JawaPos.com - Gerbong Commuterline (KRL) dari Stasiun Parung Panjang sudah penuh karena masalah gangguan persinyalan KRL di greenline Tigaraksa.
Keterlambatan KRLbkarena gangguan membuat penumpang terus berdesakan masuk ke dalam gerbong Setiap kali kereta tiba di stasiun berikutnya.
Situasi tersebut terjadi saat perjalanan Commuter Line Rangkasbitung terganggu akibat gangguan perangkat persinyalan di Stasiun Tigaraksa pada Kamis (8/10) pagi. Di tengah padatnya jam kerja, penumpang tetap memaksakan diri masuk karena harus melanjutkan perjalanan.
Dari pantauan JawaPos.com di dalam gerbong, sejumlah penumpang bahkan terdengar berteriak meminta agar penumpang tidak lagi dimasukkan karena kondisi sudah terlalu sesak.
Penumpang yang sebelumnya mendapat tempat duduk, termasuk ibu-ibu dan orang tua, turut terdorong oleh penumpang yang berdiri karena kepadatan semakin parah.
Kondisi gerbong yang semakin penuh membuat sejumlah penumpang membuka jendela untuk mendapatkan udara. Kepadatan tersebut terjadi bersamaan dengan pengaturan perjalanan kereta akibat gangguan persinyalan di Stasiun Tigaraksa.
KAI Commuter sebelumnya menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan perjalanan Commuter Line Rangkasbitung. Gangguan tersebut disebabkan masalah operasional pada perangkat persinyalan di Stasiun Tigaraksa sekitar pukul 06.32 WIB.
KAI Commuter juga mengimbau pengguna untuk mengikuti arahan dan informasi dari petugas di lapangan selama proses penanganan berlangsung.
Sekitar pukul 06.59 WIB, KAI Commuter kembali memberikan pembaruan. Gangguan operasional pada perangkat persinyalan di Stasiun Tigaraksa disebut telah selesai ditangani.
"Perjalanan Commuter Line di lokasi saat ini dapat dilalui dengan kecepatan normal," kata KAI Commuter.
Meski gangguan telah selesai, perjalanan kereta masih mengalami keterlambatan karena kepadatan di lintas masih dalam proses penguraian.