← Beranda
Petugas Diduga Terlibat dalam Pesta Narkoba di Rutan Depok
Muhammad Ridwan• Senin, 5 Oktober 2026 | 15.08 WIB
ilustrasi narkoba. (Antara via Jawa Pos)

JawaPos.com - Kabar mengenai dugaan pesta narkoba di dalam Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Kota Depok, Jawa Barat, dipastikan bukan sekadar informasi tanpa dasar. Pihak Rutan Depok membenarkan bahwa video yang beredar memang direkam di dalam area rutan.

Kepala Rutan Kelas I Kota Depok, Ario Galih Maduseno, mengatakan pihaknya telah melakukan pendalaman terhadap video tersebut. Ia memastikan lokasi yang terlihat dalam video merupakan bagian dari kamar Rutan Depok.

"Terindikasi dan video tersebut memang berada di Rutan Depok," kata Ario kepada wartawan, Minggu (4/10) malam.

Baca Juga: Persib Bandung Pindah Kandang ke Stadion Si Jalak Harupat, Ini Alasan GBLA Belum Bisa Dipakai

Ario menjelaskan, pemeriksaan awal telah dilakukan terhadap kamar yang diduga menjadi lokasi kejadian. Dari pemeriksaan tersebut, terdapat sekitar 22 warga binaan yang berada di kamar tersebut.

"Kalau kita pemeriksaan di kamar itu ada kurang lebih 22 warga binaan, dan yang kami dalami lagi ada sekitar tiga sampai empat orang," ujarnya.

Menurut Ario, pihaknya masih melakukan pendalaman untuk mengetahui secara pasti keterlibatan masing-masing warga binaan maupun pihak lain dalam dugaan pesta narkoba tersebut. Proses pemeriksaan dilakukan untuk memastikan fakta di balik video yang beredar.

Ia juga mengamini terdapat dugaan keterlibatan petugas rutan dalam kegiatan pesta narkoba tersebut. Saat ini, terdapat dua petugas yang tengah dilakukan pemeriksaan.

"Kalau diduga, iya. Ini sedang dalam proses penanganan," ungkapnya.

Ario juga menyatakan bahwa dirinya baru sekitar satu bulan menjabat sebagai Kepala Rutan Depok. Sejak menerima amanah tersebut, ia mengaku telah melakukan sejumlah langkah penguatan internal, termasuk meningkatkan pengawasan terhadap petugas dan warga binaan.

"Tentunya dalam satu bulan kami menjabat ini, kami tetap melaksanakan penguatan kepada seluruh personel, juga melaksanakan razia, baik insidentil maupun rutin," tegasnya.

Namun, Ario mengakui pengawasan di dalam rutan menghadapi kendala keterbatasan sumber daya manusia (SDM). Saat ini jumlah warga binaan mencapai 1.279 orang, sementara personel yang bertugas dalam satu sif hanya sekitar 10 orang.

"Juga karena keterbatasan SDM, jumlah per hari ini 1.279, sedangkan yang shif berjaga itu 10 orang," ujar Ario.

Karena keterbatasan tersebut, Rutan Depok menggandeng sejumlah instansi eksternal untuk memperkuat pengawasan dan pelaksanaan razia. Kerja sama itu melibatkan kepolisian, TNI, BNNK hingga Brimob.

"Makanya kemarin kami tetap berusaha untuk mendukung kami pelaksanaan tugas dan komitmen Rutan Depok ini, kami menggandeng pihak eksternal, dari Kepolisian, dari TNI, dari BNNK, juga dari Brimob, seperti itu," pungkasnya.

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah