← Beranda
Ini Bahayanya Jika Terlalu Sering Menahan Buang Air Kecil 
Siti Wardatul Jannah• Sabtu, 10 Oktober 2026 | 03.00 WIB
Ilustrasi seseorang menahan buang air kecil (Magnific)

JawaPos.com - Hampir setiap orang mungkin pernah menahan buang air kecil, terutama ketika sedang dalam perjalanan, sibuk beraktivitas, atau sulit menemukan toilet. Meski sering kali dianggap sebagai hal sepele dan bukan masalah besar, kebiasaan ini jika sering dilakukan bisa berdampak serius bagi kesehatan. 

Kebiasaan menunda buang air kecil dapat membuat urine tertahan lebih lama di dalam kandung kemih. Kondisi ini dapat mengganggu pengosongan kandung kemih sehingga urine yang tersisa berisiko menjadi tempat berkembang biaknya bakteri dan memicu infeksi saluran kemih. 

Apabila infeksi menyebar hingga ke ginjal, kondisi tersebut dapat menimbulkan komplikasi serius. Lantas, apa saja bahaya lain yang bisa terjadi akibat terlalu sering menahan buang air kecil? Melansir dari Alodokter dan Hellosehat, Jum’at (9/10), berikut beberapa dampak yang dapat terjadi. 

Baca Juga: Simak, Jadwal Waktu Shalat Bagi Wilayah Kuningan Besok Sabtu, 10 Oktober 2026

1. Menimbulkan Rasa Nyeri dan Tidak Nyaman

Menahan buang air kecil terlalu lama dapat membuat kandung kemih semakin penuh dan meregang sehingga menimbulkan rasa nyeri dan tidak nyaman. Rasa ini biasanya terasa di bagian bawah perut dan dapat mereda setelah buang air kecil. Namun, jika kebiasaan ini terus dilakukan, fungsi kandung kemih dapat terganggu dan menyebabkan seseorang kesulitan mengeluarkan urine.

2. Meningkatkan Risiko Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Buang air kecil membantu mengeluarkan bakteri dari saluran kemih. Ketika seseorang terlalu sering menundanya, urine dapat tertahan lebih lama di dalam kandung kemih. Kondisi ini memberi kesempatan bagi bakteri untuk berkembang biak dan meningkatkan risiko infeksi saluran kemih (ISK).

Baca Juga: Konflik Gaza Picu Gelombang Solidaritas Warga Inggris yang Menuntut untuk Mengubah Kebijakan Israel

Meski begitu, menahan buang air kecil tidak selalu menyebabkan infeksi. Risiko ISK juga dapat dipengaruhi oleh faktor lain, seperti kurang minum air dan gangguan yang membuat kandung kemih sulit dikosongkan. Oleh karena itu, sebaiknya jangan membiasakan diri menunda buang air kecil agar urine dapat dikeluarkan secara teratur.

3. Inkontinensia Urine

Selain meningkatkan risiko ISK, kebiasaan menunda buang air kecil terlalu sering juga dapat mempengaruhi kemampuan kandung kemih dalam mengontrol keluarnya urine. Jika fungsi kandung kemih terganggu, seseorang berisiko mengalami inkontinensia urine, yaitu kondisi ketika urine keluar tanpa bisa dikendalikan.

Kondisi ini dapat ditandai dengan urine yang merembes atau keluar sebelum seseorang sempat pergi ke toilet. Apabila kamu mulai sering mengalami kebocoran urine atau kesulitan mengontrol buang air kecil, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya.

4. Memicu Batu Kandung Kemih

Kebiasaan menunda buang air kecil dapat membuat proses berkemih tidak tuntas sehingga masih ada sisa urine di dalam kandung kemih. Apabila kondisi ini terjadi berulang kali, sisa urine dapat meningkatkan risiko terbentuknya batu kandung kemih.

Baca Juga: Andrew Garfield Tak Lagi Mengandalkan AI Setelah Membintangi Film Artificial

Batu kandung kemih merupakan endapan mineral yang mengeras di dalam kandung kemih. Kondisi ini dapat menimbulkan sejumlah gejala, seperti nyeri saat buang air kecil, nyeri di perut bagian bawah, kesulitan mengeluarkan urine, hingga urine bercampur darah.

5. Meningkatkan Risiko Batu Ginjal

Selain batu kandung kemih, kebiasaan menunda buang air kecil juga berpotensi meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal. Batu ginjal merupakan endapan mineral, seperti kalsium dan asam urat, yang mengeras di dalam ginjal. Penumpukan mineral dan garam dalam urine dapat membentuk kristal yang kemudian berkembang menjadi batu ginjal.

Batu ginjal berukuran kecil biasanya dapat keluar bersama urine tanpa menimbulkan rasa sakit. Namun, ketika ukurannya membesar, batu dapat menyumbat saluran kemih dan menghambat aliran urine. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa nyeri saat buang air kecil.

Baca Juga: 5 Zodiak yang Diprediksi Kaya Mendadak Oktober 2026, Gemini hingga Aries Punya Peluang Emas

6. Menyebabkan Hidronefrosis 

Tekanan berlebih di dalam kandung kemih akibat terlalu lama menunda buang air kecil dapat membuat urine mengalir kembali ke ginjal. Kondisi ini berisiko menyebabkan hidronefrosis, yaitu pembengkakan ginjal akibat penumpukan urine ketika alirannya menuju saluran kemih terganggu.

Hidronefrosis dapat menimbulkan gejala berupa nyeri di punggung atau panggul, berkurangnya frekuensi buang air kecil, hingga nyeri saat berkemih. Apabila berlangsung dalam jangka panjang tanpa penanganan, kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan ginjal.

7. Pembengkakan Kandung Kemih

Kandung kemih berfungsi menampung urine sebelum dikeluarkan dari tubuh. Namun, kebiasaan menunda buang air kecil dapat membuat urine terus menumpuk di dalam kandung kemih. Jika penumpukan terjadi dalam jumlah berlebihan, kandung kemih dapat meregang dan membengkak karena harus menampung urine yang belum dikeluarkan.

Kondisi tersebut dapat mengganggu fungsi kandung kemih, terutama jika seseorang mengalami kesulitan mengosongkannya. Oleh karena itu, penting untuk tidak membiasakan diri menunda buang air kecil terlalu lama agar urine tidak terus menumpuk di dalam kandung kemih.

8. Infeksi Menyebar ke Ginjal

Baca Juga: Simak, Jadwal Waktu Shalat Bagi Wilayah Bandung Besok Sabtu, 10 Oktober 2026

Jika infeksi saluran kemih tidak segera ditangani, bakteri dapat menyebar hingga ke ginjal dan menyebabkan infeksi ginjal atau pielonefritis. Kondisi ini lebih serius karena dapat menimbulkan komplikasi, termasuk kerusakan ginjal permanen apabila tidak mendapat penanganan yang tepat.

Setelah mengetahui berbagai bahaya akibat terlalu sering menahan buang air kecil, kebiasaan ini sebaiknya mulai dihindari. Jangan menunda buang air kecil terlalu lama dan pastikan kebutuhan cairan tubuh tercukupi untuk membantu menjaga kesehatan saluran kemih.

EDITOR: Bintang Pradewo