← Beranda
14 Makanan Khas Malang Legendaris dari Bakso hingga Ketan Susu, Kuliner yang Wajib Coba!
Mohammad Maulana Iqbal• Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16.30 WIB
Kuliner makanan khas di Malang./Magnific/jcomp

JawaPos.com – Kuliner Malang selalu menjadi alasan utama wisatawan datang ke kota apel yang sejuk dan kaya cita rasa ini.

Berbagai makanan khas hadir dalam wujud sajian berkuah, tumisan, bakaran, hingga kudapan manis yang cocok dinikmati kapan saja.

Sebagian di antaranya bahkan sudah berstatus legendaris karena telah berdiri sejak puluhan tahun lalu.

Dilansir dari laman Traveloka dan cimbniaga.co.id pada Sabtu (10/10), berikut daftar makanan khas Malang yang layak masuk agenda perjalananmu, mulai dari bakso, rawon, hingga ketan susu.

1. Bakso Malang

Semangkuk bakso ini tidak hanya berisi bola daging, tetapi juga mi kuning, bihun, tahu, sawi, dan tauge sebagai pelengkap.

Perpaduan rasa gurih dan tekstur beragam membuat sajian ini selalu dicari, terutama saat siang hingga sore di kota ini.

Bakso President di Jalan Batanghari berdiri sejak 1977 dengan harga Rp 2.000 per biji hingga Rp 35.000 per porsi.

2. Bakso bakar

Bakso bakar menghadirkan cara makan yang berbeda karena bakso tidak disajikan berkuah, melainkan dibakar langsung di atas bara api.

Permukaannya diolesi bumbu khusus beraroma manis dan pedas, sehingga rasanya lebih menonjol dibanding bakso kuah yang biasa dijumpai pembeli.

Penjualnya banyak ditemukan di area jajanan kawasan Pasar Besar, dan harga satu tusuknya berkisar Rp 5.000 hingga Rp 10.000.

3. Cwie mie

Sekilas sajian ini mirip mi ayam, tetapi isiannya berbeda karena memakai ayam cincang putih dan bawang goreng yang melimpah.

Sayuran segar seperti selada dan daun bawang menambah aroma sedap pada mi yang dipengaruhi tradisi masakan Tionghoa sejak lama.

Depot Hok Lay di Jalan Ahmad Dahlan, Klojen, berdiri sejak 1946, dan seporsi cwie mie dijual sekitar Rp 15.000.

4. Soto Lombok

Soto Lombok bukan berasal dari Pulau Lombok, melainkan dari Jalan Lombok, lokasi warungnya yang sudah berdiri sejak tahun 1955.

Ciri khasnya ada pada kuah bening kekuningan yang kaya rasa, berisi suwiran ayam, seledri, tauge, kol, hingga potongan kentang.

Taburan koya menambah tekstur dan rasa gurih pada kuahnya, sedangkan satu porsi soto ayam ini dibanderol sekitar Rp 25.000.

5. Rujak cingur

Rujak cingur berisi aneka buah, sayuran, tahu, tempe, dan cingur, yaitu moncong sapi yang sudah direbus lalu dicincang halus.

Berbeda dari rujak biasa, bumbu kacangnya pedas manis dan ditambah petis, yaitu pasta yang dibuat dari udang atau ikan.

Depot Rujak Cingur Mentawai sering direkomendasikan warga setempat untuk mencicipi sajian ini, dengan harga mulai Rp 15.000 per porsi.

6. Sate kelinci

Sate kelinci terasa lembut dan gurih, apalagi bumbu kacang pedas manisnya berpadu dengan kecap, bawang goreng, dan jeruk nipis.

Daging kelinci diolah dengan rempah khas dan dijual dengan harga mulai dari Rp 15.000 hingga Rp 25.000 per porsi.

7. Orem-orem

Orem-orem sekilas mirip sayur lodeh, yaitu hidangan berkuah yang berbahan dasar tempe dan dahulu hanya bisa ditemukan saat hajatan.

Semangkuk orem-orem dilengkapi suwiran daging ayam, telur asin rebus, dan kuah santan kental, dengan harga mulai sekitar Rp 9.000.

8. Nasi goreng mawut

Nasi goreng mawut merupakan sebutan bagi nasi goreng Jawa yang dimasak bersama bahan seperti kol, tauge, telur, dan sosis.

Rasanya gurih dan pedas sehingga menjadi favorit banyak orang, serta mudah dijumpai pada para pedagang keliling dan kaki lima.

Sepiring nasi goreng ini disajikan dengan kerupuk, acar, dan sambal, serta dijual seharga sekitar Rp 15.000 hingga Rp 20.000.

9. Nasi goreng merah

Nasi goreng merah tampil berbeda karena warna merahnya yang mencolok berasal dari saus tomat dan cabai merah saat digoreng.

Rasanya sedikit lebih manis dan asam dengan aroma rempah kuat, sedangkan harganya bersahabat dan porsinya besar sehingga digemari mahasiswa.

Hidangan ini sangat mudah ditemukan di banyak warung makan maupun angkringan yang tersebar di seluruh penjuru kota apel ini.

10. Sego ceker

Kuah sego ceker terasa pedas dan kaya rasa berkat racikan cabai rawit, bawang merah, bawang putih, tomat, dan rempah-rempah.

Ceker ayam dimasak hingga empuk lalu disajikan bersama lalapan segar seperti kol, tomat, dan timun untuk menyeimbangkan rasa pedasnya.

Seporsi sego ceker dijual sekitar Rp 15.000, dengan lauk bakwan jagung, tempe mendol, dan sate jeroan mulai Rp 1.000.

11. Nasi pecel Kawi

Nasi Pecel Kawi di Jalan Kawi menjadi salah satu tujuan wajib bagi para pencinta pecel di kota apel ini.

Hidangan ini memadukan nasi hangat dengan aneka sayuran rebus yang disiram bumbu kacang kental gurih, manis, dan sedikit pedas.

12. Rawon

Rawon adalah sup daging sapi berkuah hitam pekat yang warnanya berasal dari kluwek, yaitu bumbu rempah khas daerah ini.

Rawon masuk dalam daftar utama sajian yang direkomendasikan untuk dicicipi, karena kuah pekatnya menghadirkan cita rasa rempah yang dalam.

13. Ketan susu

Ketan susu menjadi kudapan malam yang paling dicari di Batu, kota satelit yang terkenal dengan udaranya yang sangat sejuk.

Ketan yang masih hangat berpadu dengan susu manis dan creamy sehingga menghadirkan cita rasa yang menghangatkan sekaligus memanjakan lidah.

Pos Ketan Legenda 1967 di pusat kota Batu menjadi tempat paling ikonik untuk menikmatinya sambil merasakan udara malam segar.

14. Es taloen

Kedai es taloen sudah berdiri sejak tahun 1950 dan telah menjadi tujuan favorit yang diburu wisatawan selama beberapa generasi.

Semangkuk es serut ini berisi alpukat, kelapa muda, tape ketan hijau, kolang-kaling, cincau, dan kacang merah dengan sirup manis.

Harga semangkuk es taloen tergolong ramah di kantong, yakni mulai dari sekitar Rp 15.000 untuk setiap porsinya yang menyegarkan.

EDITOR: Hanny Suwindari