← Beranda
Menjaga Kulit Tak Lagi Sekadar Urusan Skincare
Dimas Choirul• Sabtu, 3 Oktober 2026 | 03.36 WIB
Ilustrasi konsultasi kecantikan/(Istimewa).

JawaPos.com — Menjaga kesehatan kulit kini tidak lagi hanya berkutat pada pemilihan produk perawatan. Pola tidur, asupan makanan, aktivitas fisik, stres, hingga paparan sinar ultraviolet dan polusi mulai dipandang sebagai bagian yang turut memengaruhi kondisi kulit dalam jangka panjang.

Melihat tantangan itu, Wardah Skin Longevity Clinic diperkenalkan sebagai The First Wardah Skin Longevity Clinic by ParagonCorp in Southeast Asia. Acara ini berlangsung di Spac8 Ashta pada 29 September hingga 6 Oktober 2026.

Melalui Wardah Skin Longevity Protocol, Wardah menghubungkan hasil Advanced Skin ID Blueprint dengan personalized guidance yang tidak hanya berfokus pada perawatan kulit, tetapi juga tiga pilar gaya hidup, yakni Move, Eat, dan Rest.

From Healthy Lifestyle to Skin Longevity
Pilihan untuk menjalani gaya hidup sehat kini semakin personal, seiring dengan meningkatnya literasi konsumen. Sebagian orang memilih pilates untuk menjaga kekuatan tubuh, sementara lainnya mulai memperhatikan pola makan sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan sehari-hari.

Baca Juga: Final Look yang Flawless dengan Wardah

Sejumlah studi menunjukkan bahwa kesehatan dan proses penuaan kulit tidak hanya dipengaruhi faktor intrinsik, tetapi juga berkaitan dengan berbagai faktor gaya hidup, seperti pola makan, kesehatan sistem pencernaan, aktivitas fisik, kualitas tidur, stres, serta paparan sinar ultraviolet (UV) dan polusi.

Melalui Wardah Skin Longevity Clinic, berbagai aspek tersebut dipertemukan dalam satu pengalaman yang didukung para ahli. Pendekatan ini ditujukan untuk membantu konsumen memahami kondisi kulit sekaligus menerjemahkannya menjadi langkah perawatan yang lebih personal dan berdampak jangka panjang.

Wardah Skin Longevity Concept

"Setiap hari, kita menjalani banyak hal. Kita bergerak, bekerja, bertemu banyak orang dan makan di tengah kesibukan. Tanpa banyak kita sadari, kulit ikut menjalani semuanya bersama kita," ujar Dr. Sari Chairunnisa, Sp.D.V.E., Deputy CEO ParagonCorp, dalam sambutannya.

Melalui pengantar tersebut, dr. Sari mengajak masyarakat melihat perawatan kulit sebagai bagian dari upaya merawat diri dalam jangka panjang. Menurutnya, pertanyaan mengenai apa yang harus dilakukan ketika kulit bermasalah tetap penting. Namun, menjaga kulit yang masih sehat, melindungi fungsi yang masih baik, dan mempertahankannya lebih lama juga perlu menjadi perhatian.

Melalui pendekatan skin exposome science, Wardah menerjemahkan hubungan antara gaya hidup dan kondisi kulit ke dalam tiga pilar utama, yakni MOVE, EAT, dan REST.

Pola tidur, stres, nutrisi, aktivitas fisik, serta paparan UV dan lingkungan menjadi bagian dari konteks kesehatan tubuh dan kulit.

Move, Eat, Rest Protocol: Lifestyle Rituals for Lasting Skin Health

Dari berbagai aspek gaya hidup yang dipetakan di Wardah Skin Longevity Clinic, MOVE, EAT, dan REST menjadi tiga pilar utama.

MOVE – Aktivitas fisik yang teratur merupakan bagian dari kesehatan tubuh secara menyeluruh, termasuk sirkulasi dan kesehatan metabolik. Pilar ini mengajak pengunjung melihat olahraga sebagai ritual jangka panjang, bukan sekadar target kebugaran.

EAT – Nutrisi menjadi bagian dari kesehatan sistemik. Pilar ini memperkenalkan hubungan antara pola makan, kesehatan pencernaan, dan kondisi kulit melalui pendekatan keilmuan gut–skin axis.

REST – Tidur, pemulihan, dan pengelolaan stres menjadi bagian dari pilar ini. Pendekatan tersebut membahas bagaimana kurang tidur dan stres kronis berkaitan dengan kondisi kulit yang tampak kusam dan lebih reaktif melalui konsep circadian rhythm dan brain–skin axis.

Skin Longevity Expert, Founder Dryd Clinic & Medical Lead Soulbox Recharge, dr. Yusri Dinuth, MM, ABAARM, menjelaskan perbedaan antara lifespan dan healthspan.

"Lifespan adalah umur yang panjang. Sementara healthspan, yang menjadi bagian dari konsep longevity, adalah hidup panjang yang tetap berkualitas: tetap fit, aktif, dan berdaya tanpa harus bolak-balik berobat," jelasnya.

 

 

EDITOR: Mohamad Nur Asikin