← Beranda
Tak Sekadar Kebiasaan, Sering Memeriksa Ponsel Bisa Berkaitan dengan 9 Kecemasan Ini
Irfan Ferdiansyah• Rabu, 30 September 2026 | 23.15 WIB
seseorang yang memeriksa ponsel lebih dari 100 kali

JawaPos.com – Ponsel kini menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari aktivitas sehari-hari. Selain digunakan untuk berkomunikasi, perangkat ini juga menjadi sarana untuk bekerja, mencari informasi, menikmati hiburan, hingga berinteraksi di media sosial.

Tidak mengherankan jika seseorang sesekali mengecek ponselnya. Namun, kebiasaan tersebut dapat menjadi berbeda ketika seseorang terus membuka layar berkali-kali, bahkan lebih dari 100 kali dalam sehari.

Dorongan untuk memeriksa notifikasi, pesan, media sosial, atau informasi terbaru secara berulang terkadang bukan sekadar kebiasaan. Dalam kondisi tertentu, perilaku tersebut dapat berkaitan dengan rasa gelisah atau kebutuhan untuk terus mendapatkan kepastian.

Dilansir dari Geediting, kebiasaan yang berkaitan dengan ketergantungan terhadap akses ponsel kerap dibahas dalam konteks nomophobia, yaitu rasa takut atau tidak nyaman ketika seseorang tidak dapat menggunakan atau mengakses ponselnya. Berikut beberapa bentuk kecemasan yang dapat muncul di balik kebiasaan sering mengecek ponsel.

1. Takut Ketinggalan Informasi

Sebagian orang merasa harus selalu mengetahui apa yang sedang terjadi. Mereka khawatir melewatkan pesan penting, berita terbaru, unggahan teman, atau percakapan di lingkungan sosial.

Perasaan tersebut dapat membuat seseorang berulang kali membuka ponsel meskipun sebenarnya tidak ada notifikasi baru.

2. Kecemasan dalam Lingkungan Sosial

Media sosial juga dapat menjadi sumber kegelisahan. Seseorang mungkin merasa perlu mengetahui bagaimana dirinya dilihat oleh orang lain melalui jumlah tanda suka, komentar, pesan, atau respons terhadap unggahannya.

Dorongan untuk terus memantau aktivitas tersebut dapat membuat ponsel menjadi sarana mencari pengakuan sosial.

3. Khawatir Tidak Produktif

Bagi sebagian orang, ponsel berkaitan erat dengan pekerjaan dan berbagai tanggung jawab. Mereka mungkin merasa tidak tenang ketika belum memeriksa email, grup kerja, kalender, atau pesan yang berhubungan dengan tugas.

Akibatnya, waktu istirahat pun dapat terganggu karena muncul pikiran bahwa ada pekerjaan yang belum diketahui atau segera harus diselesaikan.

4. Takut Merasa Kesepian

Ponsel dapat memberikan akses instan terhadap interaksi dengan orang lain. Ketika merasa kesepian, seseorang mungkin lebih sering membuka aplikasi percakapan atau media sosial untuk mencari teman berbicara.

Bahkan notifikasi sederhana terkadang dapat memberikan perasaan bahwa dirinya masih terhubung dengan orang lain.

5. Cemas terhadap Citra Diri

Media sosial memungkinkan seseorang membangun dan menampilkan versi dirinya kepada publik. Karena itu, ada orang yang terus memeriksa akun untuk memastikan unggahan, komentar, maupun interaksi sosialnya tetap sesuai dengan citra yang ingin dibangun.

Dorongan untuk mengikuti tren dan menjaga penampilan digital juga dapat menimbulkan tekanan tersendiri.

6. Sulit Menghadapi Ketidakpastian

Tidak mengetahui apa yang sedang terjadi terkadang membuat seseorang merasa tidak nyaman. Ketika ponsel berada jauh dari jangkauan, muncul keinginan untuk segera mengeceknya demi mendapatkan informasi terbaru.

Dalam situasi tersebut, memeriksa ponsel bisa menjadi cara sementara untuk memperoleh rasa aman dan kepastian.

7. Berusaha Menghindari Emosi yang Tidak Nyaman

Ketika sedang bosan, sedih, stres, atau menghadapi situasi yang tidak menyenangkan, seseorang dapat menjadikan ponsel sebagai bentuk pengalihan perhatian.

Membuka media sosial, menonton video, atau membaca pesan dapat membuat pikiran teralihkan untuk sementara. Namun, kebiasaan tersebut tidak otomatis menyelesaikan sumber masalah emosional yang sedang dihadapi.

8. Cemas terhadap Hubungan dengan Orang Lain

Menunggu balasan dari pasangan, teman, atau anggota keluarga juga dapat memicu kebiasaan mengecek ponsel berulang kali.

Pesan yang belum dibalas terkadang menimbulkan berbagai dugaan, seperti merasa diabaikan, khawatir hubungan sedang bermasalah, atau takut mendapatkan penolakan.

9. Kebutuhan untuk Selalu Memegang Kendali

Ada pula orang yang merasa lebih tenang ketika mengetahui berbagai informasi secara cepat. Mereka ingin memastikan tidak ada perubahan atau kejadian penting yang luput dari perhatian.

Memeriksa ponsel berulang kali kemudian menjadi cara untuk mempertahankan perasaan bahwa segala sesuatu masih berada dalam jangkauan pengawasan.

Meski demikian, frekuensi seseorang memeriksa ponsel tidak bisa digunakan sendirian untuk menentukan kondisi psikologis tertentu. Kebiasaan tersebut dapat dipengaruhi pekerjaan, kebutuhan komunikasi, rutinitas, maupun penggunaan aplikasi sehari-hari.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho