JawaPos.com - Kabar baik bagi Anda yang sudah melaksanakan vaksinasi Covid-19. Anda jauh lebih sedikit menulari virus pada orang lain. Hal itu ditegaskan oleh Ahli Penyakit Menular Amerika Serikat dr. Anthony Fauci.
Dilansir dari Science Times, Minggu (18/7), ia mengatakan bahwa orang yang telah divaksinasi lalu terinfeksi Covid-19 tidak lebih menularkan virus. Meskipun jumlah kasus varian Delta meningkat. Menurut dr. Fauci masuk akal untuk berasumsi bahwa orang-orang ini cenderung tidak menularkan Covid-19 karena memiliki lebih sedikit virus di saluran hidung daripada individu yang tidak divaksinasi.
Tapi tetap saja, para ahli merekomendasikan agar orang yang divaksinasi mengambil tindakan pencegahan keamanan ketika berada dalam kelompok besar. Yakni dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.
Baca Juga: Banyak Anak Terpapar Covid-19, Genjot Vaksinasi Usia 12–17 Tahun
Mereka yang berstatus tanpa gejala, hanya memiliki sedikit virus di saluran hidung. Sehingga membuat mereka lebih kecil kemungkinannya menjadi penyebab penyebaran virus Korona.
Wakil presiden sains Helix Will Lee pernah mengatakan kepada Insider bahwa daerah dengan tingkat orang yang divaksinasi tinggi memiliki kasus Covid-19 yang lebih rendah bahkan ketika varian Delta mulai menginfeksi banyak orang. Lebih dari itu, kasus delta di AS dan Inggris cenderung lebih ringan pada orang yang divaksinasi.
Sebuah penelitian di Israel, berjudul 'Penurunan viral load SARS-CoV-2 setelah vaksinasi' yang diterbitkan di medRxiv, menegaskan, orang yang divaksinasi lalu tertular Covid-19 memiliki lebih sedikit virus dalam sistem tubuh mereka. Meskipun temuannya belum ditinjau oleh rekan sejawat, itu masih menambah bukti bahwa penularan Covid-19 cenderung tidak berasal dari orang yang divaksinasi.
Ahli Kesehatan dr. Katherine O'Brien dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health mengatakan kepada Vismita Gupta-Smith dari Organisasi Kesehatan Dunia dalam sebuah wawancara, tindakan protokol kesehatan masih penting. Berapa lama tindakan pencegahan ini harus dipatuhi akan tergantung pada apa yang dilakukan suatu komunitas dan negara itu sendiri.
Selain itu, masih ada kekurangan stok vaksin, membuat banyak komunitas rentan. Untuk itu, kewaspadaan tetap harus dilakukan, seperti penggunaan masker, physical distancing, cuci tangan, dan tidak berkerumun.