← Beranda
Gandeng PIKI, Mayapada Hospital Bahas Teknik Terbaru Penanganan Jantung
Djati Waluyo• Senin, 12 Oktober 2026 | 20.16 WIB
Peringatan Hari Jantung Sedunia, Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS) berkolaborasi dengan Perhimpunan Intervensi Kardiovaskuler Indonesia (PIKI) menggelar Strategic PCI Meeting 2026.

JawaPos.com - Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS) berkolaborasi dengan Perhimpunan Intervensi Kardiovaskuler Indonesia (PIKI) menggelar Strategic PCI Meeting 2026 dalam rangkaian peringatan Hari Jantung Sedunia. 

Forum yang membahas perkembangan teknik Complex Percutaneous Coronary Intervention (PCI), diikuti oleh lebih dari 50 dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari berbagai wilayah Indonesia untuk memperdalam strategi penanganan penyakit jantung koroner (PJK) kompleks.

Sebagaimana diketahui, PCI merupakan prosedur minimal invasif untuk membuka sumbatan pembuluh darah jantung yang dikenal masyarakat sebagai pemasangan ring jantung.

Hospital Director Mayapada Hospital Jakarta Selatan, Fiktorius Kuludong, mengatakan kolaborasi dengan PIKI menjadi kesempatan untuk memperkuat pertukaran pengetahuan dan pengalaman klinis antardokter.

“Kami mengapresiasi kepercayaan PIKI kepada Mayapada Hospital Jakarta Selatan untuk berkolaborasi dalam penyelenggaraan Strategic PCI Meeting 2026,” ujar Fiktor dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (12/10).

Baca Juga: Mayapada Dental Care Hadirkan Layanan Gigi Berbasis Hospital Grade

Fiktor mengatakan, melalui sesi live case advanced PCI, tim dokter dapat berbagi pengalaman dan mendiskusikan berbagai strategi penanganan sumbatan jantung kompleks bersama para dokter spesialis jantung dari berbagai wilayah Indonesia. 

“Kami berharap kolaborasi ini dapat terus mendorong peningkatan kompetensi medis dan kualitas perawatan pasien jantung,” ujarnya.

Dia menjelaskan, Cardiovascular Center Mayapada Hospital Jakarta Selatan menyediakan layanan penanganan berbagai kasus jantung kompleks melalui prosedur intervensi maupun bedah jantung, baik secara terbuka maupun minimal invasif.

Layanan tersebut didukung kolaborasi dokter spesialis dan subspesialis serta teknologi medis, termasuk pemeriksaan single-photon emission computed tomography (SPECT) Scan untuk mengevaluasi aliran darah ke otot jantung dan mendeteksi area yang kekurangan pasokan darah.

Selain itu, rumah sakit tersebut memiliki sistem robotik da Vinci untuk tindakan sesuai indikasi medis. Penanganan yang tersedia mencakup gangguan irama jantung atau aritmia melalui ablasi, penggantian katup mitral dan aorta secara minimal invasif, kelainan pembuluh darah aorta, hingga penyakit jantung bawaan pada anak.

Sementara itu, Dokter Spesialis Jantung MHJS, Muhammad Barri Fahmi, menjelaskan penanganan sumbatan jantung kompleks membutuhkan pemilihan teknik dan perangkat yang disesuaikan dengan kondisi pembuluh darah pasien.

Menurutnya, tidak semua sumbatan jantung dapat ditangani dengan pendekatan yang sama. Pada kasus dengan pembuluh darah sangat berkelok, penyempitan berat, atau lokasi sumbatan yang sulit dijangkau, dokter membutuhkan teknik dan perangkat khusus. 

“Salah satunya melalui penggunaan guide extension catheter, yaitu kateter tambahan yang membantu perangkat intervensi mencapai area sumbatan secara lebih optimal, dengan tetap mengutamakan keselamatan pasien,” ujar Fahmi.

Selain itu, Dokter Spesialis Jantung, Ika K. Dhanudibroto, mengatakan penanganan PJK kompleks tidak hanya berfokus pada pembukaan sumbatan, tetapi juga pada penentuan strategi tindakan yang sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.

Ia mengatakan, tantangan penanganan PJK kompleks bukan hanya membuka sumbatan, tetapi juga menentukan strategi tindakan yang paling tepat bagi setiap pasien. 

Selain itu, tantangan lainya adalah terkait dengan lokasi dan karakteristik sumbatan, anatomi pembuluh darah, hingga penyakit penyerta atau komorbid menjadi pertimbangan penting dalam merencanakan tindakan. 

“Melalui Strategic PCI Meeting 2026, kami dapat berbagi pengalaman dan mendiskusikan pendekatan klinis yang semakin personal, agar pasien memperoleh hasil perawatan dan kualitas hidup yang lebih baik,” ujar Ika.

Disisi lain, Chief Operating Officer Mayapada Hospital Jakarta Selatan, Joyce Rahayu Kusumariyadi, mengatakan layanan jantung juga mencakup kesinambungan perawatan sejak pemeriksaan awal hingga penanganan lanjutan.

Joyce menyebut, MHJS menghadirkan layanan jantung terintegrasi, mulai dari Chest Pain Unit untuk evaluasi awal nyeri dada yang terhubung dengan Cardiac Emergency 24/7.

Ia mengatakan bahwa layanan tersebut didukung dokter spesialis yang siaga on-site selama 24 jam, hingga pendampingan personal melalui Cardiac Advisor serta layanan ambulans gratis dalam radius kurang dari 10 kilometer sesuai ketentuan yang berlaku. 

“Kami juga terus memperluas akses melalui kolaborasi dengan mitra asuransi, perusahaan, komunitas, dan jejaring kesehatan, agar semakin banyak masyarakat memperoleh layanan jantung yang komprehensif dan sesuai kebutuhan medisnya,” ujar Joyce.

EDITOR: Mohamad Nur Asikin