belajar Rahel yang memuaskan.

Baca Juga: ABPEDNAS Gelar Podcast Bareng Sherly Tjoanda, Bahas Desa Hingga Peran Pemerintah Pusat

"Pas saya lihat nilai rapornya bagus. Ternyata dia peringkat delapan di kelas," tutur Cahyo bangga.

Proses pendampingan yang berlangsung singkat sekitar 30 menit itu menjadi momen yang sangat membekas bagi para petugas yang biasa berhadapan dengan kobaran api.

Panggilan Kemanusiaan di Luar Tugas Pokok
Cahyo mengakui bahwa mengurus administrasi sekolah atau mendampingi siswa mengambil rapor sama sekali bukan bagian dari tugas pokok dan fungsi (tupoksi) pemadam kebakaran.

Namun bagi Pleton 9 ini, esensi dari seragam biru yang mereka kenakan adalah memberikan pertolongan kepada masyarakat yang sedang kesulitan, apa pun bentuknya.

"Kalau dari tugas utama memang tidak ada. Ini hanya sekadar membantu warga yang membutuhkan," imbuhnya.

Insiden kecil di sudut Kota Bekasi ini menjadi pengingat bahwa misi penyelamatan tidak selalu berkaitan dengan bencana besar. Kadang, aksi paling heroik justru hadir dalam bentuk memastikan seorang anak tidak berjuang sendirian demi masa depannya.

EDITOR: Bintang Pradewo