← Beranda
8 Minuman Khas Malang Paling Diburu: Minuman Segar hingga Minuman Hangat Pelengkap Kuliner
Mohammad Maulana Iqbal• Selasa, 13 Oktober 2026 | 03.31 WIB
Kuliner minuman khas Malang./Magnific/azerbaijan_stockers

JawaPos.com – Minuman khas Malang menjadi bagian penting dari kuliner Malang yang selalu diburu wisatawan saat berlibur ke kota sejuk ini.

Ada minuman segar yang cocok diteguk saat siang terik, sedangkan minuman hangat pas menemani udara dingin di malam hari.

Beberapa di antaranya punya sejarah panjang dan resep turun-temurun, bahkan ada yang hanya bisa dinikmati langsung di kota tersebut.

Dilansir dari laman Traveloka dan gotravelly.com pada Kamis (8/10), berikut daftar lengkap delapan pilihan berikut beserta bahan, rasa, sejarah, dan lokasi penjualnya sebagai panduan kunjungan wisata kamu berikutnya.

1. Fosco

Fosco adalah susu campur cokelat dengan rasa manis dan gurih yang disajikan dingin dalam botol soda, sehingga tampil unik.

Minuman ini hanya tersedia di Depot Hok Lay, depot sederhana yang berdiri sejak 1946 dan juga terkenal dengan lumpianya.

Harganya masih terjangkau, yaitu mulai Rp14.000 per botol, dan paling nikmat diminum saat dingin bersama lumpia pesanan para pengunjung.

2. Es tawon

Es Tawon Kidul Dalem berjualan sejak 1955, dikelola generasi kedua, dan populer di kalangan warga lokal lewat resep warisan.

Namanya muncul karena tawon sering mendatangi lapak, akibat penggunaan gula murni dan pohon asam di dekatnya yang menjadi sarang.

Pilihannya es campur berisi sirup, blewah, mutiara, cincau, dan kacang hijau, serta es kacang hijau dengan serutan es halus.

3. STMJ

STMJ adalah singkatan dari susu, telur, madu, dan jahe, yang diburu wisatawan untuk menghangatkan tubuh saat malam yang dingin.

Salah satu rekomendasinya adalah STMJ Pak Sentot di kawasan Bareng Kulon, yang sudah berjualan sejak era 1970-an hingga sekarang.

Penjual lain tak kalah terkenal meliputi STMJ Sukomulyo 39, STMJ SOB Ijen, STMJ 29 Trunojoyo, dan STMJ Bos Gedhe.

4. Wedang angsle

Wedang angsle berisi petulo, kacang tanah, kacang hijau, ketan, mutiara, roti, dan kolang-kaling yang disiram kuah santan pandan vanili.

Rasanya manis dan gurih, tanpa jahe karena dianggap mengubah rasa, sehingga berbeda dari ronde meski keduanya sering dijual bersamaan.

Petulo lembut dari tepung beras, tapioka, atau sagu, dan tersedia di Warung Titoni kawasan Zainul Arifin serta Ronde Akor.

5. Wedang ronde

Ronde berisi kacang, kolang-kaling, dan ronde berisi kacang tanah serta gula pasir, lalu disiram kuah jahe yang terasa pedas.

Rasanya manis dan pedas sehingga menghangatkan badan, dan biasanya dipesan bersama angsle oleh pengunjung yang berburu sajian penghangat malam.

Pilihan tempatnya adalah Ronde Titoni, Ronde Akor yang sudah ada sejak 1980-an, serta Ronde Pak Solikin yang cukup terkenal.

6. Es santan ketan hitam

Es santan ketan hitam berisi ketan hitam, dawet merah, sirup, gula, dan santan beku yang meleleh ketika dicampur rata.

Penjual biasanya menawarkan tambahan roti tawar bersirup merah, dan rasanya manis, gurih, serta menyegarkan, terutama saat udara sedang panas.

Eksis sejak 1950-an, harganya Rp5.000 per gelas di Jalan Tanimbar kawasan Kasin dekat SMKN 4, dan selalu ramai antrean.

7. Es alpukat moka

Es alpukat moka memiliki banyak penggemar, terutama warga setempat, karena rasanya yang sangat menyegarkan dan membuat ketagihan para peminumnya.

Bahan utamanya buah alpukat, susu kental manis, moka, dan es serut melimpah yang menghasilkan perpaduan rasa manis nan lezat.

Penjual yang bisa didatangi oleh wisatawan adalah Es Alpukat Moka Dempo yang berlokasi di kawasan sekolah SMAK St. Albertus.

8. Sari apel

Sari apel dibuat dari apel yang dipres karena daerah ini dikenal sebagai penghasil apel yang diolah menjadi aneka sajian.

Rasanya alami dan menyegarkan sehingga cocok diminum kapan saja, serta tersedia dalam kemasan gelas atau botol plastik yang praktis.

Kemasan tersebut membuatnya mudah dibawa, sehingga sari apel sering dipilih sebagai oleh-oleh saat para pengunjung pulang dari masa liburan.

EDITOR: Hanny Suwindari