JawaPos.com – Eczema atau eksim menjadi salah satu masalah kulit yang harus dihadapi penderita dalam jangka panjang. Sehingga, penderita eksim harus mengetahui cara mencegah kekambuhan atau flare-up agar bisa menjalani hidup tanpa menggunakan obat.
Dokter Tomi Nugraha, Sp.DVE, Dermatologist ERHA Ultimate, mengungkapkan, suka tidak suka eksim dapat berlangsung secara berulang sepanjang hidup. Sehingga, yang perlu dipahami adalah menangani eksim bukan sekadar tentang meredakan keluhan saat gejala memburuk.
Beberapa hal yang bisa menyebabkan eksim antara lain genetik, lingkungan, perubahan dalam tubuh, hingga kondisi kulit bisa menyebabkan kekambuhan eczema.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Virgo 5 Oktober 2026: Mulai dari Cinta, Karir, Kesehatan dan Keuangan
Tapi penggunaan obat tanpa pendampingan dokter pun juga bisa memperburuk eksim saat kambuh. Misalnya, pembelian obat sendiri yang sebenarnya bukan untuk eksim.
Untuk itu, mencegah kekambuhan eksim selain dari kebersihan diri dan lingkungan, melalui perawatan kulit yang tepat jauh lebih baik daripada mengobati saat kambuh. Terlebih perjalanan kekambuhan eksim tiap pasien itu berbeda.
Salah satunya mengetahui kondisi kulit dan polanya. Itu menjadi bagian penting dalam pengelolaan eksim.
Misalnya penanganan eksim di ERHA Ultimate. Pasien tentunya akan berkonsultasi dulu dengan doktet terkait dengan kekambuhan eksimnya. Lalu akan dilihat jenis kulitnya dan terapi apa yang cocok.
“Pemahaman yang komprehensif terhadap kulit sangatlah penting, sehingga terapi dapat disesuaikan secara spesifik untuk setiap pasien,” ujar dr. Tomi dalam talkshow Beyond the Flare, Every Skin Has a Story di Jakarta, baru-baru ini.
Lalu, kapan harus ke dokter? Dokter Tomi menjelaskan, ketika memiliki faktor genetik eksim dan gejalanya sudah mulai muncul, tidak ada salahnya untuk mengunjungi dokter.
Lalu ada beberapa gejala yang perlu diperhatikan, tidak cuma gatal. Seperti mulai bersisik, keluar cairan dari gatal, hingga luas permukaan gatal lebih dari 30 persen tubuh.
“Jadi sebelum parah atau berat kondisi eksimnya baik itu ringan, sedang, berat, itu tetap harus ketemu sama dokter,” tutupnya.
Dukungan Orang Terdekat
Penderita eksim terkadang merasa kurang percaya diri karena adanya perubahan kulit yang terlihat secara fisik. Untuk itu dukungan orang terdekat pun diperlukan.
Misalnya dengan memberi perhatikan sekedar bertanya hingga ikut membantu mencari solusi dari kekambuhan eczema.
Diungkapkan Alisa Agustine selaku GM Marketing of Erha Clinic Group, ketika seseorang hidup dengan eczema, perjalanannya sering kali juga menjadi perjalanan bagi orang-orang terdekatnya. “Ada pemahaman, ada dukungan, dan ada pendampingan yang dapat membantu mereka merawat kulit dengan lebih baik di setiap tahap kehidupan,” ujar Alisa.
Hal ini juga yang coba dituangkan lewat kampanye FOR EVERY SKIN YOU CARE FOR, bahwa di balik setiap kondisi kulit, selalu ada seseorang yang sedang berusaha memahami dan merawat, baik dirinya sendiri maupun orang yang ia sayangi.