← Beranda
Terapi MBCT: Mindfulness untuk Stres dan Depresi, Kata Psikolog
Cicilia Margarettha• Kamis, 15 Oktober 2026 | 06.42 WIB
Ilustrasi terapi mindfulness mengelola stres dan depresi./Pexels.com

JawaPos.com - Tekanan pekerjaan, tuntutan hidup, dan pikiran negatif yang terus berulang sering membuat seseorang sulit merasa tenang.

Jika dibiarkan, stres berkepanjangan dapat berkembang menjadi gangguan kecemasan hingga depresi.

Kondisi ini kerap mengganggu tidur, konsentrasi, kesehatan hingga hubungan dengan orang terdekat.

Salah satu pendekatan yang kini kian dilirik adalah Mindfulness Based Cognitive Therapy (MBCT), terapi yang memadukan teknik terapi perilaku kognitif (cognitive behavioral therapy/CBT) dengan meditasi kesadaran penuh.

Pendekatan ini awalnya dirancang untuk mencegah kekambuhan depresi.

Melansir dari laman The Ohio State University pada Rabu (14/10), menyebutkan Mindfulness Based Cognitive Therapy (MBCT) dapat membantu penderita depresi berulang agar tetap pulih dalam jangka panjang.

Pikiran manusia cenderung terjebak dalam pola berpikir negatif dengan MBCT melatih seseorang untuk tetap hadir di saat ini sehingga mampu merespons situasi secara sadar, bukan sekadar bereaksi secara otomatis.

Menerapkan mindfulness dapat menjadi opsi non obat, tetapi keputusan terapi sebaiknya tetap dibicarakan dengan tenaga profesional.

Berikut adalah hal penting yang perlu dipahami tentang terapi MBCT:

1.      Perhatian disertai sikap yang tepat

Mindfulness sebagai perhatian pada momen saat ini dengan rasa ingin tahu, kepedulian, tanpa menghakimi, penuh kesabaran, dan tanpa menyalahkan diri sendiri.

2.      Latihan yang terstruktur

Program mindfulness for life berlangsung delapan minggu, secara virtual maupun tatap muka. Peserta belajar body scan, meditasi napas, gerakan sadar, hingga tugas rumah.

3.      Melihat pikiran sebagai sekadar pikiran

Latihan mindfulness membantunya memandang pikiran sebagai pikiran semata serta lebih lembut pada diri sendiri, termasuk saat pikirannya melantur ketika bermeditasi.

4.      Tersedia program singkat

Bagi yang sulit meluangkan waktu, ada kelas pengantar tiga minggu untuk mempelajari prinsip dasar.

Secara keseluruhan, MBCT bukan pengganti penanganan medis, melainkan pelengkap yang membantu seseorang mengenali pola pikir sebelum membesar menjadi masalah.

Tips mindfulness yang harus dilakukan pemula:

  1. Mulai dari sesi singkat. Tidak perlu langsung 30 menit.
  2. Pikiran yang melayang itu normal dan hal yang dialami semua orang.
  3. Bersikap baik pada diri sendiri, jangan menyalahkan diri saat perhatian teralih.
  4. Konsisten, bukan sempurna. Latihan rutin lebih penting daripada durasi yang panjang.
  5. Cari komunitas, berlatih bersama membantu menjaga motivasi.

Dengan latihan rutin, peserta diharapkan mampu mengenali tanda awal pikiran negatif sebelum berkembang menjadi episode depresi.

Jika Anda mengalami stres berat, kecemasan, atau suasana hati murung berkepanjangan, segera berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

EDITOR: Hanny Suwindari