← Beranda
Ciri dan Cara Menghadapi Orang Narcissistic Personality Disorder
Cicilia Margarettha• Kamis, 15 Oktober 2026 | 06.48 WIB
Ilustrasi menghadapi orang dengan NPD./Pexels.com

JawaPos.com - Pernahkah Anda berbincang dengan seseorang yang hampir sepanjang waktu hanya membicarakan dirinya sendiri, pencapaiannya, atau prestasi anaknya, tanpa pernah bertanya tentang Anda.

Dalam percakapan, orang tersebut mungkin terus mengarahkan pembicaraan kembali pada dirinya, berusaha menunjukkan keunggulan, atau mengharapkan orang lain memberikan pujian atas hal-hal yang telah dicapainya.

Perilaku seperti ini kerap dicap narsis, dan tidak semua orang yang gemar menonjolkan diri otomatis mengalami gangguan kepribadian.

Sesekali membicarakan keberhasilan diri sendiri, menginginkan pengakuan, atau merasa bangga terhadap pencapaian pribadi merupakan hal yang wajar.

Dalam dunia psikologi, kondisi tersebut dapat berkaitan dengan Narcissistic Personality Disorder (NPD) atau gangguan kepribadian narsistik.

NPD merupakan kondisi kesehatan mental yang ditandai oleh pola menetap berupa rasa penting diri yang berlebihan, kebutuhan kuat akan kekaguman, dan kurangnya empati.

Pola ini dapat mempengaruhi hubungan pribadi, kehidupan sosial, maupun pekerjaan seseorang.

Melansir dari laman The Ohio State University pada Rabu (14/10), menjelaskan bahwa seseorang bisa hanya memiliki satu atau dua sifat narsistik, atau cukup banyak untuk didiagnosis sebagai Narcissistic Personality Disorder (NPD).

Orang dengan kecenderungan narsistik juga dapat menunjukkan respons yang kuat ketika menerima kritik, merasa dirinya berhak mendapatkan perlakuan khusus, atau meremehkan pencapaian orang lain demi mempertahankan citra dirinya.

Memahami perbedaan antara sifat narsistik dan gangguan kepribadian narsistik dapat membantu kita menyikapi perilaku yang sulit dengan lebih bijak.  

Pada awalnya, orang dengan sifat narsistik sering terasa menarik karena pesonanya dan kisah-kisah pencapaiannya.

Namun seiring waktu, pesona itu memudar dan lawan bicara mulai menyadari bahwa perhatian mereka tidak pernah beranjak dari diri sendiri.

Berikut adalah ciri seorang dengan Narcissistic Personality Disorder (NPD), serta cara menghadapinya:

1.    Rasa penting diri yang berlebihan

Penderita NPD merasa lebih pintar, lebih sukses, atau lebih istimewa dibandingkan orang lain.

2.    Haus akan pujian

Mereka sangat ingin dikagumi, sehingga sering sulit berada sendirian karena kehadiran orang lain membantu menumbuhkan rasa istimewa.

3.    Sulit berempati

Fokus selalu tertuju pada diri sendiri. Lama-kelamaan, keluarga dan teman bisa merasa direndahkan atau tidak dihargai.

4.    Tampak percaya diri, tetapi rapuh

Dibalik kepercayaan diri itu sering tersimpan ketakutan gagal dan harga diri rendah, sehingga kritik sekecil apa pun mudah melukai.

Sementara itu, cara menghadapi orang dengan ciri narsistik NPD dapat dilakukan dengan langkah berikut:

-    Beri apresiasi sebelum masukan

Awali dengan pujian, lalu sampaikan kritik membangun secara singkat dan selembut mungkin agar tidak mudah tersinggung.

-    Tetapkan batasan

Jika merasa terkuras, direndahkan, atau dimanipulasi, batasi komunikasi dan tegaskan sikap, misalnya dengan menyatakan akan pergi bila diperlakukan kasar. Bila perilaku abusive terus berulang, mengakhiri hubungan bisa menjadi pilihan.

-    Bedakan dari gangguan antisosial

Keduanya minim empati dan bisa tampak menawan, tetapi individu antisosial lebih mungkin sengaja menyakiti orang lain, bahkan melakukan tindak kriminal tanpa penyesalan.

-    Dorong penanganan profesional

Kepribadian memang sulit berubah, tetapi seiring usia dan pengalaman sebagian perilaku dapat mereda.

Secara keseluruhan, hubungan yang sehat dengan orang bersifat Narcissistic Personality Disorder (NPD) tetap mungkin terjalin, tetapi menuntut batasan yang jelas dan upaya dari kedua belah pihak.

Jika Anda atau orang terdekat menunjukkan pola yang mengganggu hubungan dan kesehatan mental, segera berkonsultasi dengan psikolog untuk mendapatkan evaluasi dan penanganan yang tepat.

EDITOR: Hanny Suwindari