← Beranda
EwasteRJ-BRIN Kembangkan Dismantling Hub E-Waste untuk Dorong Green Jobs
Dinarsa Kurniawan• Selasa, 29 September 2026 | 20.06 WIB
BRIN dan EwasteRJ bekerja sama mengembangkan Dismantling Hub untuk mendukung pengelolaan e-waste yang aman dan terstandar di Indonesia. (Dinarsa Kurniawan/JawaPos.com)

 

JawaPos.com - PT Daur Ulang Sampah Elektronik (EwasteRJ) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan Dismantling Hub E-waste.

Tempat pembongkaran sampah elektronik tersebut akan diarahkan menjadi fasilitas yang aman, terstandar, dan berbasis teknologi. 

Fasilitas ini disiapkan untuk merespons peningkatan volume e-waste sekaligus membuka peluang kerja dan pengembangan keterampilan di sektor tersebut.

“Indonesia sudah memiliki banyak orang dengan keterampilan dan pengalaman dalam dismantling e-waste,” kata Pendiri sekaligus Direktur PT Daur Ulang Sampah Elektronik Rafa Jafar.

Menurut Rafa, pengalaman tersebut perlu didukung fasilitas, teknologi, pelatihan, dan standar keselamatan agar dapat berkembang menjadi keterampilan kerja yang lebih baik. “Kami melihat pekerjaan ini memiliki masa depan besar sebagai green jobs,” ujarnya.

Pengembangan fasilitas tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara EwasteRJ dan BRIN melalui Pusat Riset Teknologi Lingkungan dan Teknologi Bersih (PRTLTB), Senin (28/9). Penandatanganan berlangsung di Ruang Accountable, Gedung 720, Kawasan Sains dan Teknologi B.J. Habibie, Tangerang Selatan.

Kerja sama ini hadir di tengah meningkatnya timbunan e-waste di Indonesia. Berdasarkan laporan The Global E-Waste Monitor, jumlah e-waste Indonesia naik dari 1,62 juta ton pada 2019 menjadi sekitar 1,9 juta ton pada 2022.

Sebagian aktivitas pengelolaan e-waste saat ini masih dilakukan sektor informal. Aktivitas tersebut memiliki nilai ekonomi dan telah menghasilkan keterampilan yang terbentuk selama bertahun-tahun.

Namun, proses yang belum dilengkapi standar keselamatan dapat meningkatkan risiko paparan bahan berbahaya, logam berat, serta kecelakaan kerja.

Dismantling Hub dirancang untuk menangani tahap pembongkaran perangkat elektronik sebelum komponen masuk ke proses berikutnya.

Komponen bernilai dapat dipisahkan untuk dimanfaatkan atau didaur ulang, sementara material yang membutuhkan penanganan khusus dapat dikelola sesuai ketentuan.

EwasteRJ juga menyiapkan sistem digital dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk mendukung dokumentasi, keterlacakan proses, pencatatan material, serta identifikasi perangkat dan komponen. “Kami sedang membangun fondasi untuk masa depan pengelolaan e-waste Indonesia,” tutur Rafa.

Dari sisi BRIN, kerja sama ini menjadi bagian dari pengembangan riset, metode kerja, dan pengetahuan untuk mendukung pengelolaan e-waste. Kepala PRTLTB BRIN Dr. Ario Betha Juanssilfero, M.Sc. berharap kolaborasi tersebut berlanjut pada tahap implementasi.

“Harapannya, setelah penandatanganan ini ada langkah-langkah konkret yang bisa dilakukan,” kata Ario.

Menurut Ario, fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan terkait e-waste. “Fasilitas laboratorium lingkungan ini bisa menjadi tempat untuk dismantling sekaligus kegiatan lain yang berhubungan dengan e-waste,” ujarnya.

Baca Juga: Peringatan Hari Bumi: Ancaman Sampah Elektronik Kian Nyata, Ini Cara Sederhana yang Bisa Dilakukan

Di menambahkan, hasil riset dan pengembangan dari kolaborasi tersebut diharapkan dapat menjadi dasar bagi penyusunan rekomendasi kebijakan dan standar pengelolaan e-waste yang lebih baik di Indonesia. (*)

EDITOR: Dinarsa Kurniawan