← Beranda
Kemenkes: 9 dari 10 Anak Muda Indonesia dengan Depresi Belum Terakses Pengobatan
Tazkia Royyan Hikmatiar• Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17.00 WIB
Ilustrasi orang yang mengalami depresi. (Freepik)

 

JawaPos.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat 9 dari 10 anak muda Indonesia yang mengalami depresi belum terakses pengobatan. Kebanyakan berusia 15-25 tahun.

Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes Maria Endang Sumiwi menegaskan bahwa kesehatan jiwa merupakan salah satu isu utama dalam pembangunan nasional. 

“Dari sekitar 3 juta orang dengan depresi, baru 12,7 persen yang mendapatkan pengobatan," ujarnya kepada wartawan, Jumat (10/10).

Artinya, kata Endang, 9 dari 10 orang dengan depresi belum terjangkau layanan kesehatan. 

"Beban tertinggi justru berada pada kelompok anak muda usia 15 hingga 24 tahun,” imbuhnya.

Padahal, mengutip data Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME), gangguan jiwa merupakan penyebab kedua terbesar hilangnya tahun hidup sehat akibat disabilitas di Indonesia.

Sementara itu, data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat prevalensi depresi pada penduduk berusia di atas 15 tahun mencapai 1,4 persen atau sekitar 2,5 juta hingga 3 juta orang.

Selain depresi, Endang mengatakan bahwa perhatian juga perlu diberikan kepada individu neurodivergent, termasuk individu dengan ADHD dan disleksia. 

ADHD merupakan gangguan perkembangan saraf yang memengaruhi fokus dan kontrol diri, sedangkan disleksia merupakan gangguan belajar spesifik yang memengaruhi kemampuan membaca dan menulis.

Kondisi tersebut, katanya, bukanlah bentuk kekurangan, kemalasan, ataupun akibat kesalahan pola asuh.

Neurodivergent merupakan keragaman cara kerja otak yang perlu dipahami dan diterima oleh lingkungan sekitar, terutama keluarga, agar individu yang mengalaminya memperoleh dukungan sesuai kebutuhannya.

Untuk mengurangi kesenjangan pengobatan, Kemenkes mengaku tengah memperluas jangkauan layanan kesehatan jiwa hingga ke tingkat pelayanan kesehatan primer. 

Sejumlah fasilitas dan program telah disiapkan untuk memperkuat deteksi dini, penanganan, serta dukungan bagi masyarakat.

Sebanyak 6.549 puskesmas atau 64 persen dari seluruh puskesmas di Indonesia telah mampu memberikan pelayanan kesehatan jiwa.

Kemenkes menargetkan seluruh puskesmas mampu memberikan pelayanan kesehatan jiwa dalam dua tahun ke depan. Selain itu, sebanyak 932 puskesmas telah disiapkan agar ramah bagi penyandang disabilitas.

Melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) serta layanan rutin bagi ibu hamil dan ibu nifas melalui Antenatal Care (ANC), Kemenkes telah melakukan skrining kesehatan jiwa terhadap 71,86 juta penduduk berusia di atas 7 tahun.

Hasilnya menunjukkan indikasi gejala depresi tertinggi ditemukan pada kelompok ibu hamil dan ibu nifas, yakni sebesar 7,1 persen, serta kelompok usia sekolah dan remaja sebesar 2,3 persen.

Baca Juga: Psikologi Ungkap 10 Kalimat Ini Jadi Tanda Depresi, Kesehatan Mental Terganggu, dan Sulit Bahagia

Untuk memberikan dukungan kepada masyarakat yang mengalami krisis kesehatan jiwa, layanan Healing119.id telah diakses oleh 284.916 pengguna melalui panggilan telepon maupun percakapan daring (chat). (*)

EDITOR: Dinarsa Kurniawan