← Beranda
Kenali Jenis-Jenis Jerawat, Mulai dari Whiteheads hingga Cysts, Lengkap dengan Cara Menanganinya
Rhea Febriani Tritami• Rabu, 9 Juli 2025 | 06.46 WIB
Jenis-jenis jerawat ada beragam. Pahami agar bisa menanganinya dengan cepat. (Polina Tankilevitch/Pexels)

JawaPos.com - Jerawat adalah masalah kulit yang umum dialami oleh banyak orang, terutama saat masa remaja dan dewasa muda. Kamu perlu tahu jenis-jenis jerawat.

Meski tampak sederhana, jerawat sebenarnya memiliki berbagai jenis yang berbeda, dan masing-masing memerlukan penanganan yang berbeda pula. 

Memahami jenis-jenis jerawat sangat penting agar kamu bisa memilih perawatan yang tepat dan menghindari komplikasi, seperti bekas luka atau peradangan yang berkepanjangan. 

Menurut laman Goodrx, setidaknya ada tiga kategori utama penggolongan jenis-jenis jerawat, yaitu jerawat komedonal, papulopustular, dan nodulokistik (jerawat batu). 

Baca Juga: Putri Razman Arif Nasution Minta Presiden Prabowo Perhatikan Kasus Ayahnya, ini yang Dia Katakan Lewat Video di Instagram

Jerawat komedonal termasuk jenis jerawat non-inflamasi, artinya kulit di area tersebut tidak mengalami peradangan.

Jerawat papulopustular atau jerawat inflamasi adalah istilah medis untuk jerawat yang ditandai dengan peradangan. Jenis jerawat ini terdiri dari dua bentuk utama, yaitu papula dan pustula.

Adapun jerawat nodulokistik merupakan kondisi jerawat yang lebih parah, di mana benjolan jerawat terbentuk jauh di dalam lapisan kulit.

Berikut ini penjelasan lebih jauh mengenai jenis-jenis jerawat dari laman Goodrx:

Baca Juga: Razman Libatkan Anak dalam Kasusnya, Hotman Paris: Sangat Memalukan

1. Whiteheads (Komedo Putih)

Whiteheads adalah jenis jerawat non-inflamasi yang muncul ketika pori-pori kulit tersumbat sepenuhnya, sehingga membentuk benjolan kecil berwarna putih atau menyerupai warna kulit. 

Karena pori-pori tertutup rapat, whiteheads tidak terpapar udara sehingga warnanya tetap putih. Sebaiknya tidak memencet whiteheads karena dapat menyebabkan iritasi dan bekas luka permanen. 

Whiteheads biasanya muncul di area wajah yang berminyak dan sering menjadi tanda awal masalah jerawat.

2. Blackheads (Komedo Hitam)

Berbeda dengan whiteheads, blackheads memiliki pori-pori yang terbuka di permukaan kulit sehingga warnanya terlihat hitam. 

Warna hitam ini bukan karena kotoran, melainkan akibat pigmentasi melanin yang teroksidasi saat terkena udara. 

Blackheads juga merupakan jerawat non-inflamasi yang terjadi akibat penyumbatan pori, tetapi kepala pori tetap terbuka. 

Meskipun bisa dihilangkan dengan memencet, tindakan ini tidak dianjurkan karena risiko bekas luka dan infeksi.

3. Papules (Papula)

Papula adalah benjolan kecil berwarna merah yang muncul akibat peradangan. Jenis jerawat ini terbentuk ketika minyak berlebih dan sel kulit mati menyumbat pori, lalu terinfeksi bakteri sehingga menyebabkan jaringan kulit di sekitarnya meradang. 

Papula terasa keras dan nyeri saat disentuh, menandakan adanya inflamasi yang sedang berlangsung. 

Jerawat papula termasuk jerawat inflamasi yang membutuhkan perawatan khusus agar tidak semakin parah.

4. Pustules (Pustula)

Pustula adalah papula yang berisi nanah, sehingga memiliki bagian tengah berwarna putih atau kekuningan dengan kulit di sekitarnya yang merah atau kemerahan. 

Jerawat jenis ini biasanya muncul berkelompok pada wajah, dada, atau punggung. Pustula juga disebabkan oleh infeksi bakteri pada pori yang tersumbat, dan sering dipicu oleh perubahan hormon dalam tubuh. 

Perawatan yang tepat terhadap jenis jerawat ini sangat penting untuk mencegah penyebaran infeksi dan bekas luka.

5. Nodules (Nodul)

Nodul adalah benjolan besar yang terletak jauh di bawah permukaan kulit. Berbeda dengan papula, nodul tidak berisi nanah sehingga terasa keras saat disentuh. 

Nodul muncul ketika peradangan pada jerawat papula makin parah dan membentuk massa yang dalam. 

Jenis jerawat ini bisa sangat menyakitkan dan berpotensi meninggalkan bekas luka permanen jika tidak ditangani dengan benar oleh dokter.

6. Cysts (Kista)

Cysts adalah jenis jerawat paling parah yang berisi nanah dan terletak dalam lapisan kulit yang dalam. 

Cysts biasanya berwarna merah atau ungu dan terasa lunak saat disentuh karena berisi cairan nanah. 

Jerawat ini sangat inflamasi dan menyakitkan, serta berisiko tinggi meninggalkan bekas luka. Cysts memerlukan penanganan medis khusus, seperti obat resep atau terapi dermatologis untuk mencegah komplikasi.

Cara Menangani Jerawat Berdasarkan Jenis-Jenisnya

Dalam kasus jerawat ringan hingga sedang, kamu mungkin perlu menggunakan pengobatan rumahan dan obat atau salep over the counter yang dijual tanpa resep. 

Menurut laman Medical News Today, lakukan perawatan secara konsisten selama 2-3 bulan sebelum melihat hasilnya. Jenis jerawat inflamasi yang lebih parah, cenderung memerlukan waktu yang jauh lebih lama untuk sembuh.

Kamu sebaiknya mengunjungi dokter kulit jika whiteheads, blackheads, papula, atau pustula bersifat parah, sangat menyakitkan, sangat besar, banyak berdarah, hingga mengeluarkan banyak nanah.

Mengenali jenis-jenis jerawat sangat penting agar kamu dapat memilih perawatan yang tepat dan menghindari masalah kulit yang lebih serius. Setiap jenis jerawat memiliki ciri khas dan tingkat keparahan yang berbeda. 

Jika jerawatmu termasuk jenis yang parah, terasa sakit, atau menyebabkan stres emosional, sebaiknya konsultasikan dengan dokter kulit untuk mendapatkan penanganan yang sesuai. 

EDITOR: Hanny Suwindari