← Beranda
Aksi 'Pecut' Selang di KPPG Bogor: 2 Pegawai MBG Purwakarta Terlibat Perselisihan
Ryandi Zahdomo• Jumat, 16 Oktober 2026 | 06.11 WIB
Kondisi di KPPG Bogor. (Fauzan/Radar Bogor)

 

JawaPos.com - Dua pegawai program Makan Bergizi Gratis (MBG) asal Purwakarta terlibat perselisihan yang berujung dugaan penganiayaan di area luar Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Bogor Utara pada Rabu (14/10).

Insiden imi terekam kamera hingga mendadak viral di media sosial sehari setelah kejadian.

Kepala KPPG Bogor, Haidir, mengonfirmasi bahwa kedua orang dalam video viral tersebut merupakan sesama lulusan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang memegang posisi berbeda di SPPG Purwakarta.

"Sama-sama anak sarjana penggerak, yang satu kepala dapur, yang satu Koordinator Wilayah atau Korwil, ya pegawai SPPG Purwakarta," kata Haidir dikutip dari Radar Bogor (JawaPos Group), Kamis (15/10).

Baca Juga: Bertambah Satu Korban Jiwa, Relawan Meninggal akibat Karhutla Bromo jadi 4 Orang

Terjadi Saat Kunjungan Kerja ke Bogor

Haidir menjelaskan bahwa peristiwa tersebut berlangsung pada Rabu (14/10) ketika keduanya sedang melakukan kunjungan kerja ke KPPG Bogor. 

Perselisihan di antara keduanya meletus secara mendadak dalam durasi yang sangat singkat.

Meski begitu, pihak KPPG Bogor mengaku belum mengetahui akar permasalahan mendasar yang memicu konflik antarpegawai tersebut.

"Saya belum mendalami masalah kedua orang ini apa. Cuma memang itu kejadiannya singkat sekali kemarin," jelas Haidir.

Selain itu, Haidir juga meluruskan simpang siur informasi yang beredar di masyarakat. Ia menegaskan bahwa aksi perselisihan tersebut terjadi di area luar gedung, bukan di dalam ruangan KPPG Bogor.

Sanksi Keras Menanti Pelaku

Atas kejadian yang mencoreng lingkungan kerja tersebut, pimpinan KPPG Bogor mengambil tindakan tegas.

Selain melayangkan teguran langsung, tindakan disiplin lebih berat kini tengah disiapkan bagi pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.

Proses penjatuhan hukuman saat ini masih menunggu hasil koordinasi resmi dengan Biro Sumber Daya Manusia dan Organisasi (SDMO) Badan Gizi Nasional (BGN).

Baca Juga: Kapasitas Data Center RI Diproyeksikan Tembus 1.000 MW

"Saya sudah tegur kemarin yang melakukan tindakan itu, yang kedua mungkin saya akan berikan hukuman keras. Ya sambil kami melakukan koordinasi dengan Biro SDMO terkait hukuman yang akan diberikan," tegas Haidir.

Polisi Lakukan Penyelidikan

Sebelumnya, rekaman video berdurasi singkat mendadak gempar di media sosial sejak Kamis (15/10).

Dalam potongan video tersebut, tampak seorang pria berkemeja biru muda diduga mencambuk pria lain menggunakan benda menyerupai selang di dalam area berpagar besi.

Polsek Bogor Utara bersama jajaran Kecamatan Bogor Utara langsung mendatangi lokasi guna melakukan penelusuran fakta di lapangan.

Kapolsek Bogor Utara, Kompol Enjo Sutarjo, menyampaikan bahwa hingga saat ini belum menerima laporan resmi dari korban maupun saksi mata. Meski demikian, langkah penyelidikan awal tetap dijalankan.

"Belum ada laporan sampai saat ini. Kami lagi lidik dulu," tutur Kompol Enjo Sutarjo.

Ia menambahkan, personel kepolisian sudah diterjunkan untuk menverifikasi alamat pasti lokasi kejadian agar tidak terjadi kekeliruan informasi di masyarakat.

"Saya perintahkan untuk ngecek. Itu KPPG bukan SPPG, yang di Jalan Destarata kalau yang di sana mah KPPG," tambah Enjo.

EDITOR: Sabik Aji Taufan