JawaPos.com - Aktivitas perdagangan aset kripto semakin beragam, tidak hanya Bitcoin dan Ethereum, tetapi juga emas serta saham yang ditokenisasi.
Data platform perdagangan kripto Pintu menunjukkan, jumlah jenis aset kripto yang diperdagangkan anggota VIP di pasar spot meningkat lebih dari 25 persen pada kuartal III-2026 dibandingkan kuartal I-2026.
Sementara itu, volume perdagangan aset Real World Assets (RWA) naik sekitar 22 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Perubahan tersebut mencerminkan meluasnya pilihan aset yang diperdagangkan di tengah perkembangan ekosistem kripto.
Selain aset utama seperti Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan Solana (SOL), trader juga mulai melirik aset digital yang nilainya merepresentasikan instrumen di dunia nyata, termasuk emas dan saham.
Presiden Direktur Pintu Andy Putra mengatakan, Bitcoin, Solana, Ethereum, dan Hyperliquid (HYPE) menjadi sejumlah aset yang paling banyak diperdagangkan anggota VIP di pasar spot sepanjang kuartal III-2026.
"Sepanjang kuartal III-2026, jumlah jenis aset crypto yang ditransaksikan anggota Pintu VIP di pasar Spot naik lebih dari 25% dibandingkan kuartal I-2026 dengan aset yang paling banyak ditransaksikan adalah Bitcoin (BTC), Solana (SOL), Ethereum (ETH), dan Hyperliquid (HYPE)," ujar Andy di Jakarta, Senin (12/10).
Menariknya, selain aset kripto konvensional, perdagangan Real World Assets atau RWA juga menunjukkan pertumbuhan. Pintu mencatat volume perdagangan kategori tersebut meningkat sekitar 22 persen pada kuartal III-2026 dibandingkan kuartal sebelumnya.
Anggota VIP berkontribusi sekitar seperlima dari total volume perdagangan RWA di platform tersebut. Aset yang diperdagangkan mencakup emas yang ditokenisasi, seperti Tether Gold (XAUT) dan PAX Gold (PAXG), serta saham yang ditokenisasi, antara lain AAPLX, NVDAX, dan GOOGLX.
RWA merupakan aset digital yang merepresentasikan atau memiliki keterkaitan dengan aset maupun instrumen keuangan di dunia nyata. Melalui tokenisasi, hak atau eksposur terhadap aset tertentu dapat direpresentasikan dalam bentuk token berbasis teknologi blockchain.
Meski demikian, karakteristik setiap produk tokenisasi dapat berbeda. Kepemilikan token tidak selalu berarti investor memiliki saham atau emas fisik secara langsung.
Karena itu, mekanisme hak pemegang token, penerbit, likuiditas, dan risiko produk perlu dipahami sebelum bertransaksi.
Pertumbuhan perdagangan RWA juga tidak serta-merta menunjukkan bahwa seluruh investor mulai beralih dari Bitcoin atau aset kripto utama. Data tersebut lebih menggambarkan bertambahnya variasi instrumen yang tersedia dan diminati di kalangan pengguna platform.
Di tengah perkembangan aktivitas perdagangan tersebut, Pintu juga menjalankan program VIP Private bagi pengguna dengan aktivitas transaksi tinggi. Program ini memberikan layanan khusus, termasuk pendampingan melalui Relationship Manager, pembaruan informasi pasar, serta informasi peringkat volume perdagangan.
Pintu menyebut layanan tersebut ditujukan untuk memberikan pengalaman yang lebih personal kepada anggota VIP Private. Pendampingan mencakup pembaruan pasar mingguan, informasi posisi pada papan peringkat atau leaderboard, hingga ruang diskusi mengenai strategi perdagangan sesuai kebutuhan masing-masing anggota.
Selain layanan, perusahaan memberikan apresiasi berdasarkan peringkat volume perdagangan. Pada kuartal II dan III-2026, Pintu mengklaim telah membagikan hadiah dengan total nilai ratusan juta rupiah, mulai dari paket perjalanan ke Hong Kong, jam tangan TAG Heuer, Apple Watch Ultra, perangkat Dyson, hingga aset kripto PAXG.
Memasuki kuartal IV-2026, program tersebut kembali menghadirkan hadiah bagi anggota dengan peringkat volume perdagangan tertinggi.
Bagi trader, volume transaksi yang tinggi bukan satu-satunya hal yang perlu dipertimbangkan. Penggunaan leverage pada perdagangan futures dapat memperbesar potensi keuntungan sekaligus kerugian.
Karena itu, mengejar peringkat atau hadiah sebaiknya tidak menjadi alasan untuk meningkatkan frekuensi transaksi maupun mengambil risiko di luar kemampuan finansial.
Perkembangan perdagangan kripto dan RWA pada akhirnya menunjukkan bahwa pilihan instrumen di ekosistem aset digital semakin luas. Namun, pemahaman terhadap karakteristik aset, mekanisme transaksi, serta risiko tetap menjadi pertimbangan penting sebelum mengambil keputusan investasi.