JawaPos.com – Dalam kajian psikologi kepribadian, kemampuan menyimpan rahasia sering dianggap sebagai tolok ukur kedewasaan emosional seseorang.
Namun tidak semua orang yang kesulitan menyimpan rahasia memiliki kepribadian yang buruk atau tidak bisa dipercaya.
Justru menurut psikologi, ciri orang yang cenderung membocorkan rahasia sering kali menyimpan sisi positif dalam kepribadian mereka.
Dilansir dari laman YourTango pada Sabtu (3/10), berikut delapan ciri kepribadian positif orang yang sulit menyimpan rahasia menurut psikologi.
1. Mereka peduli terhadap orang-orang terdekat
Ketika sebuah rahasia berpotensi menyakiti atau merugikan orang yang mereka sayangi, kamu akan melihat mereka lebih memilih untuk membuka informasi itu.
Sikap ini muncul karena rasa loyalitas yang kuat terhadap orang-orang di sekitar mereka, meski harus mengorbankan janji yang pernah dibuat.
Loyalitas semacam ini justru menjadi kekuatan tersendiri dalam hubungan yang mereka jalin dengan orang-orang terdekat.
Mereka tidak menjalin kedekatan hanya untuk berbagi gosip atau membicarakan orang lain di belakang.
2. Mereka cenderung jujur
Orang yang kesulitan menyimpan rahasia biasanya terbuka dalam hampir semua aspek kehidupannya sehari-hari.
Mereka tidak nyaman menyembunyikan sesuatu karena merasa hal itu pasti akan terbongkar cepat atau lambat.
Bahasa tubuh dan ekspresi wajah mereka sulit disamarkan, sehingga kebohongan atau rahasia jadi mudah terbaca orang lain.
Meski terkadang menyebalkan, sifat terbuka dan jujur semacam ini tetap menjadi nilai positif dalam kepribadian seseorang.
3. Mereka berbicara apa adanya
Komunikasi yang langsung dan terus terang, meski terasa berat, sebenarnya bentuk kebaikan dalam sebuah hubungan.
Bahkan ketika topik yang dibicarakan memicu perdebatan atau terasa tidak nyaman didengar, kejujuran tetap mereka utamakan.
Mereka tidak tertarik memoles kata-kata demi menyenangkan orang lain atau menghindari perasaan sendiri.
Ketegasan seperti ini penting bagi mereka agar semua pihak berada dalam pemahaman yang sama.
4. Mereka ekspresif dalam menunjukkan emosi
Orang yang mudah dibaca dan terbuka soal perasaannya wajar jika sulit menyimpan rahasia dari orang lain.
Mereka tidak terbiasa menyembunyikan atau menekan emosi, sehingga rasa bersalah akan mudah terlihat di wajah.
Ketika rasa malu atau tidak nyaman menahan sebuah rahasia muncul, mereka tidak bisa berpura-pura biasa saja.
Meski bisa mengecewakan pihak yang rahasianya terbongkar, mengekspresikan perasaan secara terbuka baik untuk kesehatan mental mereka.
5. Mereka tidak suka bermain dengan pikiran orang lain
Gosip dan rahasia sebenarnya tidak selalu berdampak buruk, namun banyak orang tipe ini tetap enggan terlibat di dalamnya.
Terutama ketika sebuah rahasia dikaitkan dengan manipulasi atau permainan psikologis, mereka yang punya prinsip moral kuat menolak menyimpannya.
Mereka tidak ingin ambil bagian dalam upaya menipu atau menyesatkan orang lain.
Kepedulian terhadap dampak sebuah rahasia bagi orang yang mereka percaya membuat mereka enggan ikut menutupinya.
6. Mereka nyaman menghadapi percakapan yang sulit
Meski membocorkan rahasia bisa menciptakan suasana canggung, mereka yang terbiasa terbuka mampu menghadapinya dengan tenang.
Kenyamanan menghadapi percakapan berat ini menjadi ciri khas kepribadian mereka dalam berkomunikasi.
Jika tidak demikian, mereka akan lebih memilih menyembunyikan persoalan dan rahasia jauh di dalam diri sendiri.
Mereka berani berkata apa adanya meski itu berarti memicu konflik yang membutuhkan keberanian untuk diselesaikan.
7. Mereka menghindari perasaan dendam yang terpendam
Ketika perasaan dibiarkan tak terucap dan masalah terus ditekan, hal itu menjadi ladang subur bagi rasa dendam.
Banyak orang akhirnya menyalahkan orang lain atas kegelisahan batin akibat menahan diri untuk tidak mengungkap kebenaran.
Meski membongkar rahasia bisa menimbulkan masalah tersendiri, mereka yang punya kecenderungan ini tidak sanggup memendam sesuatu terlalu lama.
Mereka tidak nyaman menyimpan ketegangan hanya karena merasa tidak seharusnya membicarakan suatu hal.
8. Mereka menjaga energi dan kondisi emosional mereka sendiri
Mempertahankan sebuah kebohongan biasanya membutuhkan energi jauh lebih besar dibanding sekadar mengatakan kebenaran.
Karena itu, orang yang benar-benar menjaga energi emosionalnya cenderung tidak pandai menyimpan rahasia orang lain.
Mereka tidak bersedia menghindari topik tertentu atau menekan kekhawatiran demi melindungi manipulasi maupun permainan pikiran orang lain.
Ketika gosip memicu perasaan negatif yang makin menyebar, mereka memilih menghentikan rahasia tersebut demi kebaikan bersama.