← Beranda
Orang yang Kecanduan Media Sosial Biasanya Memiliki 7 Ciri Ini Dalam Dirinya
Ajilan Fauza Fathayanie• Kamis, 16 Mei 2024 | 18.21 WIB
Ilustrasi orang yang kecanduan media sosial./freepik

JawaPos.com - Dalam era di mana teknologi semakin mendominasi kehidupan sehari-hari, kecanduan media sosial telah menjadi masalah yang semakin meresahkan.

Orang-orang yang terlalu bergantung pada platform-platform tersebut seringkali menunjukkan pola perilaku tertentu yang dapat diidentifikasi.

Dilansir dari The Dawn pada Kamis (16/5), inilah 7 ciri yang dimiliki oleh orang yang kecanduan media sosial dan bagaimana kecanduan media sosial memengaruhi pola hidup dan interaksi sosial mereka.

1. Kurangnya produktivitas

Jika seseorang sering masuk ke media sosial dan menghabiskan waktu yang banyak di sana tanpa melakukan kegiatan yang produktif, itu bisa menunjukkan bahwa mereka kecanduan media sosial.

Penggunaan yang berlebihan ini dapat mengganggu produktivitas karena waktu yang seharusnya digunakan untuk kegiatan lain, seperti bekerja atau berinteraksi sosial di dunia nyata, justru dihabiskan untuk penjelajahan yang tidak produktif di media sosial.

Oleh karena itu, orang yang kecanduan media sosial cenderung kurang produktif karena terlalu banyak menghabiskan waktu di media sosial daripada melakukan kegiatan yang lebih bermanfaat.

2. Sering merasa stres atau tidak nyaman dengan dunia nyata

Orang yang kecanduan media sosial cenderung menggunakan media sosial sebagai pelarian dari dunia nyata.

Ketika mereka merasa stres atau tidak nyaman dengan situasi di dunia nyata, mereka akan berpaling ke media sosial untuk mengalihkan perhatian atau mencari kenyamanan.

Media sosial dapat menjadi tempat di mana mereka merasa lebih aman atau lebih dihargai, sehingga mereka cenderung menghabiskan waktu lebih banyak di sana sebagai cara untuk menghindari atau mengatasi stres dan ketidaknyamanan di dunia nyata.

Baca Juga: Si Paling Bossy Bak Bos Besar, 4 Zodiak Ini Terkenal Paling Suka Mengatur dan Memerintah, Menurut Astrologi

3. Merencanakan postingan jauh-jauh hari

Orang yang kecanduan media sosial cenderung merencanakan postingan mereka jauh-jauh hari.

Mereka akan menghabiskan waktu untuk memikirkan apa yang akan mereka posting, kapan, dan di platform mana mereka akan mem-postingnya.

Mereka bahkan membuat jadwal postingan agar dapat terus aktif di media sosial. Hal ini menunjukkan bahwa media sosial telah menjadi fokus utama dalam hidup mereka, yang bisa menjadi tanda bahwa mereka kecanduan dan sulit untuk menjaga keseimbangan antara aktivitas di media sosial dan kehidupan nyata.

4. Mengabaikan dunia nyata di sekitar mereka

Orang yang kecanduan media sosial cenderung mengabaikan hubungan dan interaksi dalam kehidupan nyata karena mereka terlalu fokus pada aktivitas online.

Mereka akan lebih memilih untuk menghabiskan waktu di media sosial daripada berinteraksi secara langsung dengan teman dan keluarga di sekitar mereka.

Hal ini dapat menyebabkan kesulitan dalam mempertahankan hubungan yang erat dan bermakna dalam kehidupan nyata, karena perhatian dan waktu mereka lebih banyak dihabiskan di platform online.

5. Selalu ingin mendapatkan perhatian dari orang lain

Orang yang kecanduan media sosial cenderung memiliki dorongan yang kuat untuk mendapatkan perhatian dari orang lain.

Mereka secara terus-menerus memeriksa pemberitahuan dan memperbarui status mereka karena mereka ingin mendapatkan reaksi atau perhatian dari teman-teman mereka di media sosial.

Fitur-fitur seperti pemberitahuan tentang like atau komentar baru memberikan pemenuhan bagi dorongan ini, dan orang yang kecanduan akan merasa sulit untuk menghentikan perilaku ini karena mereka terjebak dalam keinginan untuk mendapatkan perhatian terus-menerus.

6. Merasa kesal jika postingan mereka tidak mendapatkan interaksi

Orang yang kecanduan media sosial cenderung merasa kesal atau terganggu jika postingan mereka tidak mendapatkan interaksi atau respons yang diharapkan dari teman dan pengikut mereka.

Mereka akan merasa kecewa atau merasa tidak dihargai jika postingan mereka tidak mendapat perhatian atau apresiasi yang cukup di media sosial.

Hal ini menunjukkan bahwa mereka terlalu bergantung pada pengakuan atau penguatan positif dari interaksi online, dimana ini bisa menjadi tanda bahwa mereka sulit untuk memisahkan nilai diri mereka dari respons online.

7. Merasa cemas jika tidak dapat mengakses media sosial

Orang yang kecanduan media sosial cenderung merasa cemas atau gelisah ketika tidak dapat membuka atau menggunakan media sosial.

Mereka akan merasa tidak nyaman atau tegang jika mereka terpisah dari perangkat mereka atau tidak memiliki akses ke internet untuk mengakses platform media sosial.

EDITOR: Hanny Suwindari