← Beranda
Orang yang Lebih Menyukai Keheningan daripada Musik di Rumah Memiliki 8 Ciri Tidak Biasa Ini Menurut Psikologi
Irfan Ferdiansyah• Sabtu, 20 Juni 2026 | 01.18 WIB
Ilustrasi seseorang yang lebih menyukai keheningan di rumah (Magnific/Benzoix)

JawaPos.com - Di era ketika musik hampir selalu hadir dalam kehidupan sehari-hari, dari playlist saat bekerja hingga lagu pengantar tidur, memilih keheningan mungkin terdengar tidak biasa. Banyak orang merasa rumah yang sunyi terlalu hampa, sehingga televisi, radio, atau layanan streaming terus menyala sebagai latar belakang aktivitas mereka.

Namun, tidak semua orang menikmati suara yang terus-menerus mengisi ruangan. Ada sebagian individu yang justru merasa paling nyaman ketika rumah berada dalam keadaan tenang. Mereka tidak membenci musik, tetapi lebih menghargai keheningan sebagai sesuatu yang berharga.

Menurut berbagai penelitian psikologi, preferensi terhadap keheningan tidak selalu menunjukkan sifat antisosial atau kesepian. Sebaliknya, hal itu dapat mencerminkan karakter dan cara kerja pikiran yang unik.

Dilansir dari Expert Editor pada Kamis (18/6), terdapat delapan ciri yang sering ditemukan pada orang yang lebih menyukai keheningan daripada musik di rumah.

Baca Juga: 9 Kebiasaan yang Harus Ditinggalkan Menurut Psikologi jika Anda Ingin Akhirnya Mencintai Hidup Lagi

1. Mereka Memiliki Tingkat Kesadaran Diri yang Tinggi

Orang yang menyukai keheningan cenderung memiliki hubungan yang kuat dengan dunia batin mereka. Dalam suasana tenang, mereka lebih mudah memperhatikan pikiran, emosi, dan kebutuhan pribadi.

Psikolog menyebut kemampuan ini sebagai self-awareness atau kesadaran diri. Individu dengan tingkat kesadaran diri yang tinggi lebih mampu mengenali perasaan mereka dan memahami apa yang sebenarnya dibutuhkan tubuh maupun pikiran.

Bagi mereka, keheningan bukanlah kekosongan, melainkan ruang untuk mendengarkan diri sendiri.

2. Mereka Lebih Mudah Merasa Kewalahan oleh Rangsangan Berlebihan

Tidak semua otak memproses informasi dengan cara yang sama. Sebagian orang memiliki sensitivitas yang lebih tinggi terhadap suara, cahaya, dan berbagai rangsangan lingkungan.

Konsep ini berkaitan dengan karakteristik highly sensitive person (HSP). Orang dengan sensitivitas tinggi dapat merasa cepat lelah jika terlalu banyak suara yang masuk secara bersamaan.

Karena itulah, rumah yang tenang memberi kesempatan bagi sistem saraf mereka untuk beristirahat dan memulihkan energi.

3. Mereka Cenderung Menikmati Aktivitas yang Mendalam

Keheningan sering kali mendukung konsentrasi dan pemikiran yang mendalam. Orang yang tidak membutuhkan musik sebagai latar belakang biasanya lebih menikmati aktivitas seperti:

Membaca buku.
Menulis jurnal.
Merenung.
Berkebun.
Melakukan pekerjaan kreatif.

Psikologi menunjukkan bahwa suasana tanpa gangguan memungkinkan seseorang memasuki kondisi deep focus, yaitu keadaan ketika perhatian terpusat secara maksimal pada satu aktivitas.

Baca Juga: 10 Kebiasaan 'Sopan' Ketinggalan Zaman yang Justru Membuat Anda Terlihat Tidak Percaya Diri Menurut Psikologi

4. Mereka Tidak Bergantung pada Stimulus Eksternal untuk Merasa Nyaman

Banyak orang membutuhkan suara tertentu agar tidak merasa bosan atau kesepian. Namun, mereka yang menikmati keheningan umumnya memiliki kemampuan untuk merasa nyaman tanpa harus terus-menerus mendapatkan hiburan dari luar.

Hal ini menunjukkan tingkat kemandirian emosional yang cukup tinggi. Mereka tidak selalu membutuhkan distraksi untuk mengisi waktu dan mampu menikmati momen sederhana tanpa merasa gelisah.

5. Mereka Sering Memiliki Sifat Introvert, tetapi Tidak Selalu

Kesukaan terhadap keheningan memang sering dikaitkan dengan kepribadian introvert. Menurut psikologi, introvert memperoleh energi dari waktu yang tenang dan reflektif, berbeda dengan ekstrovert yang biasanya mendapatkan energi dari interaksi sosial.

Namun, penting dipahami bahwa tidak semua pencinta keheningan adalah introvert. Banyak orang yang ramah dan aktif secara sosial tetap memilih suasana rumah yang tenang karena itu membantu mereka merasa lebih rileks.

Dengan kata lain, preferensi terhadap keheningan lebih berkaitan dengan kebutuhan mental daripada kemampuan bersosialisasi.

6. Mereka Memiliki Kreativitas yang Kuat

Banyak penelitian menunjukkan bahwa periode tenang memungkinkan otak melakukan proses yang dikenal sebagai default mode network. Pada fase ini, otak tetap aktif meskipun seseorang tidak sedang fokus pada tugas tertentu.

Kondisi tersebut sering dikaitkan dengan munculnya ide-ide baru, pemecahan masalah, serta kreativitas.

Tidak mengherankan jika sejumlah penulis, seniman, dan pemikir besar memilih bekerja dalam suasana yang hening. Bagi mereka, keheningan adalah tempat lahirnya inspirasi.

Baca Juga: Jika Anda Masih Membuat Daftar Tugas Tulisan Tangan, Anda Mungkin Memiliki 7 Ciri Khas Ini Menurut Psikologi

7. Mereka Lebih Menghargai Kualitas daripada Kuantitas

Orang yang menyukai rumah yang tenang biasanya tidak mengejar banyak rangsangan sekaligus. Mereka cenderung menghargai pengalaman yang lebih bermakna dibandingkan kesibukan yang terus-menerus.

Dalam hubungan sosial, mereka mungkin memiliki lingkaran pertemanan yang tidak terlalu besar, tetapi hubungan yang dimiliki sering kali lebih mendalam.

Prinsip yang sama berlaku dalam kehidupan sehari-hari. Mereka lebih menikmati secangkir kopi di pagi hari dalam suasana tenang daripada harus terus-menerus dikelilingi suara atau aktivitas yang ramai.

8. Mereka Memerlukan Waktu Hening untuk Memulihkan Energi Mental

Menurut psikologi, otak membutuhkan jeda untuk memproses informasi yang diterima sepanjang hari. Keheningan membantu menurunkan tingkat stres dan memberikan kesempatan bagi pikiran untuk beristirahat.

Bagi sebagian orang, rumah yang sunyi bukanlah tanda kesepian, melainkan tempat perlindungan dari kebisingan dunia luar. Setelah mendapatkan waktu tenang, mereka biasanya kembali merasa lebih fokus, tenang, dan siap menghadapi berbagai tuntutan kehidupan.

Baca Juga: Jika Anda Berolahraga secara Teratur, 8 Ciri Ini Mungkin Mendefinisikan Lebih dari Sekadar Kebugaran Anda Menurut Psikologi

Keheningan Bukan Sesuatu yang Aneh

Di tengah budaya yang semakin dipenuhi suara dan distraksi, memilih keheningan mungkin tampak tidak lazim. Padahal, psikologi menunjukkan bahwa preferensi tersebut dapat mencerminkan berbagai karakter positif, mulai dari kesadaran diri yang tinggi, kreativitas, hingga kemampuan menikmati waktu sendiri dengan sehat.

Pada akhirnya, tidak ada cara yang benar atau salah dalam menciptakan kenyamanan di rumah. Sebagian orang merasa hidup melalui alunan musik, sementara yang lain menemukan ketenangan dalam suara yang paling sederhana: keheningan.

Dan bagi mereka yang memilih rumah yang tenang, keheningan bukanlah ketiadaan sesuatu, melainkan ruang yang memungkinkan pikiran dan jiwa bernapas dengan lebih leluasa.

EDITOR: Candra Mega Sari