← Beranda
Sejarah Keajaiban Dream Catcher yang Dipercayai Ampuh Usir Mimpi Buruk, Simak Mitos dan Fakta?
Jessica Irawan• Kamis, 23 November 2023 | 15.07 WIB
Ilustrasi dream catcher./sumber: freepik

JawaPos.com – Benda unik yang diberi nama Dream catcher pasti sudah tidak asing bagi sebagian besar masyarakat di dunia. 

Ya, Dream catcher adalah sebutan pada benda atau aksesoris yang diletakkan di kawasan kamar tidur, seperti di depan pintu, dinding, maupun jendela.

Disebut sebagai benda penangkal mimpi buruk, dream catcher membuat banyak orang dari seluruh dunia percaya, akan kemampuan ajaib dari barang berbulu ini.

Tidak hanya sebagai penangkal mimpi buruk, dream catcher juga memiliki desain yang unik dan beragam. 

Sehingga tak jarang orang membeli benda bulat ini sebagai hiasan atau pajangan.

Apakah kamu tahu dari mana benda ini diciptakan pertama kali?

Merangkum dari laman Cultural Elements, pada Kamis (23/11), Dream catcher pertama kali dibuat oleh dua suku asli Amerika Utara, yaitu Suku Ojibwe dan Lakota.

Ada legenda yang dipercayai oleh Suku Ojibwe dan Lakota, bahwa Dream catcher ampuh untuk menangkal mimpi buruk.

Meskipun berbeda, namun keduanya sama-sama berfokus bahwa dream catcher adalah benda yang bisa menangkal mimpi buruk.

Namun benarkah Dream catcher efektif menangkal mimpi buruk? Kira-kira apa sih mitos dan faktanya? Yuk simak informasi berikut!

Legenda Suku Ojibwe tentang Asibikaashi

Seorang wanita bernama Asibikaashi dipercayai sebagai pelindung Suku Ojibwe. Seiring perkembangan, suku Ojibwe mulai menyebar ke seluruh dunia, dan semakin sulit bagi Asibikaashi untuk menyalurkan energinya ke seluruh rakyatnya. 

Maka, wanita ini meminta bantuan kepada nenek, ibu, dan saudara perempuannya untuk menenun lingkaran ajaib yang dimaksudkan untuk menangkap dan menahan energi mimpi buruk. 

Dream catcher menjadi kepercayaan suku ini, karena energi mimpi buruk akan ditangkap dan ditahan oleh jaring penangkap mimpi, sedangkan mimpi baik akan lolos melalui lubang tengah dan sampai ke pemiliknya.

Legenda Suku Lakota tentang Iktomi

Seorang pemimpin suku Lakota mendaki ke puncak gunung, di mana dia mendapat penglihatan dari Iktomi, roh yang menyerupai laba-laba. 

Iktomi bercerita kepada kepala suku tersebut, tentang siklus kehidupan manusia dan bagaimana orang dapat membuat pilihan, yang berdampak pada kehidupan mereka dan dunia. 

Roh yang menyerupai laba-laba ini, kemudian menjaring di sekeliling lingkaran pohon dedalu untuk menunjukkan siklus kehidupan yang dialami seseorang dari lahir hingga mati. 

Di akhir penglihatannya, Iktomi memberikan lingkaran itu kepada pemimpin suku Lakota dan menjelaskan, bagaimana lingkaran itu dapat digunakan untuk menangkal mimpi buruk. 

Sedangkan, mimpi indah akan keluar melalui lubang di tengah yang dapat dikirim untuk mempengaruhi kehidupan pemiliknya.

Dengan terkenalnya sejarah benda penangkal mimpi ini, membuat dream catcher populer di seluruh warga Amerika Utara dan Selatan pada awal tahun 1920-an hingga sekarang.

Sebagai tanda harapan baik, dream catcher bahkan sering diberikan sebagai hadiah kepada pasangan yang baru menikah, ibu yang baru melahirkan, hingga penempatan rumah baru.

Alat berbulu ini telah dipercaya, bahwa dimanapun seseorang mengalami energi baik dan buruk, penangkal mimpi dapat digunakan untuk mengendalikan pengaruh energi tersebut.

Lantas, apakah kamu juga mempercayai keajaiban dream catcher?

***

EDITOR: Novia Tri Astuti