← Beranda
Tak Cuma ISPA, Karhutla di Kalimantan dan Sumatra Picu Kasus Sakit Mata hingga Heat Stroke
Tazkia Royyan Hikmatiar• Rabu, 14 Oktober 2026 | 05.07 WIB
Mata merah (Ilustrasi Canva)

JawaPos.com - Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan Sumatra tak hanya memicu kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga mencatat laporan penyakit lain mulai dari sakit mata, gangguan kulit, pneumonia, diare akut, hingga heat stroke atau serangan panas.

 

Berdasarkan data Kemenkes yang bersumber dari Pusat Krisis Kesehatan, kasus-kasus tersebut tersebar di Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sumatera Selatan, dan Riau. Jumlah kasus berbeda-beda di setiap wilayah, bergantung pada jenis penyakit yang dilaporkan.

 

Untuk kasus sakit mata, Riau mencatat jumlah tertinggi, yakni sekitar 300 kasus. Sumatera Selatan berada di urutan berikutnya dengan 103 kasus, disusul Kalimantan Tengah sebanyak 69 kasus, Kalimantan Barat 53 kasus, Kalimantan Selatan 43 kasus, dan Kalimantan Timur 24 kasus.

 

Sementara itu, kasus heat stroke paling banyak dilaporkan di Riau dengan 48 kasus. Berikutnya, Kalimantan Tengah mencatat 23 kasus, Kalimantan Barat 18 kasus, Kalimantan Selatan sembilan kasus, Sumatera Selatan tujuh kasus, dan Kalimantan Timur satu kasus.

 

Selain kedua penyakit tersebut, gangguan kulit berupa gatal-gatal dan kudis juga dilaporkan di enam wilayah. Riau mencatat 667 kasus, disusul Sumatera Selatan 224 kasus, Kalimantan Selatan 150 kasus, Kalimantan Tengah 85 kasus, Kalimantan Barat 83 kasus, dan Kalimantan Timur 24 kasus.

 

Pada kategori pneumonia, Kalimantan Selatan mencatat 1.229 kasus, tertinggi di antara enam wilayah yang ditampilkan. Sumatera Selatan menyusul dengan 678 kasus, Riau 406 kasus, Kalimantan Timur 221 kasus, Kalimantan Tengah 207 kasus, dan Kalimantan Barat 158 kasus.

 

Kasus diare akut paling banyak ditemukan di Kalimantan Barat dengan 3.894 kasus. Kalimantan Tengah mencatat 1.415 kasus, Kalimantan Timur 343 kasus, Sumatera Selatan 311 kasus, Riau 246 kasus, dan Kalimantan Selatan 98 kasus.

 

Adapun laporan penyakit serupa influenza atau influenza-like illness (ILI) mencapai 77 kasus di Kalimantan Tengah dan 46 kasus di Sumatera Selatan. Kalimantan Selatan mencatat 20 kasus, Kalimantan Timur tujuh kasus, sedangkan Kalimantan Barat dan Riau masing-masing enam kasus.

 

Kasus keracunan pangan juga tercatat di wilayah terdampak. Kalimantan Barat melaporkan 193 kasus, Sumatera Selatan 160 kasus, Riau 154 kasus, Kalimantan Selatan 128 kasus, Kalimantan Tengah 66 kasus, dan Kalimantan Timur empat kasus.

 

Beragamnya jenis penyakit yang dilaporkan menunjukkan bahwa dampak karhutla perlu ditangani melalui pemantauan kesehatan secara menyeluruh. Selain mengantisipasi gangguan pernapasan akibat paparan asap, pelayanan kesehatan juga perlu memperhatikan keluhan mata, gangguan kulit, serta kondisi yang berkaitan dengan paparan panas.

 

 

EDITOR: Diar Candra