← Beranda
Perempuan yang Sudah Tidak Bahagia dalam Pernikahannya Cenderung Melakukan 3 Hal Ini
Endah Primasari Utami• Kamis, 1 Oktober 2026 | 06.26 WIB
Ilustrasi, seorang perempuan yang sudah tidak bahagia dalam pernikahannya. Magnific/ magnific.

JawaPos.com - Ketahuilah, seorang perempuan yang mengalami kelelahan, baik secara mental dan emosi sering kali melakukan hal-hal tertentu untuk menjalani hari-harinya.

Terlebih perempuan yang sudah menikah, mengalami hal tersebut membuat kehidupan pernikahannya tidak lagi bahagia.

Dilansir JawaPos.com dari yourtango pada Selasa (29/9), ini tiga hal yang cenderung dilakukan oleh perempuan yang sudah tidak bahagia dalam pernikahannya.

1. Membuka Komunikasi dengan Lawan Jenis, baik Mantan Kekasih atau Teman Lamanya


Menurut Dr. Judith Tutin, seorang psikolog dan 'life coach', seorang perempuan yang sudah tidak bahagia dalam pernikahannya tanpa sadar menjalin komunikasi atau mengobrol dengan pria semasa SMA atau rekan kerja dengan nada yang agak berbeda, bahkan terkesan terlalu intim.

Bisa juga sering 'like' atau mengomentari konten yang diunggah teman-teman pria-nya, mengirimkan direct message atau 'DM' kepada lawan jenis, meski tidak terlalu kenal melalui platform media sosialnya.

Tidak sampai disitu, mereka pun cenderung menghabiskan waktu hingga larut malam atau dini hari untuk sekadar mengecek apakah komentar atau tanda suka dari mereka menuai balasan atau tidak.

mencurahkan lebih banyak waktu dan energi kepada lawan jenis seperti ini menjadi tanda bahwa seorang perempuan sedang terkuras mental dan emosinya, membuat mereka tidak lagi merasa bahagia dalam pernikahannya.

Parahnya lagi, mereka menyembunyikan hal ini dari pasangan mereka.

2. Berjarak secara Mental dan Emosional


Sementara itu, Dr. Barbara Becker Holstein, seorang psikolog positif sekaligus penulis dan pembuat film memandang media sosial mampu menjauhkan seorang perempuan secara mental dan emosional dari suaminya.

Kebiasaan seperti menghabiskan terlalu banyak waktu memeriksa notifikasi media sosialnya, terlibat aktif dalam berbagai grup diskusi, menjalin hubungan dalam bentuk apa pun dengan orang-orang yang ditemuinya secara daring bisa membuat seorang perempuan benar-benar meninggalkan kehidupan rumah tangganya.

Terutama, bagi perempuan yang terkuras mental dan emosinya akan sangat mudah tergoda melakukan hal-hal tersebut yang membuat kehidupan pernikahannya tidak lagi bahagia.

3. Mencari Sensasi dan Pengalih Perhatian sebagai Pengganti Waktu Berkualitas

Jika perempuan yang sudah menikah lebih memilih menghabiskan waktu melihat unggahan di media sosial atau berjam-jam menonton YouTube alih-alih menghabiskan waktu bersama suaminya, menurut Larry Michel, pendiri Institute of Genetic Energetics, maka ada sesuatu yang hilang dalam pernikahan perempuan tersebut.

Mencari hiburan di luar pernikahan adalah indikasi yang kuat bahwa pernikahan tidak lagi memberikan daya tarik atau kesenangan yang memadai.

Supaya pernikahan kembali kuat dan terus berkembang, maka pernikahan harus menjadi prioritas utama, tidak boleh dinomorduakan oleh media sosial.

EDITOR: Hanny Suwindari