← Beranda
Mediasi Segera Digelar untuk Warga Pekayon yang Jadi Korban Gas Amonia Indolakto
Ryandi Zahdomo• Kamis, 1 Oktober 2026 | 01.37 WIB
Petugas kepolisian melakukan pengecekan lokasi kebocoran gas amoniak pabrik susu PT Indolakto di Pekayon, Jakarta Timur. (Istimewa)

JawaPos.com - Polsek Pasar Rebo berencana memanggil perwakilan warga RT 01/RW 04 Kelurahan Pekayon, Jakarta Timur, untuk menjembatani proses mediasi dengan pihak PT Indolakto dalam waktu dekat. Kepolisian memastikan pabrik susu ini akan berkomitmen penuh menanggung kesehatan warga sekitar.

Langkah ini diambil menyusul insiden kebocoran gas amonia dari pabrik susu tersebut yang berdampak langsung pada puluhan warga pemukiman sekitar. Kanit Reskrim Polsek Pasar Rebo Iptu Lilik Budiyanto menegaskan, pihaknya telah meminta keterangan resmi dari manajemen perusahaan.

"Kemarin sudah kami panggil, sudah kami lakukan berita acara pemeriksaan (BAP)," ujar Lilik, pada Rabu (30/9).

Pihak kepolisian menegaskan tidak ada ledakan fisik pada struktur bangunan pabrik, melainkan murni insiden kebocoran gas yang kini penanganan teknisnya telah diisolasi oleh tim pabrik. "Kebocoran gas saja. Tidak ada ledakan dari pabrik itu," terang Iptu Lilik.

Kebocoran Mesin Menyebabkan Warga Dilarikan ke Rumah Sakit

Insiden bermula pada Senin (28/9) sekira pukul 14.15 WIB. Kasi Humas Polres Metro Jakarta Timur AKP I Made mengatakan sebanyak 24 warga Pekayon dilarikan ke fasilitas medis akibat mendadak mengalami gangguan pernapasan.

Penanganan medis terbagi di beberapa titik, yakni 20 korban dirawat di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo, 3 korban di RS Tugu Ibu, dan 1 korban di RS Harapan Bunda. Dugaan awal menunjukkan bahaya timbul akibat kerusakan pada bagian condenser cooler milik PT Indolakto hingga memicu pelepasan gas amonia ke udara.

Dampak paling signifikan dirasakan warga RT 01/RW 04 karena jarak pemukiman yang amat berdekatan dengan area pabrik.

Ketua RW 01/RW 04 Kelurahan Pekayon, Indra Jaya mengungkapkan sensasi pedih luar biasa yang dialami para korban saat menghirup gas tersebut.

 

"Ya, seperti kena gas air mata. Tapi kalau ini lebih parah karena mata itu perih, perih banget yang anak-anak balita ini sampai kaya kejang gitu saking sakitnya," tutur Indra, Selasa (29/9).

Indra berharap manajemen perusahaan memberikan perhatian utama terhadap pemulihan kondisi fisik warga yang terdampak. "Makanya saya harap mohon kerjasamanya PT Indolakto untuk memprioritaskan kesehatan warga yang terdampak," tegasnya.

 

EDITOR: Diar Candra