JawaPos.com - Kaki kesemutan seringkali muncul ketika seseorang duduk terlalu lama tanpa mengubah posisi tubuh. Sensasinya bisa berupa rasa geli, mati rasa, seperti ditusuk-tusuk jarum, hingga terasa terbakar.
Dalam istilah medis, kesemutan disebut juga dengan parestesia. Dilansir dari Cleveland Clinic, Minggu (27/9), parestesia sendiri merupakan sensasi kesemutan, kebas, terbakar, atau seperti ditusuk jarum yang dapat terjadi pada bagian tubuh tertentu. Kondisi ini bisa terjadi di mana saja, tapi umumnya lebih sering di bagian kaki dan tangan.
Meskipun kondisi ini dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, kesemutan umumnya bersifat sementara dan dapat mereda setelah posisi tubuh diubah atau kaki digerakkan untuk mengurangi tekanan pada saraf.
Baca Juga: Lampu dan Pagar di Taman RPTRA Pedongkelan Jakbar Dicuri
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membantu mengatasi kaki kesemutan. Dilansir dari Alodokter, berikut langkah yang bisa dicoba ketika keluhan mulai muncul.
1. Mengubah Posisi Tubuh
Langkah pertama yang bisa dilakukan ketika kaki mulai terasa kesemutan adalah mengubah posisi tubuh. Jika tubuh terlalu lama dalam satu posisi tertentu, segera ubah posisi untuk mengurangi tekanan pada bagian yang terasa kebas. Dengan begitu, rasa kesemutan dapat perlahan menghilang dengan sendirinya.
2. Menggerakkan Kaki
Baca Juga: Prediksi Irlandia Utara vs Hungaria: Tuan Rumah Percaya Diri, Hungaria Ingin Curi Kemenangan
Usai mengubah posisi tubuh, gerakkan kaki secara perlahan. Gerakkan jari-jari kaki dan pergelangan kaki hingga rasa geli atau kebas mulai berkurang. Menggerakkan kaki juga dapat membantu meredakan kesemutan yang muncul akibat tekanan pada saraf.
3. Pijat Kaki Secara Perlahan
Cara lain yang dapat dilakukan untuk meredakan kaki kesemutan adalah memijat kaki secara perlahan. Pijatan dapat dilakukan selama beberapa menit sampai bagian yang terasa kesemutan hilang dengan sendirinya.
Cara ini menjadi salah satu cara yang efektif dilakukan untuk membantu mengurangi ketegangan otot dan membuat kaki terasa lebih rileks. Berikan pijatan ringan pada area yang mengalami kesemutan dengan gerakan melingkar selama beberapa kali hingga kaki terasa lebih nyaman.
4. Rendam Kaki dengan Air Hangat
Merendam kaki dengan air hangat juga dapat menjadi salah cara untuk membantu mengurangi rasa kesemutan. Kaki dapat direndam dalam air hangat yang dicampur dengan bahan-bahan alami, seperti garam, peppermint, dan chamomile.
Baca Juga: PMI Kembali Tegaskan Dukungan Bagi Palestina kepada Imam Masjid Al-Aqsa
Sebelum kaki direndam, pastikan suhu air tidak terlalu panas. Hal ini penting untuk mencegah kulit kaki iritasi atau luka.
5. Gunakan Sepatu yang Sesuai Ukuran
Sepatu ukuran yang terlalu sempit dapat memberikan tekanan pada kaki dan memicu munculnya rasa kesemutan atau kebas. Jika keluhan muncul setelah menggunakan sepatu, lepaskan sepatu tersebut dan pilih ukuran yang lebih sesuai dengan bentuk kaki.
Pastikan juga tali sepatu tidak diikat terlalu kencang. Tekanan yang berlebihan dapat membuat kaki terasa tidak nyaman, terutama saat digunakan untuk bergerak.
Baca Juga: Panas Derby Indonesia vs Malaysia di GBK, 5.250 Personel Keamanan Dikerahkan
6. Gunakan Kaos Kaki Khusus
Kaos kaki khusus dapat digunakan untuk menjaga kaki tetap nyaman, terutama pada orang yang mengalami kesemutan akibat neuropati diabetik. Pilih kaos kaki dengan bahan yang lembut, elastis, dan tidak mudah membuat kaki lembap.
Hindari kaos kaki yang terlalu ketat karena dapat menekan kaki. Penggunaan kaos kaki yang sesuai juga membantu melindungi kaki dari gesekan dan rasa tidak nyaman saat beraktivitas.
7. Penuhi Kebutuhan Vitamin B12
Kaki yang sering kesemutan dapat berkaitan dengan kekurangan vitamin B12. Vitamin ini dibutuhkan tubuh untuk menjaga kesehatan saraf sekaligus membantu pembentukan sel darah merah.
Jika kadar vitamin B12 dalam tubuh tidak mencukupi, seseorang dapat mengalami gangguan pada saraf tepi atau neuropati perifer. Kondisi tersebut salah satunya dapat ditandai dengan munculnya kesemutan pada kaki.
8. Obat Pereda Nyeri
Jika kesemutan disertai nyeri akibat peradangan, obat pereda nyeri dapat digunakan untuk membantu mengurangi keluhan tersebut. Salah satunya adalah obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), seperti ibuprofen dan adalam mefenamat, yang dapat membantu meredakan nyeri akibat peradangan.
Penggunaan obat tetap perlu memperhatikan dosis yang dianjurkan. Jika ragu mengenai obat yang sesuai, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.
Baca Juga: Positivity Rate Influenza September 2026 56%, Diprediksi Menurun di Akhir Tahun
9. Istirahat yang cukup
Istirahat yang cukup juga penting untuk membantu tubuh memulihkan kondisi otot dan saraf. Kurang tidur dapat membuat keluhan seperti nyeri, kram, kebas, dan kesemutan terasa semakin mengganggu. Karena itu, usahakan tidur setidaknya 7 jam setiap malam.
Jika harus duduk atau berdiri dalam waktu lama, jangan lupa mengambil jeda untuk mengubah posisi. Berdiri, berjalan sebentar, atau melakukan peregangan ringan setiap satu hingga dua jam dapat membantu mengurangi ketegangan pada tubuh.
Kesemutan yang muncul berulang kali atau tidak kunjung hilang sebaiknya diperiksakan kepada dokter. Pemeriksaan dapat membantu mengetahui penyebab kesemutan sehingga penanganannya bisa disesuaikan dengan kondisi yang dialami.
Cleveland Clinic menyebut bahwa penanganan parestesia bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Dokter dapat menentukan pengobatan yang diperlukan setelah mengetahui kondisi yang menyebabkan kesemutan.