← Beranda
7 Tanda Tubuh Kekurangan Sinar Matahari, Mulai dari Lemas hingga Mood Mudah Berubah
Leni Setya Wati• Jumat, 2 Oktober 2026 | 13.48 WIB
Ilustrasi orang yang kekurangan sinar matahari (magnific/cookie_studio)

 

JawaPos.com - Tidak semua rasa lelah atau perubahan suasana hati dapat diselesaikan hanya dengan tidur lebih lama atau mengurangi stres. 

Terkadang, tubuh membutuhkan sesuatu yang sederhana tetapi sering terlupakan, yaitu paparan sinar matahari alami.

Seseorang mungkin sudah tidur cukup, mengonsumsi makanan bergizi, dan menjalani rutinitas dengan baik. Namun, tubuh tetap terasa berat seolah-olah energi tidak pernah benar-benar penuh.

Kondisi tersebut kerap dianggap sebagai akibat stres, kesibukan, atau proses bertambahnya usia. Padahal, kurangnya paparan sinar matahari juga dapat menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan.

Sinar matahari membantu tubuh memproduksi vitamin D. Vitamin ini memiliki berbagai fungsi penting bagi tubuh, termasuk membantu menjaga kesehatan tulang dan mendukung fungsi tubuh lainnya. Paparan cahaya alami juga berkaitan dengan suasana hati dan ritme biologis tubuh.

Menurut UCLA Health, durasi paparan cahaya alami yang lebih lama berkaitan dengan risiko depresi jangka panjang yang lebih rendah.

Sementara itu, National Institutes of Health (NIH) menjelaskan bahwa paparan sinar matahari merupakan salah satu sumber vitamin D bagi tubuh.

Namun, kebutuhan setiap orang terhadap sinar matahari dapat berbeda. Terlalu banyak paparan sinar ultraviolet juga dapat meningkatkan risiko kerusakan kulit. Karena itu, mendapatkan paparan cahaya alami secara bijak tetap penting.

Lantas, apa saja tanda tubuh mungkin kurang mendapatkan sinar matahari? Yuk simak daftarnya seperti dilansir dari YourTango.

1. Tubuh Tetap Lelah Meski Sudah Cukup Tidur

Salah satu tanda yang sering dirasakan adalah kelelahan yang tidak kunjung hilang.

Anda mungkin sudah tidur selama tujuh hingga delapan jam, tetapi ketika bangun tubuh masih terasa berat dan energi seolah belum kembali sepenuhnya.

Mengubah jam tidur, mengurangi kafein, atau beristirahat pada akhir pekan mungkin hanya memberikan efek sementara.

Rasa lelah berkepanjangan tentu memiliki banyak kemungkinan penyebab. Kurang paparan sinar matahari hanyalah salah satu faktor yang dapat dipertimbangkan, terutama jika kondisi tersebut disertai tanda lainnya.

2. Tubuh Terasa Berubah Saat Musim Berganti

Pernah merasa suasana hati atau energi berubah ketika musim berganti, bahkan sebelum perubahan cuaca benar-benar terasa?

Perubahan jumlah cahaya alami yang diterima tubuh dapat memengaruhi ritme sirkadian, yaitu sistem biologis yang membantu mengatur siklus tidur dan bangun.

Karena itu, sebagian orang dapat merasakan perubahan energi, pola tidur, atau suasana hati ketika durasi siang dan paparan cahaya alami berubah.

3. Aktivitas Sederhana Terasa Lebih Menguras Energi

Ketika energi menurun, bukan hanya pekerjaan besar yang terasa berat. Aktivitas sederhana seperti membalas pesan, memilih makanan, menyelesaikan pekerjaan rumah, atau mengambil keputusan kecil pun bisa terasa lebih melelahkan.

Jika hal-hal sederhana mulai membutuhkan energi yang jauh lebih besar dibandingkan biasanya, kondisi tersebut layak diperhatikan.

Meski begitu, kelelahan seperti ini tidak secara otomatis berarti Anda kekurangan sinar matahari. Banyak faktor lain yang juga dapat menyebabkan energi menurun, termasuk kurang tidur, stres, pola makan, dan kondisi kesehatan tertentu.

