← Beranda
Menurut Psikologi, Orang yang Lebih Suka Pergi Berbelanja ke Toko Langsung daripada Memesan Secara Online, Memiliki 8 Kepribadian
Irfan Ferdiansyah• Selasa, 21 Juli 2026 | 02.05 WIB
Ilustrasi orang yang sedang berbelanja (Magnific)

JawaPos.com - Di zaman digital ini, hampir segalanya bisa dilakukan dari kenyamanan rumah, termasuk berbelanja. 

Dengan satu klik, barang impian Anda bisa sampai ke depan pintu dalam hitungan hari. 

Namun, tidak semua orang tergoda oleh kemudahan ini. Masih banyak individu yang lebih memilih pergi langsung ke toko untuk berbelanja, merasakan tekstur barang, berbicara dengan penjual, dan mengalami atmosfer tempat tersebut secara langsung.

Pilihan ini bukan semata-mata soal kebiasaan atau usia—ada alasan psikologis yang lebih dalam. 

Dilansir dari Geediting, menurut para ahli psikologi, orang-orang yang lebih suka berbelanja langsung di toko biasanya memiliki delapan kepribadian atau kecenderungan berikut:

1. Mereka Cenderung Lebih Sadar Akan Pengalaman Sensorik

Orang yang suka berbelanja langsung biasanya menikmati pengalaman sensorik yang tidak bisa ditiru secara online: menyentuh bahan pakaian, mencium aroma produk kecantikan, atau melihat warna asli barang. 

Mereka termasuk dalam kelompok yang memiliki kepribadian sensorik tinggi, yang sangat menghargai pengalaman nyata dan langsung.

2. Mereka Memiliki Kebutuhan untuk Mengontrol Keputusan

Berbelanja langsung memberikan kesempatan untuk memeriksa barang secara detail sebelum membeli. 

Ini menenangkan orang-orang yang memiliki kebutuhan akan kontrol tinggi, sebuah ciri kepribadian di mana seseorang merasa lebih nyaman ketika bisa memverifikasi sesuatu sendiri daripada mempercayakan prosesnya kepada sistem otomatis.

3. Mereka Lebih Ekstrovert dan Menyukai Interaksi Sosial Ringan

Meskipun tidak selalu bersosialisasi secara intens, beberapa orang menikmati interaksi singkat dengan kasir, petugas toko, atau bahkan pembeli lain.

Ini mencerminkan sisi ekstrovert ringan mereka, di mana kontak sosial kasual menjadi bagian yang menyenangkan dari aktivitas berbelanja.

4. Mereka Lebih Sabar dan Menyukai Proses

Orang yang lebih suka belanja langsung biasanya tidak terburu-buru. 

Mereka menikmati proses memilih, membandingkan, bahkan tawar-menawar. 

Ini adalah karakteristik dari kepribadian reflektif, yang lebih fokus pada kualitas dan pengalaman daripada efisiensi.

5. Mereka Tidak Mudah Dipengaruhi oleh Tren Teknologi

Meski tahu bahwa belanja online lebih praktis, mereka tidak mudah terpengaruh oleh tren baru.

Mereka cenderung berpikiran mandiri dan tidak konformis, menunjukkan preferensi yang kuat terhadap apa yang mereka nilai penting, bukan sekadar mengikuti arus.

6. Mereka Memiliki Kebutuhan Lebih Tinggi akan Keamanan dan Kepastian

Mencoba baju langsung, memeriksa kondisi barang, atau merasakan sepatu di kaki sebelum membeli memberikan rasa aman.

Ini menunjukkan bahwa mereka memiliki tingkat kebutuhan yang tinggi terhadap kepastian dan kepercayaan diri dalam mengambil keputusan—sesuatu yang kadang sulit dicapai dalam pembelian online.

7. Mereka Menghargai Aktivitas Fisik dan Rutinitas Sosial

Bagi sebagian orang, berbelanja bukan hanya tentang membeli sesuatu, tapi juga merupakan bagian dari gaya hidup yang aktif. 

Berjalan di mal, mampir ke kafe setelahnya, atau sekadar keluar rumah menjadi momen yang mereka nikmati.

Ini mencerminkan kebutuhan akan struktur, aktivitas, dan kebiasaan fisik yang teratur.

8. Mereka Cenderung Lebih Skeptis dan Teliti

Orang-orang ini cenderung tidak mudah percaya pada ulasan online atau foto produk. 

Mereka lebih percaya pada pengalaman langsung dan pengamatan pribadi.

Sikap ini adalah bagian dari kepribadian analitis dan skeptis, yang selalu ingin memastikan semuanya benar sebelum membuat keputusan.

Penutup: Pilihan yang Menggambarkan Kepribadian

Memilih untuk belanja secara langsung mungkin tampak seperti pilihan sederhana, namun psikologi menunjukkan bahwa keputusan ini mencerminkan banyak sisi kepribadian seseorang—dari kebutuhan akan pengalaman sensorik hingga kecenderungan untuk berhati-hati dan mandiri.

Dalam dunia yang semakin mengutamakan kecepatan dan kenyamanan, orang-orang yang tetap memilih berbelanja secara langsung mengingatkan kita bahwa tidak semua hal bisa (atau harus) digantikan oleh teknologi. 

Terkadang, berjalan ke toko, menyentuh produk, berbicara dengan orang, dan menikmati suasana sekitar adalah bagian penting dari pengalaman manusia yang penuh makna.

EDITOR: Hanny Suwindari