← Beranda
Transformasi Blok M Fase Ultimate, Gubernur Pramono Minta Jangan Hilangkan Identitas
Ryandi Zahdomo• Rabu, 7 Oktober 2026 | 03.03 WIB
Konsep desain transformasi kawasan Blok M Fase Ultimate sebagai model pengembangan berbasis Transit Oriented Development (TOD). (Dok Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)

JawaPos.com - Pemprov DKI Jakarta resmi meluncurkan konsep desain transformasi kawasan Blok M Fase Ultimate sebagai model pengembangan berbasis Transit Oriented Development (TOD). Peluncuran tersebut berlangsung di Blok M Hub, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Selasa (6/10).

 

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa pembenahan ini dirancang untuk mendongkrak kualitas ruang publik dan aktivitas komersial tanpa menghilangkan identitas orisinal kawasan yang menjadi pusat kreativitas anak muda.

 

Dalam arahannya Gubernur Pramono menekankan pentingnya menjaga esensi budaya dan dinamika sosial yang telah melekat kuat pada kawasan yang kerap dijuluki sebagai "Negara Blok M" oleh masyarakat.

 

Gubernur Pramono memaparkan bahwa daya tarik utama Blok M terletak pada kemampuannya memadukan aktivitas kuliner, hiburan, perdagangan, dan gaya hidup dalam satu titik yang terjangkau transportasi publik.

 

Ia menyebut kawasan ini sebagai magnet utama bagi masyarakat dari berbagai wilayah untuk mencari tren baru maupun produk terjangkau.

 

"Walaupun Blok M mengalami penyempurnaan, dibangun, direvitalisasi menjadi lebih baik, lebih modern, dan lebih tertata, saya berharap Blok M tidak kehilangan ruh utamanya," ujar Pramono. Melalui konsep Fase Ultimate, kapasitas ruang yang dapat dimanfaatkan ditargetkan melonjak hingga 10 kali lipat. 

 

Sementara itu, ketersediaan ruang publik diproyeksikan bertambah sekitar lima kali lipat dibandingkan kondisi eksisting saat ini. Revitalisasi ini berjalan seiring dengan penguatan konektivitas transportasi massal di Jakarta.

 

Pada 2029 mendatang, jaringan MRT Utara–Selatan, LRT Kelapa Gading–Dukuh Atas, pedestrian deck Dukuh Atas, extended concourse Bundaran HI, serta pembenahan Taman Semanggi ditargetkan terintegrasi secara penuh.

 

Gubernur Pramono juga berharap pola pengembangan kawasan berbasis TOD ini dapat direplikasi secara bertahap ke titik-titik strategis lainnya di ibu kota, mulai dari Pasar Baru yang dibayangkan menjadi pusat gaya hidup menyerupai Myeong-dong, kawasan Glodok Pecinan, hingga berakhir di Kota Tua.

 

Di tengah rencana pembangunan berskala besar, pemerintah memastikan roda perekonomian dan mobilitas warga tidak boleh terhenti.

 

Gubernur Pramono telah menginstruksikan PT MRT Jakarta bersama pihak pengembang untuk menjaga kesinambungan aktivitas pelaku usaha dan masyarakat selama masa transisi.

 

Direktur Utama PT MRT Jakarta Tuhiyat memastikan, sebanyak 332 tenant yang beroperasi di kawasan tersebut akan mendapatkan lokasi penempatan sementara sebelum proses konstruksi dimulai.

 

"Pada saat nanti kita lakukan pembangunan, sebelum groundbreaking, kami menjamin semua tenant itu kami lakukan transisi. Transisi nanti tempatnya kami lakukan di satu tempat. Jadi tidak pernah lepas, tetap melakukan operasi," jelas Tuhiyat.

 

Selain aktivitas bisnis, layanan transportasi publik seperti bus TransJakarta juga dipastikan tetap beroperasi normal. PT MRT Jakarta akan berkoordinasi secara intensif dengan Dinas Perhubungan dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk mengamankan jalur mobilitas warga selama masa pembangunan berlangsung.

 

EDITOR: Diar Candra