← Beranda
Rajin Mencatat! 6 Kebiasaan Siswa Berprestasi yang Terbukti Meningkatkan Kualitas Belajar di Sekolah
Risma Aris Maya• Selasa, 10 Maret 2026 | 19.15 WIB
Salah satu kebiasaan siswa berprestasi adalah rajin mencatat (freepik)

 

 

JawaPos.com –  Pada dasarnya menjadi siswa berprestasi bukan hanya tentang memiliki kecerdasan tinggi. Banyak penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan akademik lebih sering dipengaruhi oleh kebiasaan belajar yang konsisten dan strategi belajar yang efektif.

Dalam dunia pendidikan modern, para ahli menekankan pentingnya membangun kebiasaan belajar yang baik sejak dini. Kebiasaan ini dapat membantu siswa meningkatkan pemahaman materi, mengelola waktu dengan baik serta mencapai prestasi akademik yang lebih tinggi.

Penelitian dari Stanford University menyebutkan bahwa siswa yang memiliki pola belajar teratur dan disiplin cenderung menunjukkan performa akademik yang lebih baik dibandingkan siswa yang belajar secara teratur tidak disiplin.

Selain itu, studi dalam jurnal Psychological Science juga menunjukkan bahwa kebiasaan belajar yang efektif dapat meningkatkan kemampuan memori dan pemahaman konsep secara signifikan.

Berikut beberapa kebiasaan siswa berprestasi yang bisa ditiru sebagaimana dilansir dari laman Stanford University dan Harvard University Learning Center, Selasa (10/3) :

1.     Memiliki jadwal belajar yang teratur

Salah satu kebiasaan utama siswa berprestasi adalah memiliki jadwal belajar yang teratur. Mereka biasanya mengatur waktu belajar secara konsisten setiap hari sehingga materi pelajaran dapat dipahami secara bertahap.

Menurut penelitian dari Harvard University, belajar secara terjadwal membantu otak menyimpan informasi dalam memori jangka panjang dengan lebih efektif.

Dengan jadwal belajar yang jelas, siswa dapat menghindari kebiasaan belajar mendadak menjelang ujian. Hal ini juga membantu mereka mengurangi stres saat menghadapi tugas atau ujian.

2.     Aktif bertanya di kelas

Siswa berprestasi biasanya tidak ragu untuk bertanya ketika tidak memahami materi pelajaran. Mereka menyadari bahwa bertanya merupakan bagian penting dari proses belajar.

Penelitian dari University of California Berkeley menunjukkan bahwa siswa yang aktif berdiskusi di kelas cenderung memiliki pemahaman konsep yang lebih mendalam.

Dengan bertanya, siswa dapat memperjelas materi yang belum dipahami. Hal ini juga membantu mereka menghindari kesalahan pemahaman terhadap konsep tertentu.

3.     Membuat catatan belajar yang rapi

Kebiasaan lain yang dimiliki siswa berprestasi adalah membuat catatan belajar yang terstruktur. Catatan membantu siswa merangkum informasi penting dari materi pelajaran.

Menurut penelitian dari Princeton University menulis catatan dengan tangan dapat meningkatkan pemahaman dan daya ingat dibandingkan hanya mengetik di perangkat digital.

Catatan yang rapi memudahkan siswa untuk mengulang pelajaran sebelum ujian. Mereka dapat dengan cepat menemukan poin-poin penting yang telah dipelajari sebelumnya.

4.     Memiliki tujuan belajar yang jelas

Siswa berprestasi biasanya memiliki tujuan belajar yang jelas. Mereka mengetahui alasan mengapa harus belajar dengan serius dan apa yang ingin dicapai dimasa depan.

Menurut penelitian dalam jurnal Educational Psychology Review,siswa yang memiliki tujuan akademik yang jelas cenderung memiliki motivasi belajar yang lebih tinggi.

Tujuan belajar membuat siswa lebih fokus dalam menjalani proses pendidikan. Mereka memiliki arah yang jelas dalam setiap usaha yang dilakukan.

5.     Disiplin dan bertanggung jawab

Karakter disiplin merupakan salah satu ciri utama siswa berprestasi. Mereka mampu mengatur waktu antara belajar, beristirahat dan melakukan aktivitas lainnya.

Penelitian dari American Psychological Association menunjukkan bahwa disiplin diri merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan akademik.

Siswa yang disiplin biasanya menyelesaikan tugas tepat waktu dan mempersiapkan diri dengan baik sebelum ujian. Hal ini membuat mereka lebih siap menghadapi tuntutan akademik.

6.     Mau belajar dari kesalahan

Siswa berprestasi tidak takut melakukan kesalahan. Sebaliknya mereka melihat kesalahan sebagai kesempatan untuk belajar dan memperbaiki diri.

Penelitian dari Stanford University tentang growth mindset menunjukkan bahwa siswa yang percaya bahwa kemampuan dapat berkembang cenderung lebih sukses dalam pendidikan.

Dengan pola pikir ini, siswa tidak mudah menyerah ketika menghadapi nilai yang kurang memuaskan. Mereka akan mencari cara untuk meningkatkan kemampuan belajar.***

EDITOR: Novia Tri Astuti