← Beranda
9 Ucapan Kontrol Berlebihan yang Muncul Ketika Rencana Hidup Berantakan Menurut Psikologi
Mohammad Maulana Iqbal• Senin, 28 September 2026 | 19.39 WIB
Ucapan kontrol berlebihan yang muncul ketika rencana hidup berantakan menurut psikologi./Magnific/ cookie_studio

JawaPos.com - Kontrol berlebihan sering terlihat lewat ucapan tertentu ketika rencana hidup seseorang tiba-tiba berantakan menurut psikologi.

Sebagian orang merencanakan hidupnya secara detail demi merasa memiliki struktur sekaligus meredakan tekanan yang dirasakan.

Namun ketika kendali terhadap setiap langkah hidup dikaitkan dengan harga diri, kegagalan pun terasa sulit dihindari.

Dilansir dari laman YourTango pada Senin (28/9), berikut sembilan ucapan yang biasa muncul dari orang yang merencanakan setiap langkah hidupnya tapi rencana tersebut berantakan.

1. Menyatakan sesuatu mustahil dilakukan

Banyak orang yang berusaha mengendalikan segala hal justru merasa kehilangan kendali atas pikiran dan tubuhnya sendiri.

Mereka kesulitan menghadapi emosi rumit atau ketidakpastian karena kekacauan batin membuat masalah sulit diselesaikan saat itu.

Mereka pun sering menganggap sesuatu mustahil dilakukan dibanding mencoba menyelesaikannya secara langsung.

2. Menganggap semuanya sudah hancur

Orang yang merasa aman biasanya lebih terbuka mencoba hal baru karena tidak takut melakukan kesalahan.

Mereka tidak perlu merencanakan setiap langkah hidupnya karena kesalahan dianggap sebagai peluang baru untuk belajar.

Namun bagi yang membutuhkan detail rencana, perubahan tiba-tiba terasa seperti penolakan terhadap dirinya sendiri.

3. Menyalahkan orang lain atas kesalahan yang terjadi

Sebagian orang memiliki kendali batin yang kuat sehingga tetap merasa aman menghadapi berbagai perubahan hidup.

Mereka yang kesulitan menerima ketidakpastian justru cenderung menyalahkan orang lain atas segala kesalahan yang muncul.

Ucapan menyalahkan ini muncul karena perubahan rencana terasa seperti serangan pribadi bagi mereka.

4. Menyalahkan orang lain karena tidak mendengarkan

Berusaha mengendalikan orang lain sebenarnya dapat menciptakan lebih banyak kekacauan dibanding manfaat yang diperoleh.

Tekanan untuk membentuk perilaku orang lain sesuai keinginan hanya menambah ketegangan dan kecemasan berlebihan.

Karena itu, mereka sering menyalahkan orang lain meski sebenarnya rencana tersebut berakar dari keinginan mengendalikan.

5. Mempertanyakan langkah selanjutnya dengan bingung

Orang dengan toleransi rendah terhadap ketidakpastian cenderung mengalami kecemasan lebih besar dalam menjalani hidupnya.

Mereka merasa tidak berdaya ketika sesuatu tidak sesuai harapan karena situasi tersebut bukan dianggap sebagai peluang.

Pertanyaan bingung ini muncul sebagai respons terhadap perubahan yang tidak sesuai dengan rencana sebelumnya.

6. Menyatakan semuanya menjadi kacau

Bahkan ketidaknyamanan kecil dapat membuat orang yang butuh kendali penuh merasa sangat terguncang.

Mereka membutuhkan kepastian karena kurangnya rasa aman internal dan keterampilan mengelola emosi yang sehat.

Alih-alih menghadapi perasaan secara sehat, mereka lebih memilih terus merencanakan agar merasa lebih aman.

7. Merasa terjebak tanpa arah

Ketika kendali pribadi hanya bergantung pada rencana ketat, kesalahan kecil dapat membuat seseorang merasa terjebak.

Tubuh mereka cenderung membeku tanpa tindakan jelas ketika menghadapi situasi di luar ekspektasi.

Ketidakpastian yang muncul dapat memperkuat rasa takut gagal yang sudah tertanam dalam kebiasaan merencanakan tersebut.

8. Menganggap seluruh rencana telah hancur

Banyak orang secara tidak sadar merusak hidupnya dengan menjadikan setiap tujuan sebagai batu loncatan berikutnya.

Memiliki rencana dan harapan memang penting, namun menganggap satu kesalahan kecil menghancurkan semuanya tidaklah sehat.

Hidup seharusnya dijalani dengan rasa bangga, bukan sekadar rasa lega setiap kali mencapai sesuatu.

9. Menyatakan hasil tidak sesuai rencana

Sedikit kejutan dan spontanitas sebenarnya sehat dilakukan sebagai bagian dari kehidupan yang lebih fleksibel.

Bagi yang kesulitan melepaskan kendali, momen tak terduga justru dapat membangun ketahanan dan keterbukaan diri.

Ucapan ini menunjukkan bahwa mereka melewatkan pelajaran penting dari hal yang tidak sesuai rencana tersebut.

EDITOR: Hanny Suwindari