JawaPos.com - Polsek Pasar Rebo mulai memeriksa pihak manajemen pabrik susu PT Indolakto menyusul insiden kebocoran gas amoniak di kawasan Pekayon, Jakarta Timur, yang menyebabkan 24 warga mengalami sesak napas pada Senin (28/9).
Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengusut tuntas penyebab bocornya gas berbahaya dari pabrik susu tersebut hingga berdampak pada permukiman warga di RT 01/04 Kelurahan Pekayon.
Kapolsek Pasar Rebo Kompol Wayan Wijaya membenarkan pihaknya telah melakukan pemanggilan dan memintai keterangan dari perwakilan pabrik.
"Baru satu orang dari pihak manajemen yang kami panggil untuk dimintai keterangan," ujar Kompol Wayan Wijaya, Selasa (29/9).
Meski begitu, pihak kepolisian belum membeberkan rincian identitas maupun jabatan dari perwakilan manajemen yang hadir di Mapolsek Pasar Rebo tersebut.
Kompol Wayan menambahkan, kepolisian saat ini masih terus berkoordinasi dengan pengurus lingkungan setempat untuk mencocokkan data pasti warga yang terdampak.
Kronologi Kejadian: Diawali Suara Letupan Keras
Peristiwa ini bermula sekitar pukul 14.15 WIB. Seorang warga setempat bernama Hermanto, 48, mengaku sempat mendengar suara letupan cukup keras saat berada di dalam rumahnya.
Awalnya, Hermanto mengira suara tersebut berasal dari ban kendaraan yang pecah di jalan raya.
Namun, tak lama setelah suara letupan terdengar, aroma menyengat khas amoniak mendadak menyeruak dan menusuk hidung.
Sadar akan ancaman bahaya gas berbahaya tersebut, Hermanto bersama warga RT 001/004 Pekayon langsung berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Puluhan Warga Dilarikan ke Fasilitas Kesehatan
Paparan gas amoniak yang menyebar cepat ke pemukiman membuat puluhan warga mendadak mengalami gangguan pernapasan tajam.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Timur, AKP I Made, menjelaskan bahwa petugas bersama warga bergerak cepat mengevakuasi para korban ke beberapa fasilitas medis terdekat.
"24 orang mendapatkan perawatan. 1 Korban di RS Harapan Bunda, 3 Korban di RS Tugu Ibu, dan 20 Korban di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo," ungkap AKP I Made, Selasa (29/9).
Sebagian besar korban yang dievakuasi mengeluhkan gejala sesak napas akibat menghirup udara yang terkontaminasi gas kimia tersebut.
Penyebab Kebocoran dan Kondisi Terkini Warga
Berdasarkan investigasi awal, dugaan sementara memicu insiden ini adalah timbulnya kerusakan teknis pada bagian condenser cooler milik pabrik PT Indolakto.
Kerusakan pada komponen pendingin tersebut menyebabkan gas amoniak terlepas bebas ke udara bebas di sekitar area permukiman.
Mendapati kondisi darurat tersebut, tim teknis PT Indolakto segera diterjunkan ke lokasi untuk mengisolasi titik kebocoran dan memperbaiki mesin yang bermasalah.
Sekira pukul 16.00 WIB pada hari kejadian, konsentrasi bau gas dilaporkan mulai berkurang secara signifikan sehingga warga yang dievakuasi diizinkan kembali ke rumah.
Mengenai kondisi kesehatan para korban, Kompol Wayan menegaskan bahwa mayoritas warga yang sempat dirawat kini kondisinya sudah membaik.
"Korban akibat gas meledak hingga sore kemarin semua diperbolehkan pulang dari Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo," katanya.