4. Anda Lebih Sering Mencari Tempat yang Terkena Cahaya

Ada kalanya tubuh secara spontan membuat seseorang lebih tertarik berada di dekat jendela, duduk di teras, membuka tirai, atau menghabiskan waktu di luar ruangan.

Keinginan untuk mendapatkan cahaya alami memang dapat terasa menyenangkan, terutama setelah terlalu lama berada di dalam ruangan.

Namun, ketertarikan pada cahaya bukanlah bukti pasti bahwa tubuh mengalami kekurangan vitamin D. Hal tersebut lebih tepat dipandang sebagai salah satu kebiasaan yang mungkin menunjukkan bahwa Anda membutuhkan lebih banyak waktu di luar ruangan.

5. Suasana Hati Mudah Dipengaruhi Cuaca

Hari yang cerah bisa membuat Anda merasa lebih bersemangat, sementara cuaca mendung membuat energi dan motivasi ikut menurun.

Cahaya alami berperan dalam pengaturan ritme sirkadian dan dapat berkaitan dengan suasana hati. Karena itu, perubahan paparan cahaya dapat membuat sebagian orang merasakan perbedaan mood.

Jika perubahan suasana hati berlangsung terus-menerus, semakin berat, atau mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya jangan langsung menganggapnya sebagai akibat kurang sinar matahari. Konsultasi dengan tenaga kesehatan dapat membantu mencari penyebab yang lebih tepat.

6. Anda Menyadari Hari-Hari Terbaik Justru Terjadi Saat Banyak Cahaya

Coba perhatikan kembali beberapa minggu terakhir. Apakah Anda cenderung merasa lebih berenergi ketika menghabiskan waktu di luar ruangan pada hari yang cerah? Apakah suasana hati terasa lebih baik setelah melakukan aktivitas di bawah cahaya alami?

Mencatat pola seperti ini dapat membantu Anda memahami hubungan antara rutinitas, paparan cahaya, tidur, dan suasana hati.

Meski demikian, hubungan tersebut tidak selalu berarti sinar matahari merupakan satu-satunya penyebab perubahan energi atau mood.

7. Anda Mulai Menganggap Rasa Lelah sebagai Hal yang Normal

Tanda yang paling mudah terabaikan justru ketika seseorang sudah terbiasa merasa tidak berenergi.

Awalnya, rasa lelah mungkin dianggap sementara. Namun, ketika kondisi tersebut berlangsung lama, seseorang bisa mulai menganggapnya sebagai bagian dari kepribadian atau rutinitas sehari-hari.

Padahal, perubahan energi yang menetap sebaiknya tidak diabaikan. Tubuh bisa memberikan sinyal melalui perubahan tidur, suasana hati, stamina, dan kebiasaan sehari-hari.

Jika keluhan terus berlangsung, mencari penyebabnya jauh lebih bermanfaat daripada sekadar berusaha membiasakan diri dengan kondisi tersebut.

Apa yang Bisa Dilakukan Jika Jarang Mendapatkan Sinar Matahari?

Saran sederhana seperti "lebih sering keluar rumah" memang ada benarnya, tetapi kebutuhan setiap orang tidak sama.

Cobalah menyisipkan aktivitas di luar ruangan dalam rutinitas harian, misalnya berjalan kaki pada pagi atau siang hari, bekerja atau membaca di area yang mendapatkan cahaya alami, atau menghabiskan waktu sejenak di luar rumah.

Namun, paparan sinar matahari tetap perlu dilakukan secara bijak. Paparan ultraviolet yang berlebihan dapat meningkatkan risiko kerusakan kulit, sehingga perlindungan terhadap kulit tetap penting.

Selain itu, jangan langsung mengonsumsi suplemen vitamin D hanya berdasarkan gejala yang dirasakan. Kelelahan dan perubahan mood memiliki banyak kemungkinan penyebab.

Jika keluhan menetap atau mengganggu kehidupan sehari-hari, pemeriksaan dan konsultasi dengan tenaga kesehatan dapat membantu mengetahui penyebab sebenarnya.

 
 
EDITOR: Novia Tri Astuti