JawaPos.com - Aksi demonstrasi yang digelar Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) di depan Gedung DPR RI diwarnai ricuh setelah massa melakukan pembakaran ban, Senin (5/10).
Kericuhan tersebut mengakibatkan aksi saling dorong dengan aparat kepolisian hingga menyebabkan seorang peserta aksi mengalami luka di bagian wajah.
Pada awalnya, unjuk rasa yang menyuarakan aspirasi masyarakat ini berlangsung kondusif.
Sejumlah perwakilan mahasiswa menyampaikan orasi secara bergantian dari atas mobil komando. Bahkan, delegasi peserta aksi sempat diterima masuk ke dalam Gedung DPR RI untuk menyalurkan tuntutan mereka secara langsung.
Baca Juga: OJK: Nominal Pinjol Masyarakat Melonjak 22 Persen Sentuh Rp 107 Triliun per Agustus 2026
Situasi mulai memanas saat massa aksi membakar ban di depan gedung DPR. Petugas kepolisian yang bersiaga di lokasi langsung memadamkan kobaran api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR).
Tindakan pemadaman tersebut memicu protes dari peserta aksi. Ketegangan berlanjut menjadi percekcokan verbal hingga berujung pada aksi saling dorong antara massa dan aparat keamanan.
Di tengah kekacauan tersebut, kepolisian berupaya mengamankan beberapa orang peserta aksi. Upaya pengamanan itu mendapat perlawanan dari massa hingga mengakibatkan satu orang mengalami luka di area wajah.
Di tengah ketegangan yang terjadi, orator dari atas mobil komando menyerukan agar aparat menghentikan tindakan represif dan mengizinkan aksi kembali berjalan damai. Peserta aksi menegaskan bahwa kedatangan mereka adalah untuk mendukung agenda pendidikan nasional.
"Kami di sini mendukung program Presiden Prabowo untuk gratiskan pendidikan PAUD hingga perguruan tinggi. Kalau polisi represif, artinya sama saja dengan polisi tidak mendukung program Presiden Prabowo," seru salah satu massa aksi di lokasi.
Orator aksi juga menambahkan bahwasanya fokus utama perjuangan mereka terletak pada aksesibilitas layanan pendidikan bagi generasi muda.
"Yang kami minta adalah pendidikan gratis, bukan reformasi Polri. Yang kami perjuangkan adalah masa depan anak-anak Bapak," tegas sang orator.
Baca Juga: Hari Pertama Bertugas Sebagai Menko Polkam, Jenderal Dudung Singgung Gugatan di MK
Kondisi di depan Gedung DPR RI dilaporkan kembali kondusif tidak lama setelah insiden tersebut. Sementara itu, peserta aksi yang mengalami luka langsung dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Massa pun membubarkan diri pada pukul 16.00 WIB.