JawaPos.com – Sistem pencernaan menjadi sensitif selama musim hujan karena kelembapan dan perubahan cuaca.
Selain itu, ada risiko infeksi bawaan makanan akibat penyebaran bakteri dan jamur.
Inilah sebabnya mengapa makanan tertentu harus dikonsumsi dengan sangat hati-hati.
Oleh karena itu, berikut adalah 5 makanan yang harus dihindari selama musim hujan.
1. Dadih
Baca Juga: 5 Zodiak Ahlinya Berbohong, Pandai Sembunyikan Kebenaran Menurut Astrologi
Dadih adalah makanan sehat, tetapi dalam kondisi hujan, tidak disarankan untuk dikonsumsi semua orang karena dapat menyebabkan pilek, masalah sinus, atau masalah pencernaan.
Selain itu, dadih lebih rentan terhadap kontaminasi bakteri jika disimpan pada suhu ruangan selama kondisi lembap musim hujan.
2. Mentimun
Mentimun mengandung lebih dari 95 persen air dan tidak cocok dikonsumsi di musim hujan.
Kandungan airnya yang tinggi dikombinasikan dengan kelembapan musim dapat mengganggu pencernaan dan meningkatkan risiko kembung.
Baca Juga: Terus Berjuang hingga Sukses, 5 Shio Paling Benci Kekalahan dan Menolak Menyerah
Selain itu, mentimun mentah juga dapat terkontaminasi mikroba jika tidak ditangani dan disimpan dengan benar.
3. Sayuran hijau
Bayam, kubis, dan sayuran hijau lainnya merupakan tempat berkembang biak bakteri, serangga, dan parasit selama musim hujan.
Lumpur, kelembapan, atau serangga yang sangat kecil dapat menempel di daun.
Artinya sangat penting untuk mencuci semua sayuran secara menyeluruh dengan air garam atau cuka dan memasaknya dengan baik serta menghindari memakannya mentah-mentah.
4. Buah dan sayuran yang sudah dipotong
Hindari buah-buahan yang dipetik di luar rumah karena buah-buahan tersebut mungkin terpapar debu, kelembapan, dan lalat.
Buah-buahan tersebut akan membusuk dalam beberapa jam atau dapat terkontaminasi jika kebersihan diabaikan.
Oleh karena itu, cuci semua buah dan sayuran mentah secara menyeluruh segera setelah membawanya pulang.
5. Makanan goreng
Hindari makanan ringan yang digoreng dan makanan jalanan selama musim hujan.
Ini sebab ada kemungkinan makanan tersebut disiapkan di lingkungan yang tidak higienis atau minyak digunakan berulang kali dalam memasak sehingga meningkatkan risiko infeksi perut.
Makanan berminyak dan pedas lebih sulit dicerna dan menyebabkan asam lambung, kembung, atau masalah pencernaan lainnya.
Selain itu, makanan yang dibiarkan di suhu ruangan sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama karena dapat menjadi tempat berkembang biak aktif bagi patogen dan mikroba beracun.