← Beranda
Sering Dilakukan Tanpa Sadar, Ini 7 Tanda Seseorang Punya Emosi yang Dewasa
Mohammad Maulana Iqbal• Jumat, 25 September 2026 | 23.17 WIB
Perilaku kecil yang menunjukkan kedewasaan emosional menurut psikologi.

JawaPos.com – Kedewasaan emosional tidak selalu terlihat dari usia ataupun cara seseorang menghadapi persoalan besar. Justru, sikap sederhana yang dilakukan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari dapat memperlihatkan bagaimana seseorang memahami dan mengelola emosinya.

Seseorang yang matang secara emosional umumnya mampu mengenali perasaannya, menghargai orang lain, serta merespons berbagai situasi tanpa terburu-buru mengikuti emosi sesaat. Sikap tersebut juga dapat membantu menciptakan hubungan yang lebih sehat dengan orang-orang di sekitarnya.

Dilansir dari geediting.com, berikut tujuh perilaku kecil yang kerap dikaitkan dengan kedewasaan emosional seseorang.

Baca Juga: 8 Perilaku yang Tak Ditoleransi Orang Baik dari Teman yang Toxic, Mereka Lebih Suka Jaga Jarak Sehat

1. Mau mendengarkan orang lain

Kedewasaan emosional dapat terlihat dari kemampuan seseorang untuk benar-benar mendengarkan ketika orang lain berbicara.

Mereka tidak sekadar menunggu kesempatan untuk menyampaikan pendapat sendiri. Sebaliknya, mereka berusaha memahami apa yang sedang dirasakan atau dimaksud oleh lawan bicara.

Kebiasaan mendengarkan dengan penuh perhatian menunjukkan bahwa seseorang mampu memberikan ruang bagi perspektif orang lain. Sikap ini juga dapat membuat komunikasi menjadi lebih nyaman dan bermakna.

2. Tidak gengsi mengakui kesalahan

Orang yang matang secara emosional tidak menganggap permintaan maaf sebagai bentuk kekalahan.

Ketika melakukan kesalahan, mereka bersedia mengakuinya dan bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukan. Mereka juga tidak selalu berusaha mencari alasan atau melempar kesalahan kepada orang lain.

Mengakui kesalahan dapat menjadi langkah penting untuk menyelesaikan konflik. Lebih dari itu, seseorang dapat menjadikan pengalaman tersebut sebagai bahan evaluasi agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.

3. Berani memperlihatkan sisi rentan

Selalu berusaha terlihat kuat bukan satu-satunya tanda ketangguhan. Seseorang yang matang secara emosional justru dapat memahami bahwa dirinya memiliki rasa takut, keraguan, maupun kelemahan.

Mereka tidak selalu merasa harus menyembunyikan perasaan tersebut, terutama kepada orang yang sudah dipercaya. Membicarakan kerentanan secara sehat dapat membantu menciptakan hubungan yang lebih terbuka.

Kerentanan yang disampaikan dengan tepat juga bukan berarti seseorang tidak mampu menghadapi masalah. Sebaliknya, hal tersebut dapat menunjukkan keberanian untuk menerima diri sendiri apa adanya.

4. Menghargai batasan orang lain

Memahami bahwa setiap orang mempunyai batas kenyamanan merupakan bagian penting dari hubungan yang sehat.

Orang yang dewasa secara emosional tidak memaksa orang lain untuk menceritakan sesuatu yang belum siap dibagikan. Mereka juga menghargai kebutuhan seseorang untuk memiliki ruang pribadi.

Dalam hubungan apa pun, kemampuan menghormati batasan dapat membantu membangun rasa aman dan kepercayaan. Mereka memahami bahwa kedekatan tidak berarti harus menghilangkan privasi.

5. Tidak langsung tersinggung ketika mendapat kritik

Kritik terkadang sulit diterima, terutama jika menyentuh kekurangan diri. Namun, seseorang yang memiliki kematangan emosional cenderung tidak langsung bereaksi dengan kemarahan atau sikap defensif.

Mereka berusaha memahami isi kritik terlebih dahulu dan memilah mana masukan yang memang dapat digunakan untuk memperbaiki diri.

Bukan berarti semua kritik harus diterima begitu saja. Namun, kemampuan mempertimbangkan masukan secara tenang menunjukkan bahwa seseorang mampu memisahkan evaluasi terhadap perilaku dari penilaian terhadap dirinya secara keseluruhan.

6. Terbiasa mengucapkan terima kasih

Menghargai bantuan atau kebaikan orang lain merupakan kebiasaan sederhana yang dapat mencerminkan kematangan dalam bersosialisasi.

Ucapan terima kasih yang tulus menunjukkan bahwa seseorang menyadari kontribusi orang lain dan tidak menganggap segala bentuk bantuan sebagai sesuatu yang wajib diberikan.

Kebiasaan menghargai orang lain juga dapat memperkuat hubungan interpersonal. Bahkan, hal sederhana seperti mengapresiasi bantuan kecil dapat membuat seseorang merasa dihargai.

7. Tidak mengabaikan kebutuhan diri sendiri

Merawat diri bukan berarti hanya memikirkan kepentingan pribadi. Seseorang yang matang secara emosional memahami bahwa menjaga kondisi fisik dan mental merupakan bagian dari tanggung jawab terhadap diri sendiri.

Hal tersebut dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti mendapatkan waktu istirahat yang cukup, menjaga pola hidup, melakukan aktivitas yang menyenangkan, hingga mencari bantuan ketika menghadapi masalah yang sulit ditangani sendiri.

Dengan mengetahui batas kemampuan diri, seseorang dapat menghindari kelelahan yang berlebihan dan tetap menjalankan tanggung jawab secara lebih seimbang.

Pada akhirnya, kedewasaan emosional tidak selalu ditunjukkan melalui tindakan besar. Cara seseorang mendengarkan, mengakui kesalahan, menerima masukan, menghargai batasan, hingga merawat dirinya sendiri justru dapat menjadi gambaran penting tentang bagaimana ia menghadapi kehidupan dan hubungan dengan orang lain.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho