← Beranda
Koordinator BEM UI Diserang OTK di Tebet Jaksel, Sempat Diancam Bunuh
Ryandi Zahdomo• Senin, 5 Oktober 2026 | 16.51 WIB
Kondisi Koordinator Bidang Sosial Politik (Korbid Sospol) BEM UI, Hafidz Hernanda (Bapis) usai diserang orang tidak dikenal (OTK) di Tebet, Jakarta Selatan. (Instagram @fathimahzzhr) 

JawaPos.com - Koordinator Bidang Sosial Politik (Korbid Sospol) Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Hafidz Hernanda (Bapis), diserang oleh orang tidak dikenal (OTK) pada Minggu (4/10) jelang tengah malam.

Kejadian menimpa Hafidz saat sedang berkendara, di mana ia ditendang dari sepeda motor hingga terjatuh, dipukuli, dan diancam bakal dibunuh sebelum ponsel serta tas miliknya dirampas.

Peristiwa penyerangan itu terjadi di wilayah Tebet Barat Dalam IX, Jakarta Selatan, Minggu (4/10) sekitar pukul 23.50 WIB hingga ia mengalami luka-luka.

Informasi penyerangan ini diunggah oleh Wakil Ketua BEM UI, Fathimah Azzahra, melalui akun Instagram pribadinya @fathimahzzhr.

Baca Juga: BEM SI Gelar Demo Tuntut Pendidikan Gratis di DPR, 3.983 Personel Amankan Aksi

Dalam unggahan tersebut, Fathimah mengonfirmasi bahwa Hafidz berhasil selamat meskipun mengalami luka-luka dan memar akibat aksi kekerasan tersebut.

"Malam ini koordinator bidang sospol BEM UI, Hafidz Haernanda, dipukuli handphone dan tas nya diambil, yang mana kebetulan didalam nya ada Kartu Tanda Mahasiswa milik saya," ujar Fathimah dikutip dari unggahan instagramnya, Senin (5/10).

Kronologi Penyerangan dan Barang Bukti Tertinggal

Insiden penganiayaan ini terjadi sekitar 5 meter dari kedai Sushimate Tebet. Mulanya pelaku menendang korban hingga terjatuh dari motor, lalu memukulinya di lokasi kejadian.

Di tengah percekcokan, pelaku sempat mengancam akan membunuh korban sebelum akhirnya merampas barang-barang milik korban.

Anehnya, saat melarikan diri, pelaku meninggalkan sebuah tas yang berisi sejumlah barang mencurigakan di tempat kejadian perkara (TKP).

Baca Juga: BEM SI Kepung DPR Senin Besok, Soroti Pendidikan Gratis hingga Kesejahteraan Guru

Barang-barang yang tertinggal dalam tas pelaku meliputi sarung tangan latex, lakban, sandal, kain sarung/slayer, kacamata lensa oranye, dan peci.

HP Dirampas dan Lokasi Pelaku Dimatikan

Selain menganiaya korban, pelaku mengondisikan agar jalur komunikasi korban terputus seketika. HP milik Hafidz beserta akses pelacak lokasinya (Find My) langsung dimatikan sekitar 15 menit pasca-kejadian.

Pelaku kabur bersama dua rekan lain yang sudah bersiap menunggunya. Ada dua orang lain di sekitar lokasi yang tadinya hanya duduk-duduk mendadak ikut melarikan diri.

"Pada saat pelaku kabur, ada 2 orang yang tadinya hanya duduk duduk tiba-tiba ikut kabur juga," terangnya.

Fathimah turut menyampaikan keprihatinannya atas insiden kekerasan yang menimpa rekannya sesama pengurus BEM UI tersebut.

Baca Juga: BEM Sebut Aksi Pengibaran Bendera Bintang Kejora Bukan Mahasiswa USTJ tapi Anggota KNPB

Ia mengaku masih merenungkan alasan mahasiswa masih menjadi korban kekerasan seperti ini. 

"Saya masih merenungkan, kira kira kenapa mahasiswa harus jadi target atas hal hal seperti ini. Entah apakah kartu tanda mahasiswa dalam tas itu memicu perasaan yang sama rasa getir dalam dada para pelaku atau memang mereka sudah terbiasa dengan rasa itu. Stay safe everyone," katanya.

EDITOR: Bayu Putra