← Beranda
Empat Cara Menjaga Kesehatan Metabolik secara Efektif 
Tazkia Royyan Hikmatiar• Kamis, 15 Oktober 2026 | 19.44 WIB
Pola makan yang sehat jadi salah satu cara menjaga kesehatan metabolik. (Pexels)

 

 

JawaPos.com - Menjaga kesehatan metabolik tidak cukup hanya dengan mengontrol berat badan.

Pola makan seimbang, kestabilan gula darah, kesehatan usus, serta kualitas tidur dan pengelolaan stres turut berperan dalam menjaga fungsi metabolisme tubuh.

Nutrition Education and Training Lead Asia Pacific Herbalife Dr. Vipada Sae-Lao menjelaskan, kesehatan metabolik berkaitan dengan kemampuan tubuh mengubah makanan menjadi energi secara efisien.

Kondisi ini juga mencakup pengaturan kadar gula darah, lemak darah, tekanan darah, dan berat badan, serta pengendalian peradangan.

“Di Asia, kondisi kardiometabolik yang memengaruhi kesehatan jantung dan metabolisme terus meningkat. Hal ini karena masyarakat Asia cenderung memiliki risiko metabolik pada indeks massa tubuh yang lebih rendah dibandingkan masyarakat di negara-negara Barat,” ujar Dr. Sae-Lao, Kamis (15/10).

Ia menerangkan, perubahan pola makan, gaya hidup perkotaan, dan minimnya aktivitas fisik membuat masyarakat perlu lebih memperhatikan kesehatan metabolik sejak dini. Pola makan seimbang dan kebiasaan hidup sehat yang konsisten menjadi bagian penting dari upaya tersebut.

Berikut empat cara menjaga kesehatan metabolik yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

 

1. Menjaga Komposisi Tubuh

Berat badan bukan satu-satunya indikator kesehatan metabolik. Perbandingan massa otot dan lemak dapat memberikan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai kondisi tubuh.

Massa otot berperan dalam penggunaan energi, termasuk ketika tubuh sedang beristirahat. Sementara itu, penumpukan lemak berlebih, terutama di sekitar organ dalam, dapat mengganggu keseimbangan metabolik dan meningkatkan peradangan.

Karena itu, menjaga komposisi tubuh perlu dilakukan melalui pola makan seimbang dan aktivitas fisik yang mendukung pemeliharaan massa otot. Asupan lemak sehat, seperti omega-3 dari ikan berlemak, kacang-kacangan, dan biji-bijian, juga dapat menjadi bagian dari pola makan yang mendukung fungsi tubuh.

 

2. Mengontrol Kadar Gula Darah

Kadar gula darah yang stabil merupakan salah satu aspek penting kesehatan metabolik. Ketika seseorang mengonsumsi karbohidrat, glukosa masuk ke aliran darah dan memicu pelepasan insulin untuk membantu sel menggunakan gula sebagai energi.

Konsumsi gula dan karbohidrat olahan secara berlebihan tanpa diimbangi asupan serat, protein, dan aktivitas fisik yang memadai dapat menyebabkan lonjakan gula darah berulang. Dalam jangka panjang, kebiasaan tersebut berpotensi mengganggu keseimbangan metabolik.

Untuk membantu mengontrol gula darah, masyarakat dapat memilih karbohidrat berserat, protein rendah lemak, dan lemak sehat. Menjaga waktu makan tetap teratur serta menghindari kebiasaan makan larut malam juga dapat membantu menyelaraskan metabolisme dengan jam biologis tubuh.

 

3. Menjaga Kesehatan Usus

Kesehatan usus turut memengaruhi kemampuan tubuh memproses zat gizi dan mengelola energi. Triliunan mikroorganisme yang hidup di dalam usus berinteraksi dengan berbagai sistem tubuh, termasuk sistem kekebalan dan metabolisme.

Ketidakseimbangan mikroorganisme usus dapat memengaruhi pengaturan energi dan penyimpanan lemak. Sebaliknya, mikrobioma yang beragam dan didukung asupan gizi memadai dapat membantu menjaga fungsi tubuh.

Upaya menjaga kesehatan usus dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan kaya serat, seperti buah, sayuran, dan biji-bijian, serta makanan yang mengandung probiotik. Pola makan seimbang dan kebiasaan hidup yang konsisten juga membantu mendukung keseimbangan mikrobioma usus.

4. Memperbaiki Kualitas Tidur dan Mengelola Stres

Tidur berkualitas dan pengelolaan stres tidak kalah penting dalam menjaga kesehatan metabolik. Kedua faktor tersebut berkaitan dengan keseimbangan hormon dan sistem saraf yang memengaruhi nafsu makan, kadar kortisol, sensitivitas insulin, serta pengaturan gula darah.

Kurang tidur dan stres yang berkepanjangan dapat mengganggu keseimbangan berbagai proses tersebut. Karena itu, menjaga jadwal tidur yang teratur dan mengelola stres menjadi bagian dari kebiasaan hidup sehat.

Selain empat langkah tersebut, kesehatan kulit juga dapat memberikan gambaran mengenai kondisi tubuh secara keseluruhan. Meski bukan penentu langsung fungsi metabolik, kondisi kulit dapat berkaitan dengan kecukupan nutrisi, hidrasi, kualitas tidur, dan tingkat stres.

Asupan protein membantu proses perbaikan dan regenerasi kulit. Sementara itu, buah dan sayuran beraneka warna menyediakan vitamin A, C, dan E serta fitonutrien yang mendukung perlindungan tubuh dari stres oksidatif dan pembentukan kolagen.

Kecukupan cairan dan konsumsi makanan bergizi juga membantu menjaga struktur serta elastisitas kulit. Dengan demikian, pemenuhan kebutuhan nutrisi tidak hanya mendukung kesehatan metabolik, tetapi juga membantu menjaga kesehatan kulit.

“Kesehatan metabolik yang baik berkaitan dengan keselarasan berbagai sistem tubuh yang secara bertahap menyesuaikan diri satu sama lain,” kata Dr. Sae-Lao.

Baca Juga: Jaga Metabolisme hingga Suhu Tubuh, Inilah 9 Nutrisi Esensial yang Mendukung Fungsi Tiroid

Ia menambahkan, pilihan-pilihan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi fondasi bagi fungsi metabolik yang lebih baik, kesejahteraan secara menyeluruh, dan kesehatan jangka panjang. (*)

EDITOR: Dinarsa Kurniawan