← Beranda
Jangan Beri Telur Mentah, Cek 4 Tanda Bayi Sudah Siap Terima MPASI
Tazkia Royyan Hikmatiar• Senin, 12 Oktober 2026 | 18.47 WIB
Ilustrasi memberikan MPASI kepada bayi. (Pexels/Andrea Piacquadio)

JawaPos.com - Bayi tidak boleh sembarangan diberi makanan, termasuk telur, apalagi telur mentah, sebelum siap menerima makanan pendamping ASI (MPASI).

Karena itu, Orang tua perlu mengenali empat tanda bayi siap menerima MPASI sehingga tidak asal memberikan asupan makanan kepada bayi.

Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp Kardio(K), menjelaskan bahwa kesiapan bayi menerima MPASI harus dinilai secara menyeluruh.

"Pemberian makanan yang tidak sesuai dengan usia, kemampuan menelan, atau tekstur yang dapat ditoleransi bayi dapat meningkatkan risiko tersedak, aspirasi, dan gangguan pemberian makan," katanya kepada wartawan, Senin (12/10).

Baca Juga: Kapan Pemberian Makanan Pendamping Bayi Bisa Diberikan? Berikut Penjelasan IDAI

Berikut empat tanda bayi sudah siap menerima MPASI yang perlu diperhatikan orang tua.

1. Mampu Mengontrol Kepala dan Leher

Bayi perlu mampu mempertahankan posisi kepala dan leher dengan stabil sebelum mulai menerima MPASI. Kemampuan ini akan membantu bayi menjaga posisi tubuh saat makan.

2. Mampu Duduk dengan Bantuan

Tanda berikutnya adalah bayi mampu duduk dengan bantuan dan mempertahankan posisi tubuh yang memadai.

Posisi tubuh yang stabil penting bagi bayi untuk mendukung proses makan yang lebih aman.

3. Mampu Mengoordinasikan Gerakan Mulut dan Menelan

Bayi perlu menunjukkan koordinasi gerakan mulut serta kemampuan menelan makanan dengan tekstur yang sesuai.

Baca Juga: IDAI Ingatkan 3 Bahaya Telur Mentah Buat Bayi, Sampai 6 Bulan ASI Masih Asupan Utama

Jika kemampuan ini belum berkembang, pemberian makanan berisiko menyebabkan tersedak atau aspirasi, yakni masuknya makanan ke saluran pernapasan.

4. Menunjukkan Ketertarikan terhadap Makanan

Bayi yang mulai siap menerima MPASI dapat menunjukkan ketertarikan terhadap makanan. Selain itu, bayi mulai mampu menerima makanan yang diberikan menggunakan sendok.

Meski begitu, dr. Piprim menekankan bahwa kesiapan menerima MPASI tidak boleh ditentukan hanya berdasarkan satu tanda.

Seluruh aspek perkembangan tersebut perlu diperhatikan sebelum orang tua mulai memberikan makanan kepada bayi.

Sebelumnya, seorang bayi berusia 28 hari bernama Alena meninggal dunia setelah diduga diberi telur mentah oleh sang nenek sebagai upaya untuk menyembuhkan demam.

Baca Juga: Miris, Bayi 28 Hari Meninggal Dunia Usai Diduga Diberi Telur Mentah oleh Neneknya

Kasus tersebut menjadi pengingat agar keluarga tidak sembarangan memberikan makanan atau menggunakan bahan pangan sebagai pengobatan bagi bayi.

Humas RSU Dr. Soetomo, Adin Niken, membenarkan kabar meninggalnya Alena setelah menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.

"Betul, pasien bayi tersebut meninggal hari ini pukul 07.10 WIB. Tercatat 28 hari usia adeknya saat meninggal," kata Niken kepada JawaPos.com.

Kasus ini pertama kali diungkapkan oleh tante korban, Callista Arisha, melalui unggahan di media sosial Threads pada Kamis (8/10).

Saat itu, Callista meminta bantuan untuk mendapatkan ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) bagi keponakannya yang sedang kritis.

Baca Juga: 6 Alasan Mengapa Tidur Berdekatan dengan Bayi Bisa Bermanfaat bagi Mereka Menurut Psikologi

Alena kemudian dirujuk ke RSU Dr. Soetomo pada Jumat (9/10). Namun, kondisinya dilaporkan memburuk hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Minggu (11/10).

EDITOR: Bayu Putra