JawaPos.com - Membersihkan telinga menggunakan cotton bud sudah menjadi kebiasaan bagi banyak orang karena dinilai lebih praktis. Namun, cara ini secara medis tidak dianjurkan karena berisiko menimbulkan sejumlah masalah pada kesehatan telinga.
Pada dasarnya, telinga memiliki mekanisme alami untuk mengeluarkan kotoran dari saluran telinga. Pergerakan kulit di saluran telinga serta gerakan rahang saat berbicara dan mengunyah membantu mendorong serumen menuju bagian luar telinga.
Kotoran telinga atau serumen sendiri memiliki fungsi penting bagi kesehatan. Zat ini membantu menangkap debu dan kotoran, sekaligus melindungi saluran telinga dari air dan mikroorganisme. Serumen juga membantu menjaga kelembapan saluran telinga agar tidak mudah kering dan gatal.
Baca Juga: Main 17 Menit, Calvin Verdonk Bawa Lille Menang Tipis Lawan Le Havre
Meski memiliki fungsi penting, serumen terkadang dapat menumpuk secara berlebihan hingga menyumbat saluran telinga. Dilansir dari NHS Inform, Minggu (11/10), penumpukan ini dapat menyebabkan nyeri telinga, penurunan pendengaran, telinga berdenging, dan rasa gatal.
Penumpukan serumen tersebut dapat semakin parah jika telinga dibersihkan dengan cara yang kurang tepat, salah satunya menggunakan cotton bud. Karena itu, penggunaan alat ini sebaiknya dihindari jika membersihkan telinga. Alih-alih mengangkat kotoran, cutton bud justru dapat mendorong serumen semakin dalam sehingga berisiko menyebabkan penyumbatan. Selain itu, penggunaan cutton bud juga dapat melukai saluran telinga jika digunakan terlalu dalam atau dengan tekanan berlebihan.
Menurut Alodokter, berikut beberapa risiko lainnya yang terjadi jika anda membersihkan telinga dengan menggunakan cotton bud.
1. Merusak Gendang Telinga
Baca Juga: Kakorlantas hingga Kapolda Lampung Resmi Dimutasi
Penggunaan cotton bud dengan tekanan berlebihan atau memasukkannya terlalu dalam dapat menyebabkan gendang telinga pecah. Kondisi ini dapat menimbulkan nyeri dan keluarnya cairan dari telinga. Pada kasus tertentu, kerusakan gendang telinga juga dapat mengganggu pendengaran, baik sementara maupun permanen.
2. Melukai Saluran Telinga Bagian Luar
Kulit yang melapisi saluran telinga cukup sensitif sehingga rentan mengalami iritasi atau luka akibat gesekan cotton bud. Luka tersebut dapat mengganggu perlindungan alami kulit dan meningkatkan risiko peradangan pada saluran telinga bagian luar atau otitis eksterna.
3. Memicu infeksi akibat luka atau iritasi.
Luka atau iritasi pada saluran telinga akibat penggunaan cotton bud dapat meningkatkan risiko infeksi. Hal ini terjadi karena kerusakan kulit mengurangi perlindungan alami telinga terhadap mikroorganisme. Infeksi dapat ditandai dengan nyeri, gatal, kemerahan, atau keluarnya cairan dari telinga.
Cara Membersihkan Telinga yang Aman
Baca Juga: Prabowo Sambut El-Sisi di Istana Merdeka, Indonesia-Mesir Perkuat Kemitraan Strategis
Untuk menjaga kebersihan telinga, ada beberapa cara yang bisa dilakukan, yaitu:
1. Gunakan Obat Tetes Telinga
Obat tetes telinga yang tersedia di apotek dapat membantu melunakkan serumen agar lebih mudah keluar secara alami. Beberapa jenis obat tetes mengandung natrium bikarbonat, minyak zaitun, atau minyak almond.
Namun, penggunaannya perlu disesuaikan dengan kondisi telinga karena beberapa produk dapat menyebabkan iritasi. Hindari penggunaan obat tetes jika terdapat lubang atau robekan pada gendang telinga. Konsultasikan dengan apoteker sebelum memilih produk yang sesuai.
2. Periksakan Diri ke Dokter THT
Jika telinga tetap terasa tersumbat atau keluhan tidak membaik setelah menggunakan obat tetes selama satu minggu, periksakan diri ke dokter THT. Dokter akan memeriksa kondisi telinga dan menentukan penanganan yang tepat, seperti irigasi telinga atau pengangkatan serumen menggunakan alat khusus.
Baca Juga: Bacaan Misa Gereja Katolik Minggu, 11 Oktober 2026: Hari Minggu Biasa XXVIII
Dengan demikian, membersihkan telinga menggunakan cotton bud, terutama pada bagian dalam saluran telinga, tidak dianjurkan secara medis karena berisiko mendorong serumen semakin dalam hingga menyebabkan cedera. Jika kotoran telinga menumpuk dan menimbulkan keluhan, gunakan cara yang tepat atau konsultasikan dengan dokter THT agar telinga tetap bersih tanpa menimbulkan masalah kesehatan.