← Beranda
5 Kesalahan Saat Minum Suplemen Vitamin yang Membuat Manfaatnya Berkurang
Cicilia Margarettha• Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17.49 WIB
Ilustrasi seorang perempuan meminum suplemen vitamin dengan air putih (pexels.com)

 

 

JawaPos.com - Suplemen vitamin sering dianggap solusi praktis untuk menutup kekurangan nutrisi.

Banyak orang meminum suplemen vitamin kapan saja sempat, tanpa memikirkan waktu atau pasangannya.

Padahal, waktu dan cara minum vitamin mempengaruhi seberapa banyak nutrisi yang diserap tubuh.

Beberapa suplemen bahkan saling menghambat, atau mengganggu kerja obat yang sedang dikonsumsi.

Melansir dari laman The Ohio State University pada Jumat (09/10), menyebutkan suplemen-suplemen yang sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan, karena dapat menghambat penyerapan satu sama lain oleh tubuh

Sebaiknya selalu berusaha mendapatkan sebagian besar, atau bahkan seluruh, nutrisi  dari makanan yang Anda konsumsi.

Namun, jika itu tidak memungkinkan, multivitamin atau vitamin dan mineral tertentu dapat membantu menggantikan kekurangan nutrisi tersebut.

Berikut lima kesalahan yang perlu Anda dihindari sebelum mengkonsumsi beberapa suplemen vitamin dan cara minum vitamin yang tepat:

1. Minum vitamin larut lemak saat perut kosong

Vitamin A, D, E, dan K larut dalam lemak sehingga paling baik diserap bersama makanan, idealnya lemak sehat seperti alpukat.

Vitamin larut air, seperti vitamin C dan semua vitamin B, boleh diminum saat perut kosong, atau bersama makanan bila membuat mual.

2. Menelan kalsium dan zat besi bersamaan

Kalsium mengurangi penyerapan zat besi. Vitamin C dan B12 dosis tinggi yang diminum bersamaan dalam jangka panjang juga dapat menurunkan penyerapan B12.

Beri jeda dua sampai empat jam, misalnya zat besi pagi hari dan kalsium saat makan siang atau malam.

3. Melewatkan pasangan nutrisi

Beberapa nutrisi justru saling membantu. Vitamin D diperlukan untuk menyerap kalsium, vitamin C membantu menyerap zat besi dari sumber nabati seperti kacang-kacangan.

Magnesium membantu mengubah vitamin D ke bentuk aktif, dan vitamin K membantu kalsium masuk ke tulang.

4. Mengabaikan interaksi dengan obat

Ginkgo biloba bersama pengencer darah meningkatkan risiko perdarahan berat. Kalsium atau zat besi menghambat penyerapan levotiroksin, sehingga sebaiknya diberi jeda minimal empat jam.

Vitamin K melemahkan efek warfarin, dan dapat menurunkan efektivitas pil KB, antidepresan, dan pengencer darah.

5. Asal memilih waktu minum

Magnesium glisinat yang dipakai untuk menenangkan dan membantu tidur sebaiknya malam hari.

Vitamin B12 yang membuat tubuh terasa segar lebih baik diminum pagi. Multivitamin idealnya diminum bersama makan di awal hari, terutama bila mengandung kafein atau herbal penambah energi seperti ginseng.

Penelitian klinis, menemukan kadar vitamin D dalam darah naik sekitar 50 persen setelah suplemen diminum bersama makan terbesar atau diminum bersama makanan berlemak.

Dalam studi juga menunjukkan pada pasien hipotiroid menemukan konsumsi kalsium karbonat 1.200 mg per hari dapat menurunkan kadar hormon tiroid dan meningkatkan TSH.

Konsultasikan dengan dokter tentang aturan cara minum vitamin. Pola makan beragam tetap menjadi fondasi utama, sementara suplemen hanya melengkapi.

***

EDITOR: Novia Tri Astuti