← Beranda
Benarkah Asap Rokok, Gadget, dan Sinar UV Sebabkan Katarak?
Tazkia Royyan Hikmatiar• Rabu, 30 September 2026 | 23.15 WIB
Beberapa Pengaruh Buruk Pada Mata Karena Kecanduan Merokok, salah satunya katarak. Sumber foto: Healh Shots

 

JawaPos.com - Paparan sinar ultraviolet (UV) asap rokok, hingga main gadget sering dihubungkan dengan penyebab penyakit katarak. Namun, benarkah hal tersebut bila ditinjau secara medis?

Dokter spesialis mata JEC Eye Hospitals and Clinics dr. Milzan Murtadha, SpM, menjelaskan bahwa paparan sinar UV dalam jangka panjang memang dapat mempercepat proses terjadinya katarak.

"Memang sinar UV itu akan karena dia radiasi, jadi dia akan memang merusak semua sel di tubuh kita. Jadi memang kalau misalnya sering terkena UV itu pasti mempercepat untuk risiko kataraknya," ujarnya kepada wartawan, Rabu (30/9).

Namun, efek paparan UV terhadap risiko katarak bukan berarti muncul hanya setelah seseorang terpapar selama satu atau dua tahun. Menurut dr. Milzan, proses tersebut berlangsung dalam jangka panjang hingga puluhan tahun.

"Tapi apakah dalam jangka waktu satu-dua tahun aja? Enggak, pasti tetap berpuluh-puluh tahun juga," ungkapnya.

Karena itu, perlindungan terhadap paparan sinar UV menjadi salah satu hal yang penting untuk menjaga kesehatan mata, terutama bagi orang yang banyak beraktivitas di luar ruangan.

Rokok Berpengaruh Secara Sistemik

Selain sinar UV, kebiasaan merokok juga dapat meningkatkan risiko katarak. dr. Milzan menjelaskan, dampak rokok terhadap mata tidak semata-mata berasal dari asap rokok yang langsung mengenai permukaan mata.

Menurutnya, kandungan dan dampak rokok dapat memengaruhi berbagai sistem dalam tubuh, termasuk pembuluh darah serta memicu terbentuknya radikal bebas. Kondisi tersebut kemudian dapat berkontribusi terhadap proses yang berkaitan dengan terjadinya katarak.

"Merokok itu kan ya sangat berbahaya, ya bahayalah untuk tubuh kita dan dia mempengaruhi semua di tubuh kita. Jadi pembuluh darah, jadi dari pembuluh darah nanti di retinanya, retinanya bikin mata kering, bikin radiasi bebas juga, radikal bebas. Nah, itu yang biasanya menyebabkan kataraknya," jelas dr. Milzan.

Ketika ditanya apakah asap rokok tidak secara langsung menyebabkan katarak, dr. Milzan membenarkan bahwa jalur utamanya bersifat sistemik.

"Iya, betul. Biasanya tetap jalurnya sistemik. Bukan yang asap rokok langsung, tapi kalau asap rokok kena ke mata ya bikin matanya kering, pasti," katanya.

Main Gadget Tidak Menyebabkan Katarak

Berbeda dengan paparan UV dan rokok, kebiasaan menggunakan ponsel atau gadget tidak menyebabkan katarak. dr. Milzan menegaskan bahwa masyarakat tetap boleh menggunakan HP.

"Enggak. Nggak apa-apa main HP, cuma ya kalau matanya udah mulai lelah, istirahat," tuturnya.

Dengan demikian, penggunaan gadget lebih perlu diperhatikan dari sisi kenyamanan dan kelelahan mata, bukan sebagai penyebab katarak.

Katarak sendiri lebih berkaitan dengan proses perubahan pada lensa mata yang dipengaruhi berbagai faktor risiko, termasuk faktor usia dan paparan dalam jangka panjang.

EDITOR: Estu Suryowati