JawaPos.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan akan menyetujui permohonan hibah armada pemadam kebakaran (damkar), ambulans, hingga bus sekolah yang diajukan Pemerintah Kota Bogor untuk memperkuat operasional wilayah penyangga tersebut.
Hal ini disampaikan usai Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengajukan permohonan resmi guna menunjang penanganan kebakaran di bangunan bertingkat yang kian marak di wilayahnya.
Pramono menegaskan, pihaknya telah meminta Pemkot Bogor melengkapi seluruh berkas permohonan agar proses hibah dapat segera ditindaklanjuti.
"Waktu saya bertemu dengan Wali Kota, permintaan ini ada. Dan saya juga meminta permintaan ini diformalkan. Nanti tentunya terutama untuk damkar, kami akan juga memprioritaskan untuk Bogor. Termasuk ambulans kalau memang masih mau. Termasuk bus sekolah," ujar Pramono di Kelapa Gading, Selasa (29/9).
Butuh Damkar Bertangga untuk Gedung Bertingkat
Permohonan hibah ini dilakukan lantaran pesatnya pertumbuhan bangunan bertingkat dan kawasan industri di Kota Bogor.
Dimana membutuhkan kesiapan armada pemadam kebakaran berspesifikasi khusus, terutama damkar yang dilengkapi tangga.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengungkapkan, keterbatasan anggaran daerah membuat pengadaan armada damkar bertangga berukuran besar sulit dijangkau jika harus membeli unit baru.
"Nanti misalnya dikasih damkar yang ada tangganya, ya alhamdulillah karena di Bogor kan sudah banyak gedung-gedung tinggi. Kalau DKI itu uangnya banyak, berbeda dengan Kota Bogor. Kalau kita membeli barang baru, tentu keuangan kita sekarang ini sedang tidak cukup," ujar Dedie dikutip dari Radar Bogor.
Ia memaparkan, keberadaan damkar berukuran besar sangat krusial saat terjadi kebakaran di area industri atau gedung tinggi.
Seperti insiden kebakaran pabrik tekstil Unitex di Tajur beberapa waktu lalu. Penanganan saat itu dianggap bisa lebih cepat jika ditunjang armada berkapasitas besar.
Armada Layak Pakai Bekas Pemprov DKI
Menurut Dedie, peluang mendapatkan hibah dari Pemprov DKI cukup terbuka karena Jakarta memiliki sejumlah armada operasional yang tergolong dalam skema penghapusan aset, tetapi kondisinya masih sangat layak pakai.
"Kilometernya pun masih rendah. Kalaupun usianya DKI sudah ada penghapusan, ya kita siap saja menerimanya. Mau tidak mau Bogor ini kan penyangga ibu kota juga," imbuhnya.
Pihak Pemkot Bogor sendiri telah mengirimkan surat resmi permohonan hibah tersebut dan kini menunggu tindak lanjut administratif dari Pemprov DKI Jakarta